JATIMTIMES - Para pengemudi ojek online (ojol) menjadi bagian dari upaya Satlantas Polresta Malang Kota membangun komunikasi tentang keselamatan berlalu lintas. Momentum HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 dimanfaatkan untuk bertemu langsung dengan komunitas ojol melalui doa dan makan bersama di kawasan Taman Merjosari, Senin (21/9/2026) malam.

Pertemuan yang berlangsung sederhana tersebut tidak hanya diisi dengan doa dan makan tumpeng. Jajaran Satlantas bersama para driver ojol juga membangun komunikasi dalam suasana santai, mengingat para pengemudi ojol merupakan salah satu kelompok yang cukup intens beraktivitas di jalan raya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 yang mengusung tema “Polantas Presisi, Mengabdi untuk Negeri”. Kasatlantas Polresta Malang Kota  Kompol Rio Angga Prasetyo, mengatakan komunikasi langsung dengan komunitas pengguna jalan penting dilakukan karena persoalan lalu lintas tidak hanya berkaitan dengan penindakan.

Keselamatan juga membutuhkan keterlibatan masyarakat yang setiap hari berhadapan langsung dengan kondisi jalan dan berbagai karakter pengguna kendaraan.

“Teman-teman ojek online ini setiap hari berada di jalan. Karena itu, komunikasi dengan mereka penting untuk bersama-sama membangun kepedulian terhadap keselamatan dan ketertiban berlalu lintas,” kata Rio.

Ia menambahkan, pertemuan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi kepolisian untuk mendengarkan masukan dari para pengemudi ojol. Berbagai pengalaman yang mereka temui selama menjalankan aktivitas di jalan dinilai dapat menjadi bahan evaluasi bagi jajaran Satlantas.

“Kami tidak hanya ingin menyampaikan pesan kepada masyarakat, tetapi juga mendengarkan. Apa yang menjadi pengalaman dan harapan rekan-rekan ojek online tentu menjadi masukan bagi kami dalam meningkatkan pelayanan,” imbuhnya.

Dalam suasana yang hangat tersebut, para pengemudi ojol juga menyampaikan doa dan harapan bagi jajaran Satlantas Polresta Malang Kota. Salah satunya agar pelayanan kepolisian dalam memberikan rasa aman kepada pengguna jalan terus ditingkatkan.

Rio menyebut harapan tersebut menjadi pengingat bagi anggota Satlantas untuk terus melakukan pembenahan. Menurutnya, pelayanan lalu lintas harus berjalan beriringan dengan komunikasi yang terbuka bersama masyarakat.

“Doa dan harapan dari rekan-rekan ojol menjadi semangat bagi kami. Kami akan terus mengevaluasi pelayanan, karena apa yang kami lakukan pada akhirnya untuk memberikan keamanan dan kenyamanan kepada masyarakat,” tambah Rio.

Menurut Rio, momentum HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 juga diisi dengan berbagai kegiatan sosial, kemanusiaan dan edukasi. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Satlantas mendekatkan diri dengan berbagai kelompok masyarakat.

“Peringatan HUT Lalu Lintas bukan hanya tentang kegiatan seremonial. Ada pesan yang ingin kami bangun, yaitu bagaimana Polantas bersama masyarakat bisa menjaga keselamatan di jalan dan menciptakan lalu lintas yang tertib,” jelasnya.

Ia berharap komunikasi dengan komunitas ojol tidak berhenti setelah kegiatan HUT Lalu Lintas Bhayangkara. Hubungan yang sudah terbangun diharapkan dapat terus menjadi ruang bertukar informasi mengenai persoalan lalu lintas di Kota Malang.

“Harapannya komunikasi ini terus berjalan. Kita sama-sama memiliki kepentingan agar aktivitas masyarakat di jalan bisa berlangsung dengan aman, tertib dan selamat,” harap Rio.