JATIMTIMES - Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur (Jatim) dari Dapil Malang Raya, Puguh Wiji Pamungkas, menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan di Kabupaten Malang. 

Aksi tanggap darurat tersebut diiringi dorongan kuat agar pemerintah segera menghadirkan solusi infrastruktur jangka panjang. Penyaluran bantuan dilakukan pada Kamis (1/10/2026) di kawasan Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang.

Wilayah tersebut merupakan salah satu kawasan yang setiap tahun menghadapi persoalan krisis air bersih saat musim kemarau tiba.

Dalam beberapa hari terakhir, bantuan air bersih telah didistribusikan ke sekitar 25 titik lokasi rawan. Pasokan ini diperkirakan menjangkau 3.350 jiwa untuk memenuhi kebutuhan dasar harian, seperti memasak, minum, dan sanitasi.

Puguh menegaskan bahwa bantuan tangki air diberikan guna meringankan beban warga di tengah krisis. Ia melihat langsung betapa krusialnya pasokan air bagi kelangsungan hidup masyarakat lokal.

“Air bersih bagi mereka saat sekarang ini seperti kebutuhan pokok, sebagaimana beras yang dimakan sehari-hari. Air adalah sumber kehidupan,” ujar Sekretaris Fraksi PKS DPRD Jatim ini. 

Meski mengapresiasi kerja sama seluruh pihak dalam penyaluran bantuan, Puguh menilai penanganan kekeringan tidak boleh berhenti pada aksi darurat semata. Menurutnya, pemetaan kawasan rawan kekeringan sejatinya sudah dikantongi oleh pemerintah daerah dan BPBD.

“Secara kuratif masyarakat hari ini memang diberi bantuan air bersih untuk kehidupan mereka sehari-hari. Tetapi jangka panjangnya, pemerintah harus hadir dengan melakukan langkah-langkah yang taktis,” tegasnya.

Puguh mendorong sinergi antar-pemerintah—baik kabupaten, provinsi, maupun pusat—untuk membangun infrastruktur pemenuhan air bersih, mengingat alokasi anggaran tingkat desa yang terbatas.

Ia merekomendasikan pembangunan sumur dalam dan tandon berkapasitas besar bagi wilayah krisis air. Sedangkan untuk daerah yang memiliki sumber mata air, pemerintah diharapkan membangun sistem penampungan dan jaringan distribusi berkelanjutan.

“Harus segera dicarikan jalan keluar yang konkret sehingga menjadi solusi permanen terhadap peristiwa bencana kekeringan yang sering berulang terjadi setiap tahunnya,” pungkas Puguh.