Blue Economy Malang Eco Sport Tourism Fun Bike 2026 Dibuka, Wabup Lathifah: Event Olahraga Jadi Sarana Promosi Wisata

12 - Sep - 2026, 12:31

Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang Firmando Hasiholan Matondang dan Founder Blue Economy Foundation Indonesia Dewi Smaragdina beserta jajaran saat memberangkatkan para peserta dari Pendapa Pusat Studi Kendedes, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Sabtu (12/9/2026). (Foto: Dok. Prokopim Setda Kabupaten Malang)

JATIMTIMES - Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib resmi membuka event olahraga Blue Economy Malang Eco Sport Tourism Fun Bike 2026 di Pendapa Pusat Studi Kendedes, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang yang didorong menjadi pemantik kunjungan wisata di Kabupaten Malang. 

Lathifah hadir didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang Firmando Hasiholan Matondang, Forkopimcam Singosari, serta jajaran Blue Economy Foundation Indonesia dan para peserta dari Malang, Surabaya hingga Jakarta yang berjumlah sekitar 200 orang peserta. 

Baca Juga : Wali Kota Blitar Jemput Dua Anak Putus Sekolah, Antar Mereka Menata Masa Depan di Sekolah Rakyat

Perempuan yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Anggota DPR RI ini menyampaikan, bahwa event olahraga seperti Blue Economy Malang Eco Sport Tourism Fun Bike 2026 ini merupakan salah satu upaya untuk mendorong pengembangan olahraga berbasis wisata di Kabupaten Malang. Sehingga nantinya, pengembangan olahraga akan berjalan beriringan dengan promosi wisata Kabupaten Malang. 

Secara khusus Lathifah juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya event olahraga Blue Economy Malang Eco Sport Tourism Fun Bike 2026. Menurutnya, kegiatan olahraga tersebut dapat menjadi sarana menjaha kebugaran, membangun semangat kebersamaan dan menjsdi media atau sarana untuk memperkenalkan berbagai potensi wisata yang dimiliki Kabupaten Malang. 

"Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin olahraga sekaligus menjadi bagian dari upaya mengenalkan potensi wisata Kabupaten Malang. Para peserta dapat menikmati suasana dan keindahan wilayah yang dilalui, sekaligus turut menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat," ungkap Lathifah, Sabtu (12/9/2026). 

Pejabat perempuan yang merupakan cucu dari salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) itu menuturkan, bahwa kegiatan olahraga semacam fun bike ini dapat terus dikembangkan dan dikemas sebaik mungkin untuk mengenalkan wisata-wisata unggulan yang ada di Kabupaten Malang. 

Menurutnya, sinergitas antara pemerintah, komunitas olahraga, pelaku pariwisata, serta masyarakat dinilai penting untuk menciptakan kegiatan yang berdampak positif terhadap promosi wisata dan perekonomian daerah.

"Kabupaten Malang memiliki potensi wisata yang sangat beragam. Karena itu, mari kita manfaatkan berbagai kegiatan olahraga dan komunitas sebagai sarana promosi wisata, sehingga semakin banyak masyarakat yang mengenal dan berkunjung ke Kabupaten Malang," jelas Lathifah. 

Melalui event Blue Economy Malang Eco Sport Tourism Fun Bike 2026, pihaknya berharap semangat berolahraga dapat berjalan beriringan dengan penguatan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, serta pemberdayaan potensi lokal masyarakat. Sehingga akan terjadi efek domino ketika kegiatan olahraga digelar di Kabupaten Malang. 

Sementara itu, Founder Blue Economy Foundation Indonesia Dewi Smaragdina mengucapkan terima kasih kepada jajaran Peemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang yang telah bersedia menjadi tuan rumah atas digelarnya Blue Economy Malang Eco Sport Tourism Fun Bike 2026. 

Dewi mengatakan, bahwa Blue Economy Eco Sport Tourism Fun Bike sebelumnya telah digelar di empat tempat. Yakni di Kepulauan Anambas, Yogyakarta, Banyuwangi dan Jakarta. Gelaran event di berbagai tempat ini merupakan salah satu wujud komitmen nyata dari Blue Economy Foundation dalam kampanye ekonomi berkelanjutan. 

Baca Juga : Rekomendasi Film Bioskop Akhir Pekan, Ada Horor hingga Fiksi Ilmiah

Menurutnya, konsep kegiatan dari Blue Economy Malang Eco Sport Tourism Fun Bike 2026 tidak hanya berfokus pada aktivitas bersepeda. Namun, di dalam event ini juga terlibat banyak pelaku Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Malang. 

"Kami telah melakukan kurasi para pelaku UKM-UMKM. Kurasi itu dilakukan untuk melihat sekaligus mendorong potensi produk lokal agar dapat berkembang dan memiliki nilai ekonomi yang lebih luas. Jadi kegiatan ini merupakan bagian dari ekonomi yang berkelanjutan," jelas Dewi. 

Ia menyebut, sekitar 200 peserta yang menyemarakkan event Blue Economy Malang Eco Sport Tourism Fun Bike 2026 ini diajak menikmati perjalanan sekitar 20 hingga 25 kilometer dengan suguhan pemandangan alam serta berbagai destinasi wisata di Kabupaten Malang. 

Selain bersepeda, pihaknya juga menginisiasi aktivitas peduli lingkungan. Di mana di event-event sebelumnya Blue Economy Foundation telah melakukan penanaman mangrove, sedangkan di event Blue Economy Malang Eco Sport Tourism Fun Bike 2026 juga dirangkai dengan kegiatan penanaman tanaman kacang makadamia.

"Kalau sebelumnya kami pernah melakukan penanaman mangrove, hari ini kami melakukan penanaman kacang makadamia," kata Dewi. 

Lebih lanjut, Dewi menambahkan, bahwa event Blue Economy Malang Eco Sport Tourism 2026 merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran bahwa aktivitas ekonomi, olahraga, pariwisata dan lingkungan dapat berjalan secara beriringan.

"Ini sebetulnya konsepnya pentahelix. Ada kementerian dan lembaga, kemudian kami dari yayasan, akademisi, media, masyarakat dan stakeholder lainnya," tutup Dewi.