UMKM Minuman Rempah Instan Asal Kota Malang Berawal dari Pandemi, Kini Tembus Pasar Luar Daerah
Reporter
Irsya Richa
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
13 - Feb - 2026, 04:23
JATIMTIMES - Berawal dari kekhawatiran masyarakat terhadap kesehatan saat pandemi COVID-19, seorang pelaku UMKM asal Kota Malang, Fivi Indah Yanti, berhasil mengembangkan usaha minuman rempah instan bermerek Yu’Sa Herbal.
Produk yang dirintis sejak akhir 2019 tersebut kini tidak hanya menjadi alternatif minuman kesehatan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi perempuan di lingkungan sekitarnya.
Baca Juga : Pameran Setengah Rindu: Sentuhan Personal Dari Memori Kulit Kacang hingga Kritik Gawai di Galeri Raos Batu
Fivi, mengaku ide memproduksi minuman rempah muncul saat pandemi melanda. Kala itu, masyarakat kesulitan mendapatkan vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh.
“Awalnya itu dari masa COVID-19. Saat itu vitamin sulit didapat karena banyak orang membutuhkannya. Dari situ saya berpikir untuk membuat minuman rempah yang bisa membantu meningkatkan imunitas,” ungkap Fifi kepada JatimTIMES.
Seiring berjalannya waktu, usaha yang ia rintis berkembang pesat. Produk minuman rempah instan Yusa kini hadir dalam berbagai varian seperti jahe instan, temulawak, kunyit asem, beras kencur, hingga varian terbaru yakni bajigur.
Seluruh produk dibuat menggunakan bahan rempah pilihan dengan proses produksi yang dijaga kualitasnya. Ia juga memastikan produk yang dipasarkan telah mengantongi berbagai perizinan usaha.
“Alhamdulillah perizinan sudah lengkap, mulai dari NIB, PIRT, merek, halal, dan sekarang masih proses BPOM,” jelas Fivi, Jumat (13/2/2026).
Produk miliknya tersedia dalam bentuk minuman instan maupun minuman siap minum (ready to drink). Untuk minuman cair, produksi bisa mencapai 20 liter per hari, menyesuaikan permintaan pasar.
Sementara produksi minuman instan rata-rata mencapai empat kilogram per hari dengan sistem produksi bergantian sesuai stok.
Pemasaran produk dilakukan melalui berbagai jalur, mulai dari penjualan langsung di rumah produksi, pemasaran daring, hingga penitipan di pusat oleh-oleh dan hotel. Bahkan, produk Yusa sudah merambah pasar luar daerah.
Baca Juga : Pemkab Gresik Pastikan Harga Pangan Stabil dan Stok Aman Jelang Ramadan
“Untuk distribusi sudah sampai Jakarta dan Kalimantan. Di Kalimantan Timur, produk instan kami digunakan sebagai bahan olahan minuman seperti kopi jahe atau jahe krimer di salah satu kafe,” kata Fivi.
Sedangkan produknya dipasarkan dengan harga terjangkau. Kemasan sachet dijual sekitar Rp 3 ribu, kemasan standing pouch 100 gram dibanderol Rp 12 ribu. Sedangkan kemasan botol premium yang biasanya dipasarkan di hotel dijual seharga Rp 17 ribu.
Tak hanya berfokus pada bisnis, Vivi juga menjadikan usahanya sebagai sarana pemberdayaan perempuan. Ia melibatkan warga sekitar, khususnya perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga, untuk ikut dalam proses produksi.
“Sekarang ada sekitar lima perempuan yang membantu produksi. Saya ingin usaha ini bisa membantu meningkatkan perekonomian perempuan agar lebih mandiri,” terang Fivi.
Fivi berharap, melalui UMKM yang ia kembangkan, perempuan bisa memiliki kemandirian ekonomi dan tidak bergantung sepenuhnya pada pihak lain.
“Harapan saya perempuan bisa berdiri sendiri, mandiri, dan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang,” tutup Fivi.
