JATIMTIMES - Angka kecelakaan lalu lintas di Kota Malang sepanjang 2026 menunjukkan tren peningkatan. Satlantas Polresta Malang Kota mencatat 316 kejadian kecelakaan selama periode 1 Januari hingga 11 Oktober 2026, jumlah korban meninggal dunia mencapai 61 orang.
Jumlah kecelakaan tersebut meningkat sekitar 62 persen dibandingkan periode pembanding pada 2025 yang mencatat 188 kejadian. Tak hanya jumlah insiden, dampak kecelakaan terhadap korban juga bertambah, baik korban meninggal dunia maupun korban luka-luka.
Dari data Satlantas Polresta Malang Kota menunjukkan, korban meninggal dunia meningkat dari 49 orang pada 2025 menjadi 61 orang pada 2026. Sementara itu, korban luka ringan bertambah dari 273 menjadi 448 orang.
Pada tahun ini, polisi juga mencatat satu korban luka berat, setelah pada periode pembanding tahun sebelumnya tidak ditemukan korban dalam kategori tersebut.
Sepeda motor masih menjadi kendaraan yang paling dominan terlibat dalam kecelakaan lalu lintas.
Berdasarkan data Januari hingga September 2026, keterlibatan sepeda motor tercatat sebanyak 409 kejadian, naik 56,7 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebanyak 261 kejadian.
Keterlibatan mobil penumpang juga mengalami peningkatan, dari 13 menjadi 26 kejadian. Sebaliknya, kecelakaan yang melibatkan bus turun dari 28 menjadi 25 kejadian, sedangkan kendaraan angkutan barang menurun dari 32 menjadi 26 kejadian.
Kasat Lantas Polresta Malang Kota Kompol Rio Angga Prasetyo mengatakan, tingginya keterlibatan sepeda motor menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian dalam upaya menekan angka kecelakaan di wilayah Kota Malang.
Menurut Rio, perilaku pengendara yang tidak mematuhi aturan lalu lintas masih menjadi salah satu pemicu kecelakaan. Pelanggaran seperti melawan arus dan mendahului kendaraan tanpa memperhatikan jalur yang semestinya dapat meningkatkan risiko terjadinya tabrakan.
“Masih banyak kecelakaan yang dipicu kelalaian dan pelanggaran lalu lintas, seperti melawan arus maupun menyalip kendaraan yang tidak sesuai dengan jalurnya," kata Rio, Kamis (15/10/2026).
Dari sisi waktu kejadian, rentang pukul 06.00 hingga 09.00 WIB menjadi periode dengan jumlah kecelakaan terbanyak pada 2026, yakni 50 kejadian. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatat 38 kejadian pada jam yang sama.
Namun, peningkatan paling tajam secara persentase terjadi pada malam hari, tepatnya pukul 18.00 hingga 21.00 WIB. Pada rentang waktu tersebut, jumlah kecelakaan melonjak dari 17 kejadian pada 2025 menjadi 43 kejadian pada 2026. Kenaikannya mencapai sekitar 152,94 persen.
Kelompok pelajar dan mahasiswa juga menjadi perhatian karena tercatat sebagai kelompok dengan jumlah korban terbanyak pada 2026, yakni 148 orang. Kondisi ini menjadi salah satu alasan pentingnya edukasi keselamatan berkendara dilakukan secara berkelanjutan, khususnya kepada kalangan usia sekolah dan perguruan tinggi.
Rio menegaskan, penggunaan perlengkapan keselamatan, terutama helm bagi pengendara sepeda motor, merupakan faktor penting untuk mengurangi risiko fatal ketika kecelakaan terjadi.
“Penggunaan helm sangat penting untuk melindungi kepala saat terjadi kecelakaan. Ketika pengendara tidak menggunakan helm, risiko fatalitas bisa meningkat dan kecelakaan dapat berujung pada kematian,” jelasnya.
Untuk menekan angka kecelakaan, Satlantas Polresta Malang Kota mengintensifkan upaya pencegahan melalui edukasi dan pengawasan di jalan raya. Salah satu langkah yang dilakukan ialah program Sambang Sekolah yang rutin digelar setiap Senin untuk memberikan pemahaman tentang keselamatan berkendara kepada pelajar.
Selain menyasar lingkungan pendidikan, petugas juga meningkatkan patroli di sejumlah titik rawan kecelakaan. Edukasi tertib berlalu lintas turut diberikan kepada kelompok masyarakat lainnya, termasuk ibu-ibu, agar kesadaran mematuhi aturan jalan raya dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.
“Upaya pencegahan tidak hanya menyasar pelajar, tetapi juga masyarakat secara luas, termasuk ibu-ibu. Kami ingin mendorong perubahan perilaku agar masyarakat semakin tertib dan mengutamakan keselamatan saat berkendara,” tutup Rio.



