Mengapa Utsman bin Affan Dijuluki Dzun Nurain? Ini Kisah Dua Pernikahannya dengan Putri Nabi
Reporter
Anggara Sudiongko
Editor
Dede Nana
08 - Sep - 2026, 10:23
JATIMTIMES - Utsman bin Affan RA memiliki kedudukan istimewa dalam sejarah keluarga Nabi Muhammad SAW. Ia bukan hanya dikenal sebagai salah satu sahabat utama Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi menantu Nabi sebanyak dua kali.
Kisah tersebut juga dicatat Prof. Dr. Ali Muhammad Ash-Shallabi dalam buku Biografi Utsman bin Affan. Ash-Shallabi menyebut Utsman sebagai satu-satunya sahabat yang menikahi dua putri Rasulullah SAW, yakni Ruqayyah dan Ummu Kultsum.
Baca Juga : Unisma Beri Potongan UKT hingga 70 Persen untuk Juara Turnamen Voli Lustrum IX
Keterangan serupa juga terdapat dalam buku Kisah Hidup Utsman bin Affan karya Musthafa Murad. Buku tersebut mencatat bahwa setelah Ruqayyah wafat, Rasulullah SAW menikahkan Utsman dengan Ummu Kultsum.
Utsman pertama kali menikahi Ruqayyah binti Muhammad SAW. Setelah Ruqayyah wafat, Utsman kemudian menikahi saudara kandungnya, Ummu Kultsum binti Muhammad SAW. Dua pernikahan tersebut berlangsung secara berurutan dan tidak dalam waktu bersamaan.
Karena itu, Utsman dikenal dengan julukan Dzun Nurain yang berarti pemilik dua cahaya.
Sebelum menjadi istri Utsman, Ruqayyah pernah menikah dengan Utbah bin Abu Lahab. Pernikahan itu terjadi ketika keluarga Nabi SAW masih memiliki hubungan kekerabatan dengan keluarga Abu Lahab.
Namun, hubungan tersebut berakhir setelah Abu Lahab meminta putranya menceraikan Ruqayyah. Permintaan itu muncul setelah Rasulullah SAW menyampaikan dakwah Islam dan mendapat penentangan keras dari Abu Lahab.
Utbah akhirnya menceraikan Ruqayyah. Setelah itu, Ruqayyah menikah dengan Utsman bin Affan dan keduanya menghadapi tekanan yang dialami kaum Muslimin di Makkah.
Utsman dan Ruqayyah kemudian termasuk pasangan yang melakukan hijrah ke Habasyah. Mereka selanjutnya hidup di Madinah setelah Rasulullah SAW dan kaum Muslimin berhijrah ke kota tersebut.
Dari pernikahan itu lahir seorang anak laki-laki bernama Abdullah. Namun, Abdullah meninggal dunia ketika usianya sekitar enam tahun.
Ruqayyah kemudian jatuh sakit ketika kaum Muslimin bersiap menghadapi Perang Badar. Nabi Muhammad SAW meminta Utsman tetap berada di Madinah untuk merawat istrinya.
Ruqayyah akhirnya wafat pada tahun 2 Hijriah. Kepergiannya membuat Utsman kembali hidup sebagai seorang duda.
Tidak lama setelah Ruqayyah wafat, Umar bin Khattab sempat menawarkan putrinya, Hafshah, kepada Utsman. Namun, Utsman tidak memberikan jawaban atas tawaran tersebut.
Umar kemudian menyampaikan persoalan itu kepada Rasulullah SAW. Nabi SAW lalu menawarkan Ummu Kultsum kepada Utsman.
Dalam riwayat yang dinukil dari Said bin Al-Musayab, Rasulullah SAW bersabda kepada Umar, "Apakah kamu menginginkan yang lebih baik daripada itu? Aku menikahi Hafshah dan aku menikahkan Utsman dengan perempuan yang lebih baik daripada Hafshah, (yakni) Ummu Kultsum."
Baca Juga : Panduan API AI NSFW: Mengapa Platform Terintegrasi Lebih Unggul daripada Reseller Pihak Ketiga
Utsman kemudian menikahi Ummu Kultsum pada Rabiul Awal tahun 3 Hijriah. Pernikahan tersebut berlangsung setelah Ruqayyah wafat sehingga Utsman tidak menikahi kedua putri Nabi SAW secara bersamaan.
Riwayat lain yang disampaikan Aisyah binti Abu Bakar menggambarkan bagaimana Rasulullah SAW mempersiapkan pernikahan Ummu Kultsum dengan Utsman.
Aisyah menuturkan bahwa Nabi SAW meminta Ummu Aiman mempersiapkan Ummu Kultsum dan mengantarkannya kepada Utsman. Setelah tiga hari pernikahan, Rasulullah SAW menemui putrinya dan menanyakan kehidupan rumah tangganya.
"Wahai putriku, bagaimana kamu mendapati suamimu?" tanya Nabi SAW kepada Ummu Kultsum.
Ummu Kultsum kemudian menjawab, "Ia adalah sebaik-baik suami."
Rumah tangga Utsman dan Ummu Kultsum berlangsung selama beberapa tahun tanpa dikaruniai anak. Pernikahan tersebut berakhir setelah Ummu Kultsum meninggal dunia pada Sya'ban tahun 9 Hijriah karena sakit.
Wafatnya Ummu Kultsum menjadi duka bagi Rasulullah SAW dan Utsman. Nabi SAW turut menyalatkan jenazah putrinya dan berada di sisi makamnya.
Anas bin Malik meriwayatkan bahwa ia melihat Rasulullah SAW menangis ketika berada di makam Ummu Kultsum.
Utsman juga tampak sangat terpukul atas kepergian istrinya. Melihat kesedihan tersebut, Rasulullah SAW kemudian menyampaikan perkataan yang menunjukkan kedekatan dan penghargaan beliau kepada Utsman.
"Jika kami memiliki putri yang ketiga, maka kami akan menikahkannya denganmu wahai Utsman," sabda Rasulullah SAW.
