JATIMTIMES - Operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Masalembo, Laut Jawa, masih terus dilakukan Basarnas. Hingga Senin (21/9/2026), sebanyak 121 orang telah ditemukan dari total 243 orang yang tercatat dalam manifes kapal.

Terbaru, tim penyelam Basarnas Special Group (BSG) menemukan satu korban pada pukul 14.24 Wita. Korban tersebut telah dievakuasi dan kini menjalani proses identifikasi.

Kepala Basarnas M. Syafii mengatakan pencarian masih difokuskan pada badan kapal untuk menemukan korban lain yang belum diketahui keberadaannya.

"Penemuan tersebut menambah titik terang bagi keluarga yang masih menanti kepastian nasib orang-orang tercinta. Korban ditemukan oleh penyelam BSG dalam rangkaian operasi pencarian dan selanjutnya dievakuasi untuk mendapatkan penanganan serta proses identifikasi lebih lanjut," kata Syafii dalam keterangannya, Senin (21/9).

Dari 121 korban yang telah ditemukan, sebanyak 108 orang berhasil selamat dan 13 orang meninggal dunia. Sementara 122 orang lainnya masih dalam pencarian.

"Jumlah manifes sebanyak 243 orang, korban ditemukan 121 orang, selamat 108 orang, meninggal dunia 13 orang, dalam pencarian 122 orang," ujar Syafii.

Basarnas memastikan operasi pencarian masih berlanjut. Tim penyelam terus melakukan penyisiran di dalam badan KM Virgo Transport 8 dengan tetap mengutamakan keselamatan personel.

"Seluruh personel SAR akan terus berupaya mencari korban yang masih berada di dalam kapal. Kami tidak berhenti. Setiap temuan adalah bagian dari upaya kami untuk memberikan kepastian kepada keluarga," katanya.

Di tengah proses pencarian korban, kondisi KM Virgo Transport 8 juga menjadi perhatian. Salah satunya terkait dugaan penambahan ramp door di bagian samping kapal.

Wakil Ketua Forum Transportasi Laut MTI, Rakhmatika Ardianto, menjelaskan bahwa modifikasi kapal sebenarnya bukan hal yang dilarang dalam industri pelayaran. Namun, perubahan konstruksi harus melalui proses teknis dan pengawasan sesuai aturan.

Hal tersebut mengacu pada PM Nomor 54 Tahun 2021 tentang Pengesahan Gambar Rancang Bangun Kapal, Pelaksanaan dan Pengawasan Pembangunan dan Pengerjaan Kapal.

"Pemilik kapal tidak dibenarkan mengubah konstruksi sesuka hati. Ada gambar rancang bangun, perhitungan teknis, proses pengesahan, serta pengawasan pekerjaan yang dilakukan oleh Direktorat Perkapalan dan Kepelautan Ditjen Hubla serta Biro Klasifikasi Indonesia atau BKI," kata Rakhmatika, Senin (21/9). 

Setelah modifikasi selesai, stabilitas kapal juga harus dihitung kembali melalui inclining test oleh BKI.

Menurut Rakhmatika, perubahan desain kapal bukan hal yang asing dalam industri pelayaran. Sejumlah kapal juga pernah mengalami perubahan fungsi maupun konstruksi, selama dilakukan sesuai prosedur keselamatan dan klasifikasi.

"Ini menunjukkan bahwa perubahan desain maupun fungsi kapal merupakan hal lazim dalam industri pelayaran, sepanjang dilakukan melalui proses teknis dan memenuhi persyaratan keselamatan serta klasifikasi," ujarnya.

KM Virgo Transport 8 diketahui merupakan kapal bekas asal Jepang yang telah berusia sekitar 39 tahun. Kapal tersebut disebut telah beroperasi lebih dari satu bulan dan menempuh lebih dari 30 rit sebelum kecelakaan.

Saat kejadian, kapal disebut telah menempuh sekitar 190 mil laut dari total jarak pelayaran sekitar 240 mil laut.

Rakhmatika menilai dugaan modifikasi tidak bisa langsung disebut sebagai penyebab kapal terbalik. Menurutnya, apabila perubahan konstruksi membuat stabilitas kapal tidak memenuhi persyaratan, kapal seharusnya tidak memperoleh sertifikat kelas.

Ia juga menilai investigasi kecelakaan perlu melihat berbagai faktor, bukan hanya kondisi teknis kapal, tetapi juga aspek operasional dan faktor manusia.

"Ada aspek operasional yang selama ini memiliki kontribusi besar. Bahkan, faktor manusia atau human factor menjadi penyebab terbesar, dengan kontribusi lebih dari 80 persen. Karena itu, penyebab kecelakaan harus dikaji secara menyeluruh, bukan langsung disimpulkan dari satu aspek," tutur Rakhmatika.

Hingga kini, Basarnas masih melanjutkan pencarian terhadap 122 orang yang belum ditemukan. Tim penyelam terus menyisir badan KM Virgo Transport 8 dengan tetap mengutamakan keselamatan personel, sementara penyebab pasti kecelakaan masih menunggu hasil kajian dan investigasi lebih lanjut.