Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Kuliner

Imlek 2026 Identik dengan Nastar dan Kue Keranjang, Ini Maknanya

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

14 - Feb - 2026, 14:57

Placeholder
Potret kue keranjang yang khas dengan perayaan Imlek. (Foto: Shutterstock)

JATIMTIMES - Perayaan Tahun Baru Imlek identik dengan barongsai, lampion merah, dan rumah-rumah yang ramai dikunjungi keluarga. Tapi kalau diperhatikan, ada satu hal yang tak pernah absen di meja tamu, yakni aneka hidangan.

Bagi masyarakat Tionghoa, makanan saat Imlek bukan sekadar suguhan untuk menjamu tamu. Di balik nastar, kue lapis, hingga kue keranjang, tersimpan doa dan harapan untuk setahun ke depan.

Baca Juga : Sempat Kabur ke Luar Kota, Polisi Ringkus DPO Curanmor di Pasar Wajak

Pakar Fengshui Yulius Fang mengatakan, banyak makanan Imlek berkaitan erat dengan simbol kemakmuran. Salah satunya nastar yang identik dengan nanas.

“Jadi ‘ong’ itu dimaknai adalah suatu hal yang hebat, berkuasa, makmur dan sebagainya. Ditambah lai, artinya datang seperti itu. Dan ini diartikan bahwa mereka yang menggunakan ‘ong lai’ (nanas) ini, kalau dibuat sembayang itu supaya tahun ini pokoknya saya berkembang, hebat, makmur seperti itu,” ujar Yulius, dikutip Antara, Sabtu (12/2/2026).

Dari istilah “ong lai” itulah, nanas kemudian dimaknai sebagai simbol datangnya keberuntungan. Tak heran jika nastar dengan selai nanas berwarna keemasan hampir selalu hadir di meja saat Imlek.

Selain nastar, kue lapis juga kerap jadi primadona. Bentuknya yang bertingkat-tingkat dipercaya melambangkan rezeki yang datang berlapis dan terus bertambah. Susunannya yang rapi seolah menjadi doa agar kehidupan di tahun baru lebih teratur dan meningkat.

Tak hanya makanan manis, dumpling atau pangsit pun punya tempat tersendiri. Hidangan ini berakar dari tradisi masyarakat di Tiongkok saat musim dingin, ketika bahan pangan terbatas dan orang-orang mengolah adonan tepung berisi daging agar tetap bisa bertahan.

Kini, dumpling justru menjadi sajian khas yang mempererat kebersamaan keluarga saat Sincia.

Di antara semua hidangan, kue keranjang bisa dibilang paling identik dengan Imlek. Bentuknya bulat, teksturnya lengket, dan biasanya ditata rapi di meja tamu.

Baca Juga : Rekomendasi Kuliner Ramadan di Kota Malang: Nasi Kebuli Claypot dan Es Cendol Segar Ah Pek

Namun ternyata, kue ini bukan untuk langsung disantap tamu yang datang berkunjung. “Jadi meskipun kue keranjang disediakan untuk disuap, tapi kue keranjang itu kalau kamu lihat, tidak untuk dimakan oleh tamu yang datang ke rumah pas pada saat silaturahmi sincia, enggak. Tapi dimakan oleh tuan rumah sendiri,” jelas Yulius.

Teksturnya yang masih sangat lengket saat baru dibuat menjadi salah satu alasan. Selain itu, kue keranjang lebih sering dijadikan hantaran untuk keluarga besar sebagai simbol eratnya hubungan kekeluargaan.

Saat Imlek, tradisi saling berkunjung biasanya diiringi dengan membawa buah seperti jeruk atau apel, serta angpao sebagai tanda berbagi rezeki. Anak-anak atau pasangan muda juga lazim membawa makanan untuk orang tua atau mertua.

Dengan begitu, rumah orang tua akan penuh persediaan makanan untuk menjamu siapa pun yang datang bersilaturahmi. Tradisi ini secara tidak langsung menjaga suasana tetap hangat dan penuh keberkahan.

Dengan demikian, di balik manisnya nastar dan legitnya kue keranjang, terselip makna tentang harapan, kemakmuran, dan hubungan keluarga yang tetap terjaga. 


Topik

Kuliner Imlek 2026 Nastar Kue Keranjang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Sri Kurnia Mahiruni