JATIMTIMES - Penerbangan kargo Ethiopian Airlines dari Addis Ababa, Ethiopia, menuju Tel Aviv, Israel, terpaksa kembali ke bandara keberangkatan setelah otoritas Israel mengetahui salah satu pilotnya berkewarganegaraan Indonesia. Pesawat itu bahkan sudah mengudara sekitar satu jam sebelum diperintahkan putar balik.
Insiden tersebut terjadi pada Senin (12/10/2026) waktu setempat. Mengutip laporan media Israel yang dilansir Anadolu, otoritas keamanan dan Kementerian Transportasi Israel melarang pesawat tersebut melanjutkan perjalanan ke Bandara Ben Gurion di Tel Aviv.
Menurut laporan Channel 12, kewarganegaraan pilot asal Indonesia itu terdeteksi setelah daftar awak penerbangan diperiksa. Identitasnya dilaporkan dan kemudian mendapatkan perhatian intelijen Israel dan otoritas bandara.
Pesawat akhirnya kembali ke Addis Ababa. Setelah pilot WNI diganti dengan pilot lain, penerbangan tersebut kembali berangkat menuju Tel Aviv dan berhasil mendarat di tujuan.
Berikut kronologi peristiwa yang dilaporkan Channel 12 terkait insiden tersebut.
1. Pesawat lepas landas dari Addis Ababa
Pesawat kargo Ethiopian Airlines awalnya berangkat dari Addis Ababa, Ethiopia, menuju Tel Aviv, Israel. Penerbangan berlangsung seperti biasa hingga pesawat berada di udara sekitar satu jam.
Namun, pemeriksaan daftar awak yang dilakukan otoritas Israel baru menghasilkan keputusan ketika pesawat sudah meninggalkan bandara keberangkatan. Saat itu, pesawat dilaporkan masih berada di wilayah udara Ethiopia.
2. Israel mengetahui salah satu pilot berkewarganegaraan Indonesia
Mengutip Channel 12, identitas pilot WNI tersebut terdeteksi dalam pemeriksaan yang melibatkan intelijen dan otoritas bandara Israel.
Setelah mengetahui kewarganegaraan pilot, otoritas keamanan bersama Kementerian Transportasi Israel dilaporkan memerintahkan pesawat agar tidak melanjutkan penerbangan ke Tel Aviv.
Israel dan Indonesia memang tidak memiliki hubungan diplomatik resmi. Laporan media Israel menyebut kebijakan pembatasan awak pesawat dari negara-negara tertentu menjadi salah satu latar belakang keputusan tersebut.
3. Pesawat diperintahkan kembali ke Addis Ababa
Pilot kemudian membawa pesawat kembali ke Addis Ababa. Media Israel juga melaporkan pesawat membuang bahan bakar selama perjalanan pulang, meski detail teknis kejadian tersebut belum dijelaskan secara terperinci dalam laporan yang tersedia.
4. Pilot WNI diganti
Setelah pesawat mendarat di Addis Ababa, pilot berkewarganegaraan Indonesia itu digantikan oleh pilot lain yang memenuhi persyaratan untuk bertugas dalam penerbangan menuju Israel.
Pergantian awak tersebut memungkinkan pesawat melanjutkan perjalanan ke tujuan semula.
5. Pesawat kembali terbang dan mendarat di Tel Aviv
Setelah pergantian pilot selesai, pesawat Ethiopian Airlines kembali lepas landas dari Addis Ababa. Penerbangan itu kemudian tiba dan mendarat di Bandara Ben Gurion, Tel Aviv.
Menurut laporan yang dikutip Anadolu, Ethiopian Airlines mengakui adanya kekeliruan dalam insiden tersebut. Maskapai mengaku tidak mengetahui bahwa pilot yang bersangkutan tidak diizinkan bertugas pada penerbangan menuju Israel.
Negara Mana Saja yang Masuk Pembatasan Israel?
Laporan Channel 12 menyebut otoritas Israel telah menginstruksikan maskapai asing agar tidak menugaskan awak pesawat dari sejumlah negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel dalam penerbangan menuju negara tersebut.
Daftar negara yang dilaporkan masuk dalam pembatasan Israel meliputi:
• Afghanistan
• Aljazair
• Indonesia
• Iran
• Irak
• Kuwait
• Niger
• Qatar
• Arab Saudi
• Somalia
• Venezuela
Mengapa Indonesia Tidak Memiliki Hubungan Diplomatik dengan Israel?
Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Israel. Sikap tersebut berkaitan erat dengan dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina.
Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 menyatakan bahwa kemerdekaan merupakan hak segala bangsa dan penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.
Prinsip tersebut menjadi salah satu landasan sikap Indonesia dalam menentang penjajahan dan mendukung hak rakyat Palestina untuk merdeka.
Terjadi Setelah Insiden Keamanan Penerbangan Flydubai
Peristiwa yang melibatkan Ethiopian Airlines ini terjadi kurang dari dua pekan setelah insiden keamanan pada penerbangan Flydubai dari Dubai menuju Tel Aviv, pada 30 September 2026.
Dalam kejadian tersebut, seorang kopilot berkewarganegaraan Oman diduga menyerang kapten pesawat menggunakan kapak darurat di kokpit dan berusaha mengambil alih kendali pesawat.
Menurut keterangan jaksa Uni Emirat Arab yang dilaporkan sejumlah media internasional, tindakan itu diduga merupakan upaya pembajakan untuk menjatuhkan pesawat di Bandara Ben Gurion. Awak dan penumpang berhasil menggagalkan aksi tersebut, sementara pesawat akhirnya melakukan pendaratan darurat di Tabuk, Arab Saudi.
Insiden Flydubai kemudian membuat proses pemeriksaan dan penyaringan awak pesawat yang bertugas pada penerbangan menuju Israel semakin ketat.



