JATIMTIMES - Dalam empat bulan terakhir pada Januari hingga April 2025, Dinas Kesehatan (Dinkes)Kota Batu mencatat angka 31 kasus kehamilan remaja dengan usia termuda 15 tahun. Kasus terbilang tinggi jika dibandingkan pada 2024 silam.

Ya pada 2024 lalu, Dinkes Kota Batu mencatat terdapat 43 kasus kehamilan remaja dalam kurun waktu satu tahun. Pada 2025 ini, kurun waktu empat bulan saja sudah 31 kasus kehamilan remaja terjadi.

Kemudian pada 2024 terdapat 111 kasus persalinan usia remaja. Untuk 2025 periode Januari-April 2025 terdapat 21 kasus persalinan remaja dengan usia termuda 14 tahun.

Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit, dan Penanganan Bencana Dinkes Kota Batu, dr. Susana Indahwati, menjelaskan kasus tersebut sebagian besar baru terungkap saat persalinan. Alasannya, banyak keluarga yang menutupi kehamilan remaja.

“Ini yang hingga akhirnya terdeteksi saat persalinan berlangsung,” ungkap Susan Kamis (28/8/2025). 

Fenomena ini, lanjut Susan, sebagian besar disebabkan oleh minimnya pengawasan dan edukasi dari orang tua. Topik kesehatan seksual masih dianggap tabu, sehingga anak mencari informasi dari media sosial maupun lingkungan pergaulan.

Karena itu pentingnya memperkuat edukasi kesehatan reproduksi. Lantaran kehamilan usia remaja berpotensi terjadinya pendarahan dan membahayakan diri sendiri serta janin yang berada dalam kandungannya, hingga mengakibatkan kematian pada remaja perempuan.

Sebab belum matangnya organ reproduksi pada remaja perempuan yang belum siap untuk dibuahi menjadi faktor utama yang membahayakan remaja perempuan saat hamil.

Beberapa upaya dilakukan oleh Dinkes Kota Batu menghindari kehamilan remaja. Seperti, menggelar workshop yang menggandeng guru sekolah. Sebab guru juga menjadi garda demi menekan angka ini. Dengan adanya workshop ini bertujuan membekali para guru dengan pengetahuan seputar kesehatan reproduksi, baik dari sisi fisik maupun psikis.

“Remaja harus memiliki pemahaman yang tepat tentang kesehatan reproduksi agar lebih bertanggung jawab terhadap diri sendiri. Edukasi yang benar bisa mencegah mereka melakukan hal-hal yang berisiko dan merugikan,” tegas Susan.

Upaya lainnya, peran orang tua juga menjadi garda terdepan dalam menanggulangi kasus ini. Orang tua dalam mendampingi dan mendidik anaknya di usia remaja juga harus menyelipkan pendidikan seks dan bahas seks bebas.

Lalu juga mengawasi sang buah hati dalam lingkungan pergaulan pertemanan mereka juga harus dilakukan orang tua. “Karena itu, keterlibatan sekolah dan keluarga sangat dibutuhkan untuk mencegah meningkatnya kasus serupa di Kota Batu ini,” tutup Susan.