JATIMTIMES - Kawasan wisata Gunung Bromo kembali dibuka untuk wisatawan mulai Sabtu, 19 September 2026 pukul 00.01 WIB setelah sebelumnya ditutup akibat kebakaran hutan dan lahan.

Pembukaan kembali dilakukan setelah proses penanganan kebakaran di kawasan Bromo dinyatakan selesai. Meski aktivitas wisata sudah kembali diperbolehkan, wisatawan tetap perlu memperhatikan kondisi kawasan yang baru saja terdampak kebakaran.

Selain mengutamakan keselamatan diri, pengunjung juga diharapkan ikut menjaga lingkungan agar proses pemulihan kawasan Gunung Bromo dapat berjalan dengan baik.

Lantas, apa saja yang perlu diperhatikan wisatawan saat kembali berkunjung ke Bromo setelah insiden kebakaran?

1. Pastikan kondisi kawasan sebelum berangkat

Sebelum melakukan perjalanan, wisatawan sebaiknya mengecek informasi terbaru mengenai kondisi kawasan wisata Gunung Bromo.

Informasi tersebut meliputi akses masuk, area yang masih dibatasi, kondisi cuaca hingga aturan kunjungan yang berlaku.

Langkah ini penting karena kondisi di lapangan dapat berubah sewaktu-waktu, terlebih kawasan Bromo baru saja melalui proses penanganan kebakaran.

2. Patuhi seluruh aturan dan arahan petugas

Wisatawan wajib mengikuti arahan petugas selama berada di kawasan Bromo. Jika terdapat area yang ditutup atau diberi tanda larangan untuk dimasuki, jangan mencoba menerobos meskipun lokasi tersebut terlihat aman.

Pembatasan akses diberlakukan untuk menjaga keselamatan pengunjung sekaligus memberikan kesempatan bagi kawasan yang terdampak kebakaran untuk kembali pulih.

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) juga mengingatkan wisatawan untuk:

• Tidak membuat api unggun atau perapian di kawasan taman nasional.

• Tidak membakar benda apa pun selama berada di kawasan Bromo.

• Tidak membuang puntung rokok, korek api, maupun benda lain yang berpotensi menjadi sumber api.

• Menjaga kebersihan dan ketertiban selama berwisata.

• Menjaga keamanan dan kelestarian kawasan Gunung Bromo.

• Tidak mengganggu aktivitas petugas, termasuk pemantauan, patroli, pengamanan maupun penanganan kebakaran.

• Mengutamakan keselamatan selama melakukan aktivitas wisata.

• Memperhatikan kondisi cuaca sebelum dan selama berada di kawasan.

• Mengikuti arahan petugas apabila terjadi perubahan kondisi atau pengaturan akses.

• Segera melapor kepada petugas apabila menemukan asap, bara, titik api atau kondisi lain yang berpotensi memicu kebakaran.

3. Jangan mendekati area bekas kebakaran

Area yang sebelumnya terbakar masih dapat memiliki kondisi yang belum sepenuhnya aman. Wisatawan sebaiknya tidak mendekati atau mengeksplorasi lokasi bekas kebakaran tanpa izin dari petugas.

Selain berpotensi membahayakan keselamatan, aktivitas tersebut juga dapat mengganggu proses pemulihan vegetasi dan ekosistem di kawasan Bromo.

4. Hindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran

Kondisi musim kemarau membuat vegetasi kering lebih mudah terbakar. Karena itu, wisatawan perlu menghindari berbagai aktivitas yang berpotensi menimbulkan api.

Jangan membuang puntung rokok sembarangan, menyalakan api di area yang dilarang atau melakukan aktivitas lain yang dapat memicu kebakaran.

5. Jangan membuang sampah sembarangan

Sampah yang ditinggalkan wisatawan tidak hanya mengganggu keindahan kawasan, tetapi juga dapat berdampak terhadap lingkungan.

Bawalah kembali sampah pribadi atau buang pada tempat yang telah disediakan. Wisatawan juga sebaiknya tidak meninggalkan barang apa pun di area wisata, termasuk tisu, botol plastik dan kemasan makanan.

6. Perhatikan kondisi cuaca dan angin

Berwisata di kawasan pegunungan juga membutuhkan perhatian terhadap kondisi cuaca. Kabut, hujan maupun angin kencang dapat memengaruhi perjalanan dan aktivitas wisata.

Wisatawan sebaiknya tidak memaksakan perjalanan apabila kondisi cuaca dinilai tidak aman. Selalu ikuti informasi dan imbauan resmi dari pengelola serta petugas di lapangan.

7. Gunakan jalur dan fasilitas yang telah ditentukan

Setelah kawasan kembali dibuka, wisatawan sebaiknya tetap berada di jalur yang telah diperbolehkan.

Jangan membuat jalur sendiri demi mengejar lokasi foto atau pemandangan tertentu. Mengikuti jalur resmi membantu wisatawan tetap berada di area yang telah diperhitungkan aspek keselamatannya sekaligus mengurangi risiko kerusakan lingkungan.

8. Hormati proses pemulihan kawasan

Kawasan Bromo membutuhkan waktu untuk memulihkan kondisi setelah terdampak kebakaran. Karena itu, wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati pemandangan, tetapi juga perlu ikut menjaga kelestarian kawasan.

Hindari mengambil tanaman, merusak vegetasi atau melakukan aktivitas yang dapat mengganggu lingkungan.

Dengan menjaga kawasan selama berkunjung, wisatawan turut membantu proses pemulihan ekosistem Bromo sehingga keindahannya dapat tetap dinikmati pada masa mendatang.

Kembalinya aktivitas wisata di Gunung Bromo menjadi kesempatan bagi wisatawan untuk kembali menikmati salah satu destinasi unggulan Jawa Timur setelah penanganan kebakaran selesai.

Namun, dibukanya kembali kawasan wisata bukan berarti seluruh risiko akibat kebakaran dapat diabaikan. Kondisi lingkungan masih perlu dijaga, terutama di tengah musim kemarau.

Karena itu, wisatawan perlu mengutamakan keselamatan, mematuhi arahan petugas dan menjaga lingkungan selama berada di kawasan Bromo.

Dengan menerapkan berbagai langkah tersebut, kunjungan wisata dapat berlangsung lebih aman sekaligus ikut mendukung pemulihan kawasan Gunung Bromo setelah insiden kebakaran.