Hei Para Istri! Ingin Rezeki Suami Lancar? Lakukan 5 Hal Ini
Reporter
Anggara Sudiongko
Editor
Dede Nana
07 - Sep - 2026, 09:56
JATIMTIMES - Rezeki dalam rumah tangga tidak
hanya berbicara tentang besarnya penghasilan suami. Cara pasangan menjalani kehidupan, menjaga ketenangan rumah, beribadah dan saling mendoakan juga menjadi bagian penting yang patut diperhatikan.
Bagi seorang istri, ada sejumlah sikap yang dalam ajaran Islam dipandang sebagai bentuk kesalehan sekaligus dapat menjadi jalan hadirnya keberkahan dalam keluarga. Mulai dari bertawakal kepada Allah, gemar bersedekah, menaati suami dalam perkara yang benar, mendoakan pasangan hingga pandai mensyukuri nikmat.
Baca Juga : Kalender Jawa Weton Senin Pahing 7 September 2026: Suka Mendendam
Pesan mengenai pentingnya peran istri tersebut sejalan dengan sabda Rasulullah SAW tentang kedudukan perempuan salehah. Dari Abdullah bin Amr bin Ash RA, Rasulullah SAW bersabda:
“Dunia adalah perhiasan, dan perhiasan dunia yang terbaik adalah wanita salehah.” (HR. Muslim).
Makna tersebut menggambarkan bahwa istri bukan sekadar pendamping dalam kehidupan rumah tangga. Ia dapat menjadi sosok yang memberikan ketenangan, semangat dan dukungan ketika suami menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
Alquran juga menggambarkan karakter perempuan salehah dalam Surah An-Nisa ayat 34. Dalam ayat tersebut disebutkan bahwa perempuan yang saleh adalah mereka yang taat kepada Allah dan menjaga diri ketika suaminya tidak berada di rumah.
Ketaatan yang dimaksud tentu berada dalam perkara yang benar dan tidak bertentangan dengan ketentuan agama. Dengan prinsip tersebut, ada lima sifat yang dapat menjadi pegangan bagi para istri dalam membangun rumah tangga yang diharapkan dipenuhi keberkahan.
Pertama, membangun sikap tawakal kepada Allah SWT. Tawakal berarti menyerahkan hasil kepada Allah setelah seseorang menjalankan ikhtiar. Sikap ini penting karena rezeki pada hakikatnya berada dalam ketetapan Allah.
Allah SWT berfirman dalam Surah At-Talaq ayat 3:
“Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya.”
Ayat tersebut dapat menjadi pengingat bagi pasangan suami istri agar tidak hanya menggantungkan harapan kepada kemampuan manusia. Ikhtiar tetap dilakukan, sementara hasil akhirnya diserahkan kepada Allah SWT.
Kedua, membiasakan diri bersedekah. Sedekah menjadi salah satu amalan yang mendapat perhatian besar dalam Islam. Ketika seorang istri menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu orang lain, amalan tersebut tidak sekadar berkaitan dengan pemberian materi, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian sosial dan ketaatan kepada Allah.
Dalam Surah Al-Baqarah ayat 261, Allah SWT menggambarkan pahala orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti satu benih yang menghasilkan tujuh bulir, dan setiap bulir memiliki seratus biji.
“Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.”
Ketiga, menaati suami dalam perkara yang dibenarkan agama. Ketaatan dalam rumah tangga bukan berarti mengikuti semua perintah tanpa batas. Prinsipnya, istri menaati suami sepanjang perintah tersebut tidak mengarah pada kemaksiatan atau bertentangan dengan ketentuan Allah dan Rasul-Nya.
Baca Juga : Dinkes Kabupaten Malang Percepat CKG, Puskesmas Diminta Perluas Jangkauan Pemeriksaan
Sikap saling menghormati dan menjalankan peran masing-masing dapat membantu menciptakan suasana rumah yang lebih tenang. Ketika rumah menjadi tempat yang nyaman, pasangan dapat menjalani aktivitas dan pekerjaan dengan kondisi pikiran yang lebih baik.
Dukungan emosional dari pasangan juga dapat menjadi modal penting bagi suami ketika menghadapi tekanan pekerjaan maupun persoalan kehidupan.
Keempat, jangan pelit mendoakan suami.
Doa seorang istri untuk suaminya menjadi bentuk dukungan yang tidak membutuhkan biaya, tetapi memiliki nilai spiritual. Seorang istri dapat mendoakan agar suaminya diberikan kesehatan, kemudahan dalam bekerja, rezeki yang halal dan keberkahan dalam setiap usaha.
Allah SWT berfirman dalam Surah Ghafir ayat 60: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan.”
Doa juga menjadi pengingat bahwa kelancaran rezeki tidak semata-mata ditentukan oleh kemampuan manusia. Ada kehendak Allah SWT di balik setiap hasil yang diperoleh seseorang.
Kelima, membiasakan diri bersyukur. Rasa syukur menjadi salah satu sikap yang ditekankan dalam Alquran. Dalam kehidupan rumah tangga, syukur tidak hanya dilakukan ketika mendapatkan penghasilan besar atau rezeki berlimpah.
Menghargai nafkah yang diberikan suami, tidak meremehkan usaha pasangan dan tetap melihat berbagai nikmat yang telah dimiliki merupakan bagian dari sikap syukur.
Allah SWT berfirman dalam Surah Ibrahim ayat 7:
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu.”
