JATIMTIMES - Kecelakaan kapal kembali terjadi di perairan Indonesia. Terbaru, insiden menimpa Kapal Virgo Transport 8 yang terbalik di Laut Jawa saat dalam perjalanan dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada Minggu (13/9/2026).
Peristiwa tersebut menambah daftar panjang kecelakaan kapal yang terjadi sepanjang 2026. Bahkan, berdasarkan data Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), tercatat sebanyak 601 kecelakaan kapal di Indonesia selama periode Januari hingga Agustus 2026.
Baca Juga : Gunung Semeru Erupsi Empat Kali Dini Hari, Gemuruh Kuat Terdengar hingga Lereng
Kepala Basarnas Marsekal Madya M Syafi’i menyampaikan, dari ratusan kejadian tersebut terdapat 239 orang meninggal dunia, 203 orang dinyatakan hilang, dan 3.404 orang berhasil dievakuasi.
“Rentang Januari sampai Agustus 2026, kecelakaan kapal, kapal tok ini. Tadi saya bilang ada 203 orang yang hilang, mungkin 203 orang hilang pasti ada yang tidak terdaftar di manifes,” ujar M Syafi’i pada Rabu (19/8/2026).
Berikut sejumlah kecelakaan kapal besar yang terjadi di Indonesia sepanjang periode tersebut hingga September 2026, dilansir dari berbagai sumber.
1. KM Nurul Salsa
KM Nurul Salsa tenggelam di perairan Selayar, Sulawesi Selatan, pada Rabu (16/7/2026) sekitar pukul 05.00 WITA.
Kapal tersebut diketahui sedang berlayar dari Pelabuhan Jampea menuju Pelabuhan Benteng, Selayar. Berdasarkan hasil validasi yang dilakukan pemerintah daerah, kepolisian, dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), terdapat 76 orang di dalam kapal.
Dari jumlah tersebut, 58 orang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Sementara empat orang meninggal dunia dan 14 lainnya masih dinyatakan hilang.
Peristiwa ini kemudian masuk dalam penyelidikan kepolisian. Dalam proses tersebut, polisi menemukan dugaan adanya unsur kelalaian yang berkaitan dengan kecelakaan hingga menyebabkan korban meninggal dunia.
2. KMP Mutiara Sentosa 2
Kecelakaan kapal berikutnya terjadi pada KMP Mutiara Sentosa 2. Kapal jenis roll-on/roll-off (roro) milik PT Atosim Lampung Pelayaran itu terbakar ketika berlayar dari Surabaya menuju Makassar pada Minggu (2/8/2026).
Tim SAR mengevakuasi ratusan orang dari kapal tersebut. Sebanyak lima orang dilaporkan meninggal dunia, sedangkan 233 orang lainnya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Namun, setelah proses evakuasi berlangsung, masih muncul informasi mengenai kemungkinan adanya korban lain yang belum ditemukan. Dugaan tersebut disampaikan berdasarkan keterangan keluarga maupun penumpang lainnya.
KMP Mutiara Sentosa 2 juga membawa muatan dalam jumlah besar. Kapal tersebut mengangkut berbagai kendaraan logistik, mulai dari truk sedang, truk besar, tronton hingga alat berat.
3. KMP Putri Yasmin
Kapal lain yang mengalami kecelakaan pada Agustus 2026 adalah KMP Putri Yasmin. Kapal tersebut terbakar di perairan Selat Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Rabu (12/8/2026).
Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 212 orang dari kapal yang terbakar tersebut. Satu orang dilaporkan meninggal dunia dalam kejadian itu.
Jumlah orang yang berada di kapal juga sempat menjadi perhatian. Pada awal kejadian, tim SAR menerima informasi berdasarkan manifes bahwa terdapat 144 penumpang. Namun, setelah proses evakuasi dilakukan, jumlah orang yang berhasil dievakuasi mencapai 212 orang.
Penyebab kebakaran belum dapat langsung dipastikan. Pemerintah menunggu hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sebelum menetapkan penyebab pasti kecelakaan tersebut.
Baca Juga : Jelang Arema FC vs Persik, Panpel Pilih Langkah Hati-hati soal Suporter Tamu
4. Kapal Wisata Putri Sakinah
Kecelakaan kapal lainnya berkaitan dengan kapal wisata Putri Sakinah yang tenggelam di sekitar perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Peristiwa tersebut sebenarnya terjadi pada Jumat (26/12/2025), tetapi proses pencarian korban berlanjut hingga Januari 2026 sehingga masuk dalam rangkaian peristiwa yang ditangani pada awal tahun.
Kapal membawa 11 orang. Dalam kejadian tersebut, empat warga negara Spanyol menjadi korban. Tiga orang telah ditemukan, sedangkan satu korban lainnya masih dinyatakan hilang.
Operasi pencarian dilakukan tim SAR gabungan selama 15 hari. Sebanyak 168 personel dan 18 alat utama digunakan untuk mencari korban yang belum ditemukan.
Setelah pencarian dilakukan secara maksimal, operasi SAR resmi dihentikan pada Jumat (9/1/2026) dan selanjutnya dilanjutkan melalui pemantauan.
Kasus tersebut juga berlanjut ke ranah hukum. Kepolisian menetapkan nakhoda berinisial L dan anak buah kapal (ABK) bagian mesin berinisial M sebagai tersangka. Keduanya diduga lalai dalam pengoperasian kapal hingga mengakibatkan kecelakaan dan korban jiwa.
5. Virgo Transport 8
Terbaru, kecelakaan kapal terjadi pada Virgo Transport 8 di Laut Jawa pada Minggu (13/9/2026).
Kapal tersebut sedang dalam perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin ketika mengalami kecelakaan. Lokasi kapal disebut berada sekitar 150 kilometer dari Banjarmasin yang menjadi tujuan akhir perjalanan.
Virgo Transport 8 dilaporkan terbalik dan masih mengapung dalam posisi tersebut ketika proses pencarian dan evakuasi dilakukan. Kapal belum tenggelam saat tim SAR melakukan penanganan terhadap para korban.
Berdasarkan data awal, kapal tersebut membawa 243 orang yang terdiri dari 213 penumpang dan 30 awak kapal. Selain penumpang dan awak, Virgo Transport 8 juga mengangkut 89 kendaraan.
Kapal dilaporkan kehilangan kontak sekitar pukul 02.00 waktu setempat. Tim SAR kemudian melakukan pencarian dan evakuasi terhadap para penumpang serta awak kapal.
Insiden Virgo Transport 8 sekaligus menjadi pengingat bahwa keselamatan transportasi laut masih menjadi perhatian penting, mengingat tingginya aktivitas kapal yang menghubungkan berbagai wilayah di Indonesia.
Dengan ratusan kecelakaan kapal yang tercatat Basarnas sepanjang Januari-Agustus 2026, pengawasan terhadap kelayakan kapal, kondisi cuaca, muatan, hingga kepatuhan terhadap prosedur keselamatan menjadi bagian penting untuk mencegah jatuhnya korban dalam perjalanan laut.
