JATIMTIMES - Korsleting listrik diduga memicu terjadinya kebakaran sebuah tempat usaha rumahan atau home industry tusuk sate di Dusun Madyorenggo, Desa Talok, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Berdasarkan hasil pendataan awal, kerugian material akibat insiden kebakaran tersebut diduga mencapai ratusan juta rupiah.
Di sisi lain, kebakaran tersebut juga sempat viral dan beredar di sejumlah WhatsApp Grup. Berdasarkan rekaman video amatir yang dihimpun JatimTIMES pada Jumat 11 September 2026, tampak kobarkan api yang membara pada bangunan tempat usaha tusuk sate tersebut.
Baca Juga : Lurah Kranjingan Bersama dengan Tim Medis Puskesmas Gladak Pakem Lakukan Home Care Ibu Hamil Resti
Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran (PPK) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Malang Win Haliem mengatakan, peristiwa kebakaran yang kini viral tersebut dilaporkan terjadi pada Kamis 10 September 2026 malam sekitar pukul 19.58 WIB.
"Sumber api penyebab kebakaran diduga diakibatkan korsleting listrik pada tempat oven yang digunakan untuk mengeringkan tusuk sate," ujarnya saat dikonfirmasi Jumat 11 September 2026.
Data Pemadam Kebakaran (Damkar) mengungkapkan, home industry tusuk sate berukuran sekitar 420 meter persegi tersebut merupakan milik Sentot (66), warga Desa Talok, Kecamatan Turen.
"Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa kebakaran tersebut. Sementara terkait dugaan kerugian materialnya ditaksir mencapai Rp 400 juta," ujarnya.
Kebakaran tersebut diketahui pertama oleh Johan, salah satu anak buah dari pemilik home industry. Saksi saat itu mengetahui bahwa telah terjadi korsleting listrik pada oven yang digunakan sebagai tempat untuk mengeringkan tusuk sate.
"Oven yang diduga mengalami korsleting listrik tersebut kemudian menyebabkan terjadinya percikan api yang mengakibatkan kobaran api hingga menjalar ke bahan baku tusuk sate," jelasnya.
Baca Juga : Didukung 222 CCTV, Command Center 112 Surabaya Percepat Respons Warga
Peristiwa kebakaran tersebut kemudian dilaporkan oleh perangkat Desa Talok kepada Damkar Kabupaten Malang. "Empat unit kendaraan pemadam kebakaran beserta 11 personel Damkar Kabupaten Malang kemudian kami kerahkan ke lokasi kejadian sesaat setelah menerima laporan adanya kebakaran tersebut," imbuhnya.
Banyaknya material yang mudah terbakar mengakibatkan pemadaman kebakaran berlangsung hingga Jumat dini hari. Saat itu, pemadaman kebakaran di home industry tusuk sate tersebut juga turut melibatkan sejumlah personel gabungan. Antara lain unsur Pemerintah Desa (Pemdes) Talok, Pemerintah Kecamatan Turen, Polsek Turen, babinsa Talok, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang, para relawan hingga warga sekitar.
"Penanganan kebakaran juga turut melibatkan satu unit kendaraan pemadam kebakaran dari Pindad. Api dinyatakan padam sekitar 3,5 jam setelah petugas tiba di lokasi untuk melakukan penanggulangan kebakaran pada tadi (Jumat 11 September 2026) dini hari," pungkasnya.
