JATIMTIMES - Kesiapan penanganan kebakaran di Kota Malang masih menyisakan persoalan pada fasilitas pendukung. Dari 50 titik hidran yang tersedia, hanya 20 titik yang saat ini dilaporkan berfungsi optimal.
Kondisi tersebut menjadi perhatian DPRD Kota Malang karena hidran menjadi salah satu fasilitas yang dapat mendukung pasokan air bagi petugas pemadam kebakaran ketika menangani situasi darurat.
Anggota Komisi A DPRD Kota Malang sekaligus Ketua Fraksi Gerindra, Danny Agung Prasetyo, mengatakan persoalan tersebut perlu segera dikoordinasikan dengan Perumda Tugu Tirta. Pihaknya berencana membahas kondisi hidran melalui rapat dengar pendapat atau hearing.
"Karena sekarang ini ada 50 titik hidran, di titik-titik hidran itu yang berfungsi 20. Maka kita nanti akan meminta kerja sama dari PDAM (Perumda Tugu Tirta)," ujar Danny belum lama ini.
Menurutnya, koordinasi diperlukan untuk memastikan hidran dapat mendukung kebutuhan air saat terjadi kebakaran. Terlebih, penanganan persoalan tersebut melibatkan dua mitra kerja berbeda di DPRD.
Komisi A bermitra dengan Pemadam Kebakaran dan Satpol PP, sedangkan Perumda Tugu Tirta menjadi mitra Komisi B. Karena itu, Danny menyebut pembahasan perlu dilakukan secara lintas komisi agar persoalan tidak berhenti pada koordinasi antarinstansi.
"PDAM (Tugu Tirta) kan komisinya Komisi B, kalau saya kan kemitraannya adalah Pemadam Kebakaran dan Satpol PP. Maka kita nanti akan meminta koordinasi sama PDAM (Tugu Tirta) supaya nanti untuk tanggap bencana-nya kalau memang ada kebakaran itu segera dihidupkan atau bagaimana, nanti kita tinggal tunggu hearing," terangnya.
Danny mengatakan komunikasi awal dengan Perumda Tugu Tirta telah dilakukan. Direktur Utama Perumda Tugu Tirta Kota Malang Priyo Sudibyo disebut terbuka untuk membantu mengaktifkan kembali hidran yang tidak berfungsi.
"Tapi saya sudah komunikasi, dan Pak Dirut PDAM terbuka dan ikut melayani masalah ini. Beliau open membantu daripada Pemadam Kebakaran untuk mengaktifkan apabila ada hidran-hidran yang mati," tegasnya.
Terpisah, Direktur Utama Perumda Tugu Tirta Kota Malang Priyo Sudibyo mengatakan pihaknya masih mengidentifikasi kondisi seluruh titik hidran. Identifikasi tersebut diperlukan untuk mengetahui hidran yang tidak berfungsi dan memastikan jaringan air yang terhubung ke fasilitas tersebut.
"Saat ini kami tengah mengidentifikasi titik hydrant yang tidak berfungsi, sebab tugas kami (Perumda Tugu Tirta) hanya bertugas untuk memastikan hydrant-hydran itu ada tersambung saluran air," katanya.
Menurut Priyo, persoalan hidran yang rusak tidak seluruhnya menjadi kewenangan Perumda Tugu Tirta. Namun, perusahaan daerah tersebut tetap berupaya mencari sumber pendanaan untuk membantu perbaikan maupun penggantian fasilitas yang mengalami kerusakan.
"Kami tengah komunikasi dengan PLN untuk mengucurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) nya untuk hydrant yang rusak, itu upaya kami (Perumda Tugu Tirta)," pungkasnya.





