JATIMTIMES - Mengaplikasikan blush on atau perona pipi tidak bisa dilakukan sembarangan jika ingin mendapatkan hasil makeup yang rapi dan natural. Kesalahan menentukan posisi hingga penggunaan produk yang terlalu banyak dapat membuat warna pipi terlihat berlebihan dan riasan terkesan menor.
Beauty creator Jesslyn membagikan tutorial teknik penggunaan blush on yang bisa menjadi referensi bagi pemula. Dalam tutorial tersebut, ia menyoroti kebiasaan mengaplikasikan perona pipi tanpa memperhatikan penempatan dan takaran produk.
“Ini dia kesalahan makeup pemula. Pakai blush masih asal-asalan hasilnya berantakan dan menor,” kata Jesslyn.
Menurut Jesslyn, salah satu hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan blush on adalah mengontrol jumlah produk sebelum menyentuh wajah. Langkah sederhana ini dapat membantu pemula menghindari warna yang terlalu pekat, terutama ketika menggunakan produk dengan pigmentasi tinggi.
1. Tap Blush On di Tangan untuk Mengurangi Kelebihan Produk
Pada tahap pertama, Jesslyn memperagakan cara mengambil produk blush on, kemudian menepuk-nepukkannya ke tangan sebelum diaplikasikan ke wajah.
“Ambil produknya, tap-tap ke tangan buat buang aksesnya,” ungkap Jesslyn.
Teknik tersebut membantu mengurangi kelebihan produk sehingga warna yang menempel di wajah lebih mudah dikontrol. Bagi pemula, penggunaan blush on sedikit demi sedikit juga memudahkan proses penambahan warna apabila hasil awal dirasa kurang terlihat.
Dengan cara ini, pengguna tidak perlu langsung mengaplikasikan produk dalam jumlah banyak. Intensitas warna dapat dibangun secara bertahap hingga mencapai tampilan yang diinginkan.
2. Manfaatkan Jari Telunjuk sebagai Panduan

Setelah mengurangi kelebihan produk, Jesslyn menunjukkan cara menentukan posisi pengaplikasian blush on menggunakan jari telunjuk. “Posisinya jari telunjuk di bawah tulang pipi, terus apply di atas jari,” jelasnya.
Penggunaan jari sebagai panduan dapat membantu pemula mengenali area wajah yang menjadi patokan saat mengaplikasikan blush on. Dengan demikian, produk tidak diletakkan secara acak, melainkan mengikuti posisi yang telah ditentukan.
Meski demikian, teknik tersebut tetap perlu disesuaikan dengan bentuk wajah masing-masing. Penempatan blush on yang terlihat bagus pada satu orang belum tentu memberikan hasil serupa pada orang lain.
3. Bentuk Tangan Menyerupai Huruf V di Area Bawah Mata

Jesslyn kemudian memeragakan teknik berikutnya dengan mengatur posisi tangan membentuk huruf V di area bawah mata.
“Posisi tangan di bawah mata bentuk V kayak gini. Apply blush-nya,” terangnya.
Dalam tutorial tersebut, bentuk tangan digunakan sebagai panduan untuk menentukan area pengaplikasian produk. Teknik ini bisa membantu pemula yang masih bingung menentukan batas penempatan blush on agar hasilnya terlihat lebih terarah.
Saat mengikuti teknik tersebut, pengguna sebaiknya tetap memperhatikan intensitas warna dan proses membaurkan produk. Blush on yang terlalu tebal atau tidak dibaurkan dengan baik berpotensi meninggalkan batas warna yang terlihat jelas pada wajah.
Karena itu, pengaplikasian secara perlahan menjadi langkah penting agar warna perona pipi dapat menyatu dengan riasan lainnya.
4. Bentuk Huruf C di Samping Alis dan Mata

Selain bentuk V, Jesslyn juga menunjukkan posisi tangan menyerupai huruf C di sekitar area samping alis dan mata.
“Posisi tangan bentuk huruf C kayak gini di samping alis dan mata. Apply blush,” jelasnya.
Teknik tersebut menjadi bagian dari panduan penempatan blush on yang diperagakan Jesslyn. Dengan menggunakan bentuk tangan sebagai acuan, pemula dapat lebih mudah mengikuti langkah-langkah tutorial tanpa harus memperkirakan area pengaplikasian secara sembarangan.
Namun, bentuk V dan C dalam tutorial tersebut sebaiknya dipahami sebagai panduan visual, bukan aturan mutlak untuk semua bentuk wajah. Hasil akhir tetap dipengaruhi oleh struktur tulang pipi, jenis blush on, pigmentasi produk, dan gaya makeup yang ingin dicapai.
5. Perhatikan Perbedaan Hasil Sebelum dan Sesudah
Setelah menyelesaikan langkah-langkah pengaplikasian, Jesslyn memperlihatkan hasil akhir makeup dan membandingkannya dengan contoh riasan sebelumnya.
Perbandingan tersebut memperlihatkan pentingnya memperhatikan teknik penggunaan perona pipi, bukan hanya memilih warna yang sesuai. Penempatan dan jumlah produk turut memengaruhi bagaimana warna blush on terlihat menyatu dengan keseluruhan riasan.
Melalui tutorial itu, Jesslyn mengajak pemula untuk lebih memperhatikan cara menggunakan blush on agar hasil makeup tidak terkesan berlebihan.
Bagi pengguna yang baru belajar makeup, langkah paling sederhana adalah mengambil produk secukupnya, mengaplikasikannya secara bertahap, lalu membaurkan warna hingga tidak terlihat batas yang terlalu tegas.
Selain itu, pemilihan warna blush on dapat disesuaikan dengan warna kulit dan konsep riasan yang diinginkan. Untuk tampilan sehari-hari, penggunaan warna dengan intensitas ringan bisa menjadi pilihan sebelum mencoba riasan yang lebih tegas.



