JATIMTIMES - Pelaksana tugas (Plt) Bupati Malang Didik Gatot Subroto bersama Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Malang melaunching Kios Pangan Stokis Karya Mandiri Sejahtera, Selasa (12/11/2024).
Peresmian Kios Pangan yang berlokasi di Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang tersebut ditujukan dalam rangka mendukung Program Pemerintah terkait stabilisasi pasokan dan harga pangan.
"Kios Pangan inikan pertama dilaunching di Kabupaten Malang di dalam rangka mendekatkan antara petani, kemudian distributor dan sebenarnya penerima manfaat," ujar Didik saat ditemui JatimTIMES, usai menghadiri agenda launching Kios Pangan.
Sekedar informasi, launching Kios Pangan tersebut berdasarkan pada Surat Keputusan Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan, Badan Pangan Nasional (Bapanas) Nomor 9 Tahun 2024. Yakni tentang petunjuk teknis stabilisasi pasokan dan harga pangan melalui kegiatan Kios Pangan tahun 2024.
"Maka ini menjadi penting kalau ini bisa dilakukan secara bersama-sama dan dilakukan secara serius," ujar Didik.
Sesuai dengan petunjuk dari Bapanas, peran pemerintah dalam mewujudkan stabilisasi pasokan dan harga pangan tersebut melalui intervensi bantuan transportasi distribusi. Yakni dari produsen ke kios pangan. Sehingga diharapkan tidak terdapat gejolak harga pangan di tingkat konsumen.
Dalam komitmennya, disampaikan Didik, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang akan mendukung kedaulatan pangan sesuai imbauan dari Presiden Prabowo Subianto. Sehingga, Pemkab Malang berencana memasifkan keberadaan Kios Pangan hingga ke 33 kecamatan yang ada di Kabupaten Malang.
"Sebenarnya target kami itukan bagaimana dari petani ini harganya bisa tetap stabil karena pasarnya jelas. Kemudian pedagang, pemanfaat (konsumen), masyarakat bisa mendapatkan barang yang kualitasnya bagus dan jaminannya bisa teruji, harganya juga bisa standar," beber Didik.
Dijelaskan Didik, keberadaan Kios Pangan juga ditujukan dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan di Kabupaten Malang. "Makanya tadi ada 11 (komoditi) yang sementara di perdagangkan," ujarnya.
Dijabarkan Didik, 11 komoditi yang disediakan di Kios Pangan tersebut meliputi beras, gula, garam, bawang merah, bawang putih, telur, minyak goreng, tepung terigu, daging ayam, cabe merah besar, hingga cabe rawit. "Ke depannya besar harapan kami bisa bertambah mulai ikan lautnya, hingga ayam dan daging," imbuhnya.
Sekedar informasi, sasaran Kios Pangan terdiri dari toko kelontong yang ada di pemukiman/pasar dan toko lain yang melakukan usaha perdagangan di sektor pangan. Tercatat, Kios Pangan yang baru saja dilaunching tersebut sementara akan melayani 33 kios yang tersebar di Kecamatan Tajinan.
"Diharapkan, bagaimana nanti ini (Kios Pangan) bisa mendekatkan, kalau di sini ada peternak, ada rumah potong hewan, kenapa tidak semuanya nanti kita masukkan ke sini (Kios Pangan)," ujarnya.
Nantinya, disampaikan Didik, komoditi yang ada di Kios Pangan yang juga berasal dari potensi lokal tersebut bisa dipasarkan kembali ke masyarakat setempat. "Dari Kios Pangan, disampaikan kepada para pengecer (kios), pengecer langsung didistribusikan pada masyarakat sebagai pemanfaatnya (konsumen). Kalau distribusi itu kita lakukan, insyaallah jadi baik," pungkas Didik.



