JATIMTIMES - Hermarin Healthy Drink, menjadi produk hasil riset yang berhasil dihilirisasi secara komersil oleh dua dosen di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang. Hermarin Healthy Drink ini terbuat dari Daun Semanggi dan merupakan produk kesehatan herbal berupa jamu yang dikemas dengan kemasan kekinian.
Dalam prosesnya, produk Hermarin Healthy Drink melalui proses panjang dengan riset yang dilakukan selama 13 tahun. Dimulai pada 2011, penelitian ini diinisiasi oleh Prof. Dr. apt. Mangestuti Agil, M. Si.
Ahli Etno-medicine dari Universitas Airlangga.
"Awalnya beliau mengerjakan penelitian Semanggi untuk anti osteoporosis, secara empiris digunakan untuk ibu-ibu yang sudah sepuh yang tulangnya sakit. Ketika dianalisis lebih lanjut, kita ketemu nih fitoesterogen. Kemudian dikembangkan ada mahasiswa S2 dan S3 yang melakukan penelitian, termasuk saya (saat masih menjadi mahasiswa)," jelas Dr. apt. Burhan Ma'arif Z.A, M. Farm, tim peneliti dan pengembangan In vitro-In vivo dan In silico produk Hermarin Healthy Drink.

Untuk diketahui, Fitoesterogen sendiri merupakan senyawa nabati yang dapat meniru estrogen alami dalam tubuh. Senyawa ini memiliki manfaat untuk mengurangi tanda-tanda penuaan dengan meningkatkan hidrasi kulit dan mengurangi garis halus. Selain itu, senyawa itu juga menyimbangkan hormon yang merupakan kunci untuk menjaga vitalitas dan mencegah gejala penuaan dini.
Kemudian setelah Prof Mangestuti pensiun, penelitian berlanjut dan dikembangkan menjadi minuman kesehatan. Dalam tanaman semanggi, terdapat senyawa bernama fito-esterogen yang baik untuk mencegah osteoporosis, otak, jantung hingga terbaru untuk anti-aging atau penuaan pada kulit.
Produk ini telah menjalani uji toksisitas pada sel tulang, hewan coba hingga ujicoba pada manusia. Dan dari hasil pengujian, jamu semanggi ini memberikan hasil yang positif. Pasien yang mengkonsumsi jamu ini mengalami penyembuhan.
''Tanaman semanggi selama ini hanya manfaatkan dalam sayur pecel, kripik dan lainnya. Padahal juag memiliki khasiat kesehatan. Mulai untuk tulang, otak untuk mencegah pikun, alzheimer, parkinson, kulit meningkatkan produksi kolagen hingga jantung,'' jelas Dosen Farmasi Bahan Alam FKIK UIN Maliki Malang.
Penelitian dilanjutkan pada penggunaan produk untuk mengetahui khasiatnya pada otak. Pada sel otak manusia yang diisolasi, pengunaan produk ini menunjukkan hasil yang positif. Kemudian berlanjut pada penelitian untuk Anti Aging yang juga menunjukkan hasil positif.
"Meskipun begitu, riset kami masih terus berjalan. Inginnya jadi obat herbal berstandar, jadi kelasnya diatas jamu. Mungkin juga ada variasi dalam pengembangannya, arah kedepan bisa jadi kapsul atau lainnya," terangnya.
Apt Novia Maulina M.Farm, Dosen Manajemen dan Bisnis Farmasi yang juga tim Pre Market Produk Hermarin menambahkan, bahwa ini merupakan produk jamu yang berbasis penelitian. Hal ini menjadi wujud hilirisasi hasil riset, sehingga penelitian yang dilakukan tidak hanay berhenti pada jurnal, artikel dan buku.

Saat ini, produk Hermarin sudah dipasarkan dengan mengandeng mitra industri PT Agaricus Sido Makmur Sentosa. Produk ini simpel dengan perpaduan rasa apel dalam kemasan sachet dan cara pengkonsumsian yang mudah.
Dalam aturan konsumsinya, produk Hermarin ini dapat dikonsumsi dua sampai tiga kali dalam sehari. "Jadi tinggal tuang, seduh dan dapat dinikmati baik hangat maupun dingin. Sudah ada gulanya tapi dengan batasan yang sehat. Dapat diminum sebagai pengganti teh," jelasnya.
Lebih lanjut, dengan pengemasan jamu dengan kemasan yang modern ini, juga menjadi upaya dalam menarik para generasi Z atau milenial untuk tetap melestarikan budaya minum jamu. Terlebih lagi, dengan adanya manfaat anti aging, bermanfaat bagi otak, tulang dan kesehatan tubuh secara menyeluruh, diharapkan produk ini dapat diminati oleh berbagai kalangan.
"Produk ini dijual dalam satu box berisi 20 sachet seharga Rp 100.000,. Saat ini produk masih diedarkan di wilayah Malang Raya," pungkasnya.




