JATIMTIMES - Upaya meningkatkan angka partisipasi pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kabupaten Malang terus dilakukan. Salah satunya lewat edukasi kepada orang tua dengan melibatkan unsur gabungan dinas terkait di Kecamatan Pujon. Wujudnya, Kecamatan Pujon menjadi pilot project dari Gerakan Satu Tahun Pra-Sekolah Dasar (Satu Dasa).

Gerakan tersebut dimulai dengan sosialisasi dan edukasi langsung melibatkan Bunda PAUD, masyarakat dalam hal ini para orang tua dengan anak-anak usia dini, juga para anggota pengerak PKK. Puluhan peserta mengikuti sosialisasi tersebut di Pendapa Kecamatan Pujon, Selasa (25/11/2025).

Bunda PAUD Kabupaten Malang Anis Zaida Sanusi yang hadir langsung dan membuka sosialisasi menyampaikan bahwa saat ini belum semua anak balita mengikuti PAUD sebelum masuk SD. Padahal, pendidikan usia dini penting untuk stimulasi kepekaan anak dalam belajar dan bersosialisasi sebelum masuk ke jenjang pendidikan dasar.
"Melalui PAUD, adaptasi lebih memudahkan anak kita menuju jenjang lebih tinggi lagi," ujar Anis.
Menurut dia, perlu integrasi layanan di Kabupaten Malang melalui langkah strategis, agar setiap anak memperoleh hak pendidikan dini sebelum memasuki SD. Tidak hanya pada pemerintahan tapi juga sinergi semua unsur turut berperan.

Anis menekankan, pendidikan untuk pembentukan karakter lebih berat jika tidak dilakukan sejak dini. Sehingga harus menjadi perhatian bersama. "Dari bunda PAUD, guru, masyarakat, orang tua yang memiliki anak usia dini ikut berperan. Pendidikan dini harus dilalui jenjang pertama masuk sekolah. Karena masa golden age tidak akan terulang kembali," tambahnya.
Kepala Bidang (Kabid) PAUD dan Dikmas Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Elin Vikawati mengatakan, kesadaran orang tua akan pentingnya pendidikan usia dini menjadi salah satu penyebab anak belum mendapatkan layanan PAUD.
Kecamatan Pujon dipilih menjadi pilot project karena merupakan salah satu kecamatan dengan partisipasi PAUD tertinggi di Kabupaten Malang.
"Untuk anak usia dini ada lebih dari 2.500 anak, dari 10 desa. Tentunya dengan kegiatan ini, kami dari Bidang PAUD dan Dikmas terus mendorong agar kesadaran orang tua meningkat setiap tahun," jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga mendorong agar orang tua bisa segera melengkapi data administrasi kependudukan anak, agar anak bisa mendapatkan haknya mengenyam pendidikan dasar. "Untuk meningkatkan lagi, sosialisasi juga sekaligus bekerja sama denga Jebol Anduk (Jemput Bola Administrasi Kependudukan) oleh Dispendukcapil, kami sekaligus mengimbau agar anak yang belum memiliki NIK segera mengurus dengan mudah," kata Elin.
Selain seremonial pencanangan Gerakan Satu Dasa, rangkaian agendanya juga dilakukan penyerahan alat permainan edukatif, sosialisasi dari praktisi PAUD yang mengedukasi pentingnya PAUD oleh Totok Isnanto, asesor PAUD Jawa Timur. Kegiatan sosialisasi turut dipadukan dengan layanan kependudukan.

Rangkaian kegiatan tersebut juga mendukung program wajib belajar 13 tahun. Salah satunya pendidikan pra sekolah dasar jelang masuk SD. Utamanya kita gencarkan edukasi kepada anak-anak usia 5-6 tahun yang belum terlayani PAUD.
"Bersama-sama terus meningkatkan angka partisipasi PAUD di Kabupaten Malang," tuturnya.(Adv)





