JATIMTIMES - Angka kunjungan wisata di Kota Batu tahun 2025 ini menunjukkan penurunan signifikan jika dibandingkan tahun 2024 lalu. Bahkan Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu mencatat kunjungan wisatawan merosot lebih dari 50 persen.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Disparta Kota Batu Onny Ardianto. Penurunan dipengaruhi daya beli masyarakat yang juga mengikuti melemahnya kondisi ekonomi. Selain itu, beberapa kebijakan pemerintah seperti efisiensi juga turut berimbas pada pasar tertentu yang menyerap kunjungan dari instansi dan lembaga.

"Hingga bulan ini, angka kunjungan wisata masih 4,6 juta wisatawan saja," paparnya saat ditemui awak media, belum lama ini.

Sedangkan target pada tahun 2025 adalah 11,5 juta kunjungan. Artinya 6,9 juta kunjungan belum terpenuhi dari yang ditargetkan.

Sementara, perbandingannya tahun 2024 angka kunjungan wisata hingga akhir tahun menyentuh 10,8 juta orang. Angka itu meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2023 lalu, jumlahnya mencapai 10,1 juta wisatawan. Sehingga, angka kunjungan wisata tahun ini anjlok mencapai 50 persen lebih.

"Saat ini semakin jarang orang pergi berwisata, termasuk di momen high season," tutur mantan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika itu.

Hal tersebut berdampak pada angka kunjungan tidak mengalami kenaikan meski libur panjang. Sebab, wisatawan cenderung memilih berwisata di dekat tempat asalnya karena mempertimbangkan budget yang ditetapkan. Sedangkan mayoritas penyumbang angka kunjungan wisata berasal dari masyarakat luar daerah.

"Alasan lainnya juga maraknya sejumlah objek wisata yang tidak rutin melapor," tegasnya.

Dengan capaian yang menurun, libur akhir tahun saat momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) nanti menjadi harapan terakhir objek wisata untuk memanen wisatawan. Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu menargetkan angka kunjungan wisata momen Nataru mencapai 1,1 juta wisatawan.

Target tersebut cukup tinggi jika dibandingkan capaian Nataru periode lalu. Yakni 1 juta wisatawan. Meski begitu, Onny menilai angka tersebut masih cukup raisonal. Dengan estimasi angka kunjungan per hari mencapai 40-70 ribu kunjungan wisata. 

Dikatakannya, beberapa objek wisata baru yang hadir di Kota Batu disebut bakal mendongkrak angka kunjungan saat momen Nataru. Seperti mulai beroperasinya wisata baru di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji.

"Selain itu, objek wisata legendaris juga menambah beberapa wahana baru yang bisa menarik kunjungan wisata," terang Onny.

Meski demikian, Onny tak menampik adanya kekhawatiran mengenai fluktuasi angka kunjungan wisata saat momen Nataru tahun ini.

Di sisi lain, destinasi wisata juga bersiap. Salah satunya Jawa Timur Park Group. Manager Marketing and Public Relations Jawa Timur Park Group Titik S Ariyanto mengatakan, sejumlah persiapan telah dilakukan di seluruh destinasi. Mulai dari persiapan dekorasi menyambut Nataru hingga mulai menambah beberapa wahana baru.

"Seperti kehadiran Virtual Immersive Park (VIP) dan Metaverse di Jawa Timur Park 2 hingga Jurrasic Sky Ride di Jawa Timur Park 3," jelasnya.

Selain itu, hiburan tambahan juga tengah dipersiapkan khusus untuk momen Nataru. Seperti hiburan entertainment, dancer hingga hadiah bagi para pengunjung. Meski begitu, dirinya tak menampik adanya penurunan angka kunjungan tahun ini.

"Jika diprediksi, angka penurunan bisa menyentuh 30 persen," tandasnya.