JATIMTIMES – Enam Belas Pebalap (Rider) yang tergabung Tim Mountain Bike (MTB) Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia (IMIPAS) RO mampu mencatat hasil positif dalam ajang Banyuwangi Ijen Geopark (BIG) Downhill 2026 di Gantasan Bike Park, Kecamatan Licin Banyuwangi, 19-20 September 2026.
Dari 16 atlet yang berlomba, enam rider berhasil meraih prestasi, yaitu; Ramadhanta menjadi juara pertama kategori Beyond A, Aldi Aditya meraih posisi ketiga Men Sport A, dan Dwi Sora Yoga Damarte posisi keempat Men Master B.
Kemudian Ambeg Paramarta menempati posisi kelima Men Master G. dan Mutakin serta Putra Caringin masing-masing menempati posisi keenam kategori Master Expert C dan Men Master E.
Kalapas Banyuwangi, Solichin, mengapresiasi perjuangan para rider MTB IMIPAS yang telah tampil dalam ajang balap sepeda ekstrem tersebut.
“Kami mengapresiasi semangat dan perjuangan seluruh atlet MTB IMIPAS yang telah bertanding. Hasil yang diraih tentu menjadi kebanggaan, namun yang tidak kalah penting adalah semangat dan sportivitas para atlet dalam mengikuti kompetisi,” ujar Solichin dalam rilis Selasa (22/9/2026).
Keikutsertaan MTB IMIPAS dalam BIG Downhill 2026 menjadi bagian dari upaya memberikan pengalaman kompetisi sekaligus mengasah kemampuan para atlet melalui persaingan di level nasional.
BIG Downhill 2026 merupakan ajang balap sepeda gunung berstandar Union Cycliste Internationale (UCI) yang diikuti para rider dari berbagai kabupaten/kota di Indonesia.
Sebanyak 22 kelas dilombakan dengan rangkaian kegiatan yang telah dimulai sejak 16 September 2026.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, menyatakan penyelenggaraan even olahraga seperti BIG Downhill juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah.
“Kehadiran para atlet dan wisatawan tentunya turut pula menggerakkan ekonomi lokal, khususnya bagi para pelaku UMKM,” ujar Ipuk.
Sementara itu, inisiator BIG Downhill, H. Munif, mengatakan penyelenggaraan event tersebut diharapkan dapat memberikan dampak bagi perkembangan olahraga downhill di Indonesia.
“Kami berharap kolaborasi seperti yang terwujud di BIG Downhill tahun ini bisa memberikan dampak positif bagi perkembangan ekosistem dan peningkatan prestasi downhill di level nasional,” ujar H. Munif.




