JATIMTIMES - Sejumlah wilayah di Jawa Timur mulai mengalami fenomena kulminasi utama pada Oktober 2026. Fenomena yang dikenal sebagai hari tanpa bayangan ini berlangsung bergantian di berbagai kota dan kabupaten, mulai hari ini, Minggu hingga Rabu atau 11 - 14 Oktober 2026.

Pada Minggu (11/10/2026), fenomena tersebut dijadwalkan terjadi di delapan wilayah, antara lain Bojonegoro, Lamongan, Gresik, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep, dan Tuban. Waktu kulminasi di setiap wilayah berbeda, dengan rentang sekitar pukul 11.11 hingga 11.19 WIB.

Sebagai informasi, kulminasi utama terjadi ketika matahari berada tepat di titik tertinggi di langit atau hampir tegak lurus di atas suatu wilayah. Dalam kondisi ini, bayangan benda yang berdiri tegak dapat terlihat sangat pendek, bahkan nyaris tidak tampak ketika matahari tepat berada di atasnya.

Fenomena tersebut berkaitan dengan gerak semu tahunan matahari yang posisinya bergeser dari utara ke selatan dan sebaliknya. Peristiwa ini dapat terjadi di wilayah yang berada di antara Garis Balik Utara dan Garis Balik Selatan, termasuk Indonesia.

Belakangan, cuaca terik juga dirasakan di sejumlah daerah di Jawa Timur. Namun, kondisi panas yang dirasakan masyarakat tidak semata-mata disebabkan oleh kulminasi. Musim kemarau dan kondisi atmosfer turut memengaruhi suhu serta tingkat kenyamanan udara.

JF Ahli Muda BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur, Andang Kurniawan, menjelaskan selain karena fenomena kulminasi, El Nino kuat juga membuat suhu di Jawa Timur lebih menyengat.

BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur juga menyampaikan jadwal kulminasi melalui akun Instagram resminya, @iklim.bmkgjatim. Untuk Surabaya, fenomena ini diperkirakan terjadi pada Senin (12/10/2026).

"Kulminasi utama di Surabaya baru terjadi pada tanggal 12 Oktober nanti," tulis akun @iklim.bmkgjatim.

Daftar Wilayah dan Jadwal Kulminasi Utama di Jawa Timur

Dilansir dari laman resmi BMKG, berikut daftar wilayah beserta perkiraan waktu terjadinya kulminasi utama di Jawa Timur pada 11-14 Oktober 2026.

Minggu, 11 Oktober 2026

• Bojonegoro: 11.19.18 WIB

• Lamongan: 11.17.10 WIB

• Gresik: 11.16.22 WIB

• Bangkalan: 11.15.50 WIB

• Sampang: 11.13.49 WIB

• Pamekasan: 11.12.54 WIB

• Sumenep: 11.11.23 WIB

• Tuban: 11.18.34 WIB

Senin, 12 Oktober 2026

• Surabaya: 11.15.43 WIB

• Ngawi: 11.20.48 WIB

• Madiun: 11.20.16 WIB

• Caruban: 11.19.56 WIB

• Jombang: 11.17.38 WIB

• Mojokerto: 11.16.51 WIB

• Mojosari: 11.16.20 WIB

• Sidoarjo: 11.15.42 WIB

Selasa, 13 Oktober 2026

• Ponorogo: 11.20.29 WIB

• Kediri: 11.18.17 WIB

• Ngasem: 11.18.09 WIB

• Batu: 11.16.13 WIB

• Probolinggo: 11.13.28 WIB

• Kraksaan: 11.12.40 WIB

• Bondowoso: 11.11.02 WIB

• Situbondo: 11.10.18 WIB

• Magetan: 11.21.01 WIB

• Nganjuk: 11.18.43 WIB

• Bangil: 11.15.11 WIB

• Pasuruan: 11.14.42 WIB

Rabu, 14 Oktober 2026

• Pacitan: 11.21.41 WIB

• Trenggalek: 11.19.15 WIB

• Tulungagung: 11.18.29 WIB

• Blitar: 11.17.26 WIB

• Kanigoro: 11.17.13 WIB

• Kepanjen: 11.15.50 WIB

• Lumajang: 11.13.12 WIB

• Jember: 11.11.17 WIB

• Banyuwangi: 11.08.36 WIB

• Malang: 11.15.34 WIB

Demikian perkiraan waktu saat matahari mencapai kulminasi utama di masing-masing wilayah di Jawa Timur. Warga dapat memanfaatkan momen ini untuk mengamati perubahan panjang bayangan benda di sekitar. Namun diimbau untuk tetap memperhatikan keselamatan.

Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan saat cuaca terik juga diimbau mencukupi kebutuhan cairan tubuh dan mengurangi paparan matahari langsung pada siang hari.