Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Serba Serbi

Kronologi Pengusaha Sound Horeg Sebut MUI Jatim Goblok, Kini Jual Peralatannya

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

11 - Sep - 2026, 13:53

Placeholder
Momen pengusaha sound horeg berbincang dengan Ketua Komisi Fatwa MUI Jatim KH Ma'ruf Khozin di siaran langsung salah satu televisi. (Foto: Instagram)

JATIMTIMES - Pengusaha sound horeg asal Karanganyar, Jawa Tengah, Setyo Budi Mularso, menjadi sorotan setelah menyebut Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur dengan kata "goblok" saat tampil dalam siaran langsung televisi nasional.

Ucapan tersebut muncul ketika Budi membahas fatwa haram sound horeg yang dikeluarkan MUI Jatim. Potongan videonya kemudian beredar luas di media sosial.

Baca Juga : Pelajar Ikut Aksi KONI yang Dipimpin Wawali Blitar, DP3AP2KB: Demonstrasi Berbahaya bagi Anak

Polemik itu tidak berhenti di layar televisi. Budi akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada MUI. Belakangan, dia juga mengaku memilih menjual perangkat sound horeg miliknya setelah mendapat teguran dari istri dan anak.

Berikut rangkaian fakta terkait pernyataan Budi hingga keputusan menjual sound horeg miliknya:

1. Sebut MUI Jatim "goblok" saat siaran langsung

Pernyataan Budi disampaikan ketika dirinya menjadi narasumber dalam acara Catatan Demokrasi bertema "Sound Horeg: Musik Berujung Petaka".

Dalam acara yang disiarkan langsung di televisi nasional itu, Budi mendapat kesempatan menyampaikan pandangannya soal fatwa haram sound horeg dari MUI Jatim.

Budi menilai MUI seharusnya lebih dulu melakukan pembinaan kepada pelaku usaha sound horeg. Namun, saat menyampaikan pendapatnya, dia menggunakan kata "goblok" untuk menyebut MUI Jatim.

"MUI Jawa Timur itu bagi saya sendiri, itu sebuah kegoblokan MUI-nya sendiri. Kenapa? Karena MUI itu harusnya itu menjaga. Ini anak-anaknya loh. Saya tuh orang Jawa Tengah, saya menghormati. Saya menghormati dan saya cinta teman-teman Jawa Timur, tapi kegoblokannya MUI ini malah justru dipertontonkan seluruh Indonesia," kata Setyo. 

Ucapan tersebut disampaikan di hadapan Ketua Komisi Fatwa MUI Jatim KH Ma'ruf Khozin. Moderator acara kemudian meminta Budi menggunakan bahasa yang lebih santun karena acara tersebut disiarkan secara langsung di televisi nasional.

2. Kiai Ma'ruf tidak terpancing

Kiai Ma'ruf memilih menanggapi pernyataan tersebut dengan tenang. Menurutnya, apa yang disampaikan Budi merupakan pandangan subjektif dari salah satu pelaku usaha sound horeg.

Dia kemudian menjelaskan bahwa jumlah pelaku usaha sound horeg cukup banyak. Menurut Kiai Ma'ruf, tidak semua kegiatan sound horeg berjalan sesuai aturan.

"Jadi, karena yang beliau sampaikan tentu ini adalah pandangan subjektif mereka, ya. Jadi yang misalnya yang mereka sampaikan adalah pendapat-pendapat yang sudah sesuai narasi, yang sudah sesuai dengan edaran Gubernur, dan lain sebagainya," bebernya.

"Tapi kalau kemudian dieksplor lebih jauh, karena pemilik sound ini, pemilik sound horeg ini tidak hanya beliau, ribuan, ya. Dan kemudian yang sampai ke kami, kami secara objektif ini yang kemudian menaati aturan. Tetapi banyak pula yang kemudian tidak mematuhi terhadap aturan. Nah, yang beliau sampaikan ini adalah yang baik-baiknya saja," imbuh Kiai Ma'ruf.

3. MUI soroti dancer hingga minuman keras

Kiai Ma'ruf mengatakan persoalan yang disorot oleh MUI Jatim tidak hanya soal suara atau tingkat kebisingan sound horeg. Dia menyebut ada kegiatan tertentu yang menurutnya juga disertai pelanggaran lain. Salah satunya penggunaan dancer hingga minuman keras.

