TPST Krembung Sidoarjo Bersih Tanpa Bau dan Lalat, Wabup Mimik Dorong Desa Lain Meniru
Reporter
Nur Hidayah
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
09 - Sep - 2026, 06:50
JATIMTIMES – Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana mengapresiasi pengelolaan sampah di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Desa Krembung, Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo. Pengelolaan sampah di lokasi tersebut dinilai bersih, tertata, serta minim dampak terhadap lingkungan.
Hal itu disampaikan oleh Mimik saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke TPST Desa Krembung, Rabu (9/9). Dalam kunjungannya, Mimik mengaku terkesan melihat kondisi TPST yang berbeda dari sejumlah tempat pengelolaan sampah yang pernah didatanginya.
Baca Juga : Sekolah Rusak di Kota Malang Belum Tercover Pusat, Tambahan Anggaran Rp 1,5 Miliar Diajukan
Menurutnya, TPST Desa Krembung tidak menunjukkan persoalan umum yang kerap muncul di lokasi pengelolaan sampah, seperti tumpukan sampah, banyaknya lalat, maupun polusi udara.
“Baru kali ini saya menjumpai TPST yang bersih. Tidak ada lalat dan terbebas dari polusi udara,” ungkap Mimik pada Rabu (9/9/2026).
Ia menilai sistem pengelolaan yang diterapkan Pemerintah Desa Krembung patut diapresiasi. Sampah yang diambil dari rumah warga langsung dibawa ke TPST untuk dipilah dan diproses sehingga tidak dibiarkan menumpuk dalam waktu lama.
“Alhamdulillah. Di sini, sampah datang langsung dikelola. Bahkan, sekitar pukul 09.00 WIB sudah klir. Mudah-mudahan gebrakan Desa Krembung ini bisa digetoktularkan ke desa-desa lain,” jelasnya.
Mimik berharap pola pengelolaan sampah di Desa Krembung dapat menjadi inspirasi bagi desa lain di Kabupaten Sidoarjo. Menurutnya, persoalan sampah dapat ditangani mulai dari tingkat desa apabila dikelola secara serius, efektif, dan konsisten.
“Ini salah satu contoh, Desa Krembung berhasil. Desa lain juga harus bisa meniru. Kalau Desa Krembung bisa, kenapa desa lainnya tidak bisa,” tegasnya.
Meski memberikan apresiasi, Mimik menyebut masih ada sejumlah sarana pendukung yang perlu diperkuat. Salah satunya kendaraan operasional untuk mengangkut sampah dari rumah warga.
Saat ini, pengangkutan sampah di Desa Krembung masih mengandalkan kendaraan sewaan. Karena itu, Mimik berharap dukungan kendaraan pengangkut sampah dapat segera direalisasikan agar pelayanan kebersihan kepada masyarakat semakin optimal.
Baca Juga : Program Sehati Kemendes PDT Jadi Momentum Kabupaten Malang Percepat Hilirisasi Komoditas Desa
Sementara itu, Kepala Desa Krembung Salmiati mengatakan, keberhasilan pengelolaan TPST tidak lepas dari kerja keras dan antusiasme para petugas. Sebanyak tujuh personel setiap hari menangani sampah yang berasal dari warga Desa Krembung.
“Petugasnya sangat antusias, sangat greget. Akhirnya bersih seperti ini. Sampah yang baru diambil dari warga dibawa ke TPST, kemudian langsung dipilah dan dikelola,” jelas Salmiati.
Ia menerangkan, sampah yang masih memiliki nilai manfaat akan dipilah untuk dimanfaatkan kembali. Sementara sampah yang tidak dapat digunakan lagi ditangani sesuai mekanisme pengelolaan yang diterapkan di TPST.
Proses tersebut dilakukan setiap hari dengan target tidak terjadi penumpukan sampah. Dengan pola kerja tersebut, sampah yang masuk dapat diselesaikan dalam waktu relatif singkat.
“Tidak sampai satu hari sudah habis dan selesai. Sekitar pukul 10.30 WIB sudah selesai, jadi kurang lebih tiga jam,” pungkasnya.
