JATIMTIMES – Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, PT Pesta Pora Abadi selaku pengelola jaringan kuliner Mie Gacoan melakukan penyesuaian jam operasional di sejumlah outlet. Kebijakan ini mulai diterapkan secara bertahap sejak 19 Februari 2026 di berbagai wilayah operasional.
Penyesuaian tersebut dilakukan sebagai respons atas perubahan pola kunjungan pelanggan selama Ramadan. Umumnya, terjadi peningkatan jumlah pengunjung pada waktu menjelang berbuka puasa, selepas salat tarawih, hingga dini hari menjelang sahur.
Baca Juga : Keutamaan Salat Tarawih Malam ke-6: Pahala Seperti Tawaf di Baitul Makmur dan Doa Ampunan dari Seluruh Bumi
Corporate Branding & Communications Manager PT Pesta Pora Abadi, Ahmad Maulana, mengatakan bahwa Ramadan memiliki karakteristik kunjungan yang berbeda dibandingkan bulan lainnya sehingga diperlukan pengaturan layanan yang lebih adaptif.
“Selama Ramadan, pola kunjungan pelanggan cenderung terpusat pada jam berbuka hingga malam hari setelah tarawih. Karena itu, kami melakukan penyesuaian jam operasional secara bertahap agar kesiapan tim dan layanan tetap optimal,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kebijakan tersebut bukan sekadar perubahan jam buka dan tutup, melainkan bagian dari strategi operasional agar kualitas pelayanan tetap terjaga di tengah lonjakan pengunjung pada waktu-waktu tertentu.
“Kami ingin memastikan pelanggan tetap mendapatkan pengalaman yang nyaman saat berkunjung, baik untuk berbuka puasa maupun makan setelah tarawih. Penyesuaian ini juga membantu tim di lapangan dalam mengatur ritme kerja selama Ramadan,” jelasnya.
Dalam penerapannya, jam operasional dibedakan antara outlet non-24 jam dan outlet yang beroperasi 24 jam. Skema ini berlaku di seluruh zonasi waktu Indonesia, meliputi WIB, WITA, hingga WIT. Pengaturan tersebut disesuaikan dengan karakteristik wilayah masing-masing agar tetap efektif.
Manajemen juga menyatakan siap mengikuti kebijakan pemerintah daerah apabila terdapat peraturan khusus terkait pembatasan jam operasional selama Ramadan.
Baca Juga : Jelang Idul Fitri, Pemkot Malang Waspadai Praktik Penggelembungan Harga Pangan
“Kami menghormati dan akan menyesuaikan apabila ada Peraturan Daerah yang mengatur jam operasional selama Ramadan di wilayah tertentu,” tegas Ahmad.
Ramadan juga dipandang sebagai momentum kebersamaan. Tradisi berbuka puasa bersama keluarga, teman, maupun kolega menjadi bagian dari dinamika sosial masyarakat selama bulan suci.
Melalui penyesuaian jam layanan ini, Mie Gacoan berharap pelanggan dapat merencanakan waktu kunjungan dengan lebih fleksibel sesuai kebutuhan masing-masing. Perusahaan mengimbau pelanggan untuk mengecek informasi terbaru terkait jam operasional outlet terdekat melalui akun Instagram resmi @mie.gacoan sebelum datang.
Dengan langkah ini, manajemen optimistis operasional selama Ramadan dapat berjalan lancar sekaligus tetap mengakomodasi kebutuhan pelanggan yang meningkat pada waktu-waktu tertentu.
