JATIMTIMES – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu’ti meresmikan pemanfaatan hasil pembangunan sarana dan prasarana di tiga sekolah Muhammadiyah Kota Batu pada Minggu (20/9/2026). Tiga lembaga penerima kucuran dana bantuan revitalisasi pemerintah tersebut meliputi SMP Muhammadiyah 8 Batu, TK ABA 2, dan SMK Muhammadiyah 1 Batu.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengungkapkan bahwa pada Tahun Anggaran 2026, pemerintah mematok target besar pembenahan fisik gedung sekolah di seluruh wilayah Indonesia. Pihaknya menegaskan penetapan skala prioritas difokuskan bagi sekolah rusak berat serta wilayah yang terdampak bencana alam.
"Tahun ini kita akan melakukan revitalisasi secara keseluruhan itu 71.744 sekolah, itu untuk semua ya, sekolah negeri dan swasta. Tapi prioritasnya itu untuk sekolah yang terdampak bencana, terutama di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, NTT, daerah 3T, dan sekolah yang rusak berat," ujar Abdul Mu’ti.
Mu'ti menambahkan, untuk sekolah di Kota Batu yang masih mengantre bantuan, pemerintah telah menyiapkan skema Anggaran Biaya Tambahan (ABT) tahap satu dan dua guna menuntaskan perbaikan fasilitas yang belum terakomodasi.

Sementara itu, Kepala SMP Muhammadiyah 8 Batu Windra Rizkyana membeberkan bahwa sekolahnya menerima kucuran dana revitalisasi senilai Rp747 juta dari alokasi APBN. Bantuan tersebut direalisasikan untuk penambahan satu unit ruang kelas baru serta tiga paket fasilitas toilet siswa yang telah tuntas dikerjakan sejak Desember 2025 lalu.
Windra menegaskan penetapan bantuan berjalan transparan dan berbasis data kebutuhan riil yang diinput langsung melalui sistem aplikasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
"Semuanya by system, dasarnya adalah Dapodik untuk menyesuaikan rasio ruangan dan toilet dengan jumlah siswa. Seluruh pengelolaan dana yang ditransfer langsung ke rekening sekolah juga didampingi fasilitator daerah, Dinas Pendidikan, hingga Inspektorat pusat mulai perencanaan sampai pelaporan akhir," jelas Windra.





