JATIMTIMES - Di balik gemilangnya film animasi 'Jumbo' yang menarik 3 juta penonton dalam waktu dua pekan penayangan, ada sosok Denis Kurniawan sebagai kreator berbakat asal Kabupaten Malang. Denis memiliki andil besar dalam lighting dan composting artis pada proyek ambisius ini. 

Dalam ceritanya, Denis mengaku produksi 'Jumbo' ternyata dirancang sejak tahun 2020. Bahkan, untuk produksi itu melibatkan sekitar 420 animator dari penjuru Indonesia. Denis pun mengaku bergabung pada tahap krusial, yakni pada pertengahan tahun 2024 untuk menyempurnakan visual film yang saat ini 'merajai layar lebar'. 

“Saya bergabung sebagai Lighting & Compositing Artist di tahap akhir produksi pada pertengahan 2024,” ungkap Denis. 

Tantangan menggarap film 'Jumbo' menurut Denis bukan sekadar urusan teknis. Akan tetapi bagaimana menyelaraskan visi visual dari sutradara kepada ratusan kreator dengan latar belakang dan interpretasi berbeda. 

“Tantangan terberatnya sendiri adalah komunikasi, bagaimana bisa menyampaikan pesan cerita, pesan visual dari director ke semua kreator dari seluruh Indonesia. Itu menurut saya yang menjadi tantangannya dalam pengerjaan film Jumbo kali ini,” jelas pria lulusan SMKN 4 Kota Malang ini.

Sebelumnya, Denis pernah terlibat dalam proyek animasi besar. Seperti 'Nussa the Movie' pada tahun 2021.

“Sebelumnya saya juga sudah turut mengerjakan Nussa The Movie. Kemudian, di-reach out kembali oleh lead team Lighting & Compositing untuk ikut berkontribusi kembali di film animasi Jumbo. Sangat bangga sekali bisa turut berkontribusi lagi untuk pembuatan film animasi di Indonesia,” tuturnya dengan antusias.

Denis pun tak menduga karena film yang juga ia garap itu memiliki daya pikat tinggi. Bahkan pencapaiannya mencapai 3 juta penonton dalam waktu singkat. 

“Jujur kami nggak menyangka bisa sampai 3 juta penonton dalam dua pekan. Itu luar biasa, kami semua terharu, kerja keras kami selama 5 tahun akhirnya terbayarkan,” ucapnya penuh syukur.

Denis pun memiliki harapan agar pemerintah terus memberikan dukungan kepada industri animasi lokal. Dan ia pun terus memberikan dukungan kepada animator muda untuk bangga dengan identitas seni mereka. 

“Harapan kami pemerintah semakin peduli dengan industri animasi, karena animator-animator Indonesia memiliki potensi yang besar. Di samping dukungan pemerintah, kita juga harus tetap semangat untuk menghidupkan jiwa seniman dalam setiap karya,” tukas Denis.