JATIMTIMES - Kota Surabaya bersiap menyambut persaingan kejuaraan bulutangkis internasional. Pertandingan Surabaya International Challenge 2026 akan digelar pada 22–27 September 2026 di GOR Sudirman, Surabaya, Jawa Timur.
Turnamen berstatus International Challenge ini menjadi bagian dari kalender kompetisi internasional dan menawarkan total hadiah sebesar US$20.000. Selain menjadi arena perebutan gelar juara dan menambah poin peringkat dunia, kejuaraan ini juga memberikan kesempatan bagi para pemain untuk mengasah kemampuan, menambah pengalaman bertanding, serta membangun kepercayaan diri menuju level kompetisi yang lebih tinggi.
Antusiasme terhadap turnamen ini terlihat dari jumlah peserta yang ambil bagian. Sebanyak 279 peserta dari 14 negara tercatat akan tampil di Surabaya. Indonesia menjadi negara dengan jumlah peserta terbanyak, yakni 162 peserta, disusul Malaysia sebanyak 40 peserta. Selanjutnya terdapat Chinese Taipei (15), Singapura (13), Filipina (11), Jepang (9), Thailand (9), India (7), Vietnam (6), Australia (2), Brunei Darussalam (2), serta Amerika Serikat, Inggris, dan Sri Lanka, yang masing-masing mengirimkan satu peserta.
Kehadiran pemain dari berbagai negara semakin menegaskan daya tarik Surabaya International Challenge 2026 sebagai ajang kompetisi internasional di Indonesia. Bagi para pemain Indonesia, turnamen ini menjadi kesempatan untuk menguji kemampuan menghadapi lawan dengan karakter permainan yang beragam sekaligus tampil di hadapan publik sendiri.
Tidak hanya para atlet yang mendapatkan kesempatan untuk bertanding, masyarakat Surabaya dan pecinta bulutangkis di Jawa Timur juga dapat menjadi bagian dari kemeriahan turnamen. Seluruh pertandingan Polytron Surabaya International Challenge 2026 dapat disaksikan secara langsung di GOR Sudirman tanpa harus membeli tiket alias gratis.
Ketua Pengprov PBSI Jawa Timur, Tonny Wahyudi, menyambut positif penyelenggaraan turnamen internasional di Surabaya. Menurutnya, kompetisi seperti ini memiliki arti penting bagi perkembangan atlet sekaligus memperkuat ekosistem bulutangkis di Jawa Timur.
"Kami tentu menyambut baik penyelenggaraan Polytron Surabaya International Challenge 2026. Kehadiran turnamen internasional di Surabaya memberikan kesempatan yang sangat baik bagi para atlet, khususnya atlet Jawa Timur, untuk mendapatkan pengalaman menghadapi lawan-lawan dari berbagai negara. Ini juga menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem kompetisi yang semakin kuat di Jawa Timur," ujar Tonny.
Menurut dia dengan pertandingan yang bisa disaksikan secara gratis, pihaknya mengajak masyarakat Surabaya dan seluruh pecinta bulutangkis di Jawa Timur untuk datang dan memberikan dukungan.
"Ini menjadi kesempatan yang sangat baik untuk melihat pertandingan berkelas internasional sekaligus memberikan dukungan kepada para atlet Indonesia yang bertanding," lanjutnya.
Persaingan Surabaya International Challenge 2026 diprediksi akan berlangsung menarik. Di sektor tunggal putra, Richie Duta Ricardo menjadi unggulan pertama setelah sebelumnya meraih gelar juara Polytron Pontianak International Challenge 2026. Richie akan mendapat tantangan dari unggulan kedua Bismo Raya Oktora, unggulan ketiga Chico Aura Dwi Wardoyo, serta pemain India Meiraba Luwang Maisnam sebagai unggulan keempat.
Pada tunggal putri, pemain Jepang Sakura Masaki menjadi unggulan pertama, disusul Vu Thi Trang dari Vietnam. Sementara pemain andalan Indonesia, Dalia Aghnia Puteri berada pada posisi keempat di bawah wakil Thailand Passa-Orn yang berada di posisi ketiga.
Sektor ganda putra, pasangan Malaysia Choong Hon Jian/Wong Vin Sean menjadi unggulan pertama, sedangkan pasangan Indonesia Rahmat Hidayat/Karsten Spenser Darma menempati unggulan kedua. Kekuatan Indonesia juga terlihat dari hadirnya sejumlah pasangan muda di jajaran unggulan. Salah satunya Pulung Ramadhan/Wahyu Agung Prasetyo, yang sebelumnya meraih gelar juara di Polytron Pontianak International Challenge 2026.
Sektor ganda putri menempatkan pasangan Jepang Momoha Niimi/Mikoto Aiso sebagai unggulan pertama disusul pasangan Indonesia Siti Sarah Azzahra/Velisha Christina. Sementara dua posisi lainnya di empat teratas ditempati wakil Chinese Taipei Po-Hsuan Chan/Pin-Chen Liao dan Singapura Tay Andrea Jacqui/Teo Eng Ker.
Pada sektor ganda campuran, Indonesia mendominasi jajaran empat unggulan teratas. Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Tesya Munggaran menjadi unggulan pertama, disusul Rehan Naufal Kusharjanto/Melati Daeva Oktavianti, Renaldi Samosir/Masita Mahmudin, dan M. Nawaf Khoiriansyah/Nahya Muhyifa.
Salah satu pasangan yang juga menarik perhatian adalah Bagas Maulana/Apriyani Rahayu, yang akan menjalani tantangan baru sebagai pasangan ganda campuran. Keduanya memiliki rekam jejak kuat di nomor ganda masing-masing. Apriyani sebelumnya meraih gelar Polytron Pontianak International Challenge 2026 bersama Dejan Ferdinansyah.



