JATIMTIMES - Kericuhan aksi demontrasi penolakan UU TNI di Kantor DPRD Kota Malang membuat empat dari enam demonstran masih hilang kontak. Sementara dua orang telah ditemukan.
Enam nama yang dilaporkan hilang kontak sebelumnya yakni Ahmad Yusuf, Theodoric Valentino Hartanto, Alfaizi Nor Rizki asal Cirebon, Nino, Alif Abdillah, dan Rizki Amrullah. Tinggal empat orang yang belum ditemukan.
Hal tersebut dibeberkan Koordinator LBH Pos Malang Daniel Alexander Siagian. Dia mengatakan dua orang sudah ditemukan, yakni Alfaizi Nur Rizki dan Rizky Amirullah.
“Sampai sekarang hanya dua ketemu yang terkonfirmasi atas nama Alfaizi Nur Rizki yang kebetulan didampingi juga sama Rizky Amirullah,” kata Daniel saat datang di Polresta Malang Kota, Senin (24/3/2025).
Sedangkan sisa empat orang yang hilang, termasuk Theodoric Valentino Hartanto, Ahmad Yusuf alumni SMA 1 Malang, dan dua orang demonstran lain, belum terkonfirmasi ditemukan atau berhasil dihubungi.
“Untuk yang si Theodoric dan juga Yusuf, kami masih mengonfirmasi ke teman-teman. Masih empat yang belum ketemu," tambah Daniel.
Selain itu, pada aksi demontrasi ini, polisi melakukan pemeriksaan terhadap 6 orang. Tiga orang di antaranya selesai pemeriksaan pada dini hari. Sementara tiga orang lainnya pada sore hari.
“Tiga orang terakhir sudah dibebaskan. Jadi, seluruhnya sudah dipulangkan,” terang Daniel.
Hanya, keenam orang tersebut, jika sewaktu-waktu dipanggil kembali untuk kebutuhan pemeriksaan, harus segera datang ke Polresta Malang Kota.
Diberitakan sebelumnya, kericuhan tak dapat dibendung dalam aksi penolakan UU TNI di Kota Malang. Aksi demonstrasi tersebut berlangsung di kawasan Balai Kota Malang dan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang, Minggu (23/3/2025) malam.
Kericuhan bermula dari aksi lempar dari para pendemo. Aksi melempar dilakukan mengarah ke Kantor DPRD Kota Malang.
Tak hanya batu, petasan juga turut di lempar ke arah halaman kantor dewan. Kericuhan memuncak sekitar pukul 18.30 WIB. Hingga akhirnya, sebuah molotov dilempar ke Kantor DPRD Kota Malang sisi utara. Hal itu membuat bangunan di area Kantor DPRD Kota Malang terbakar.