"Sementara peristiwa-peristiwa yang memang di situ melanggar mulai dari aturan dan lain sebagainya, tadi beliau bilang tidak ada dancer, itu mungkin di bagian beliau, tapi di bagian realitas yang lain jauh lebih besar, tinggal mudah kita melihat di YouTube bagaimana setiap ada yang namanya sound horeg selalu ada dancer-nya, bahkan sudah mulai terang-terangan minuman keras. Ini enggak pernah disampaikan oleh beliau," tambah Kiai Ma'ruf.

Menurut Kiai Ma'ruf, kondisi tersebut menjadi bagian dari persoalan yang perlu dilihat ketika membahas aktivitas sound horeg secara keseluruhan.

4. Kiai Ma'ruf pilih memaafkan

Ucapan Budi yang kemudian viral ternyata tidak membuat Kiai Ma'ruf merasa tersinggung. Dia mengatakan tidak ingin memperpanjang persoalan tersebut.

Baca Juga : Ustaz Rifky Ja'far Thalib Sebut Sound Horeg seperti Diskotek Berjalan 

Kiai Ma'ruf bahkan menyebut dirinya baru pertama kali bertemu Budi dalam acara televisi tersebut.

"Nggak ada, biasa saja, bagi kami, kalau dikatain seperti itu ya kami memang selalu harus belajar setiap hari," kata Kiai Ma'ruf, dikutip detikjatim, Jumat (11/9/2026). 

Sikap tersebut diambil Kiai Ma'ruf dengan tetap menempatkan perdebatan soal sound horeg sebagai persoalan yang perlu dibahas berdasarkan aturan dan pandangan keagamaan.

5. Budi akhirnya minta maaf

Setelah pernyataannya ramai di media sosial, Budi menyampaikan permintaan maaf.

Permintaan maaf itu ditujukan kepada MUI Jatim, MUI Jawa Tengah, MUI Pusat, serta MUI Kabupaten Karanganyar. Budi juga mengaku menyesali perkataannya dan berjanji tidak mengulanginya.

"Saya nama Setyo Budi, alamat Kabupaten Karanganyar, pada hari Rabu tanggal 9 September 2020 pukul 21.00 bertempat di rumah Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Karanganyar Bapak Dr. Badaruddin menyatakan saya sangat menyesal atas pernyataan saya terhadap Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur pada saat acara di TV One," kata Budi. 

"Saya memohon maaf kepada Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur, Majelis Ulama Indonesia Jawa Tengah, Majelis Ulama Indonesia Pusat, dan Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Karanganyar. Saya menyesal atas pernyataan saya yang saya sampaikan terhadap Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur dan saya tidak akan mengulang perbuatan tersebut dan saya bertobat," tambahnya.

6. Ditegur istri dan anak, Budi jual sound horeg

Persoalan tersebut kemudian berlanjut ke keputusan Budi terhadap bisnis sound horeg miliknya.

Dia mengaku mendapat nasihat dari istri dan anak agar menjalankan usaha secara lebih wajar. Budi mengatakan bisnis sound horeg selama ini lebih banyak dijalankan karena hobi dibandingkan mengejar keuntungan.

"Daripada saya diceramahi anak istri, otomatis anak istri menceramahi 24 jam di rumah, sudah diberitahu untuk lebih baik yang wajar-wajar saja," jelasnya.

Budi pun memutuskan menjual perangkat sound horeg miliknya. Namun, perangkat yang digunakan untuk kebutuhan konser tetap dipertahankan.

"Akhirnya saya putuskan kalau situasi ini sudah normal kayak gitu, biar saja tidak tahu-tahu dijual, dijual itu maknanya lebih spek horeg. Saya kan punya spek konser. Ini yang spek horeg, settingan horeg, saya lebih baik sudah tak perlu lagi," kata Budi. 

Demikian beberapa fakta terkait polemik pengusaha sound horeg yang menyebut 'goblok' MUI Jatim saat siaran langsung. Hingga Jumat (11/9/2026) siang isu ini masih menjadi trending dalam penelusuran Google. 


Topik

Serba Serbi Sound Horeg pengusaha sound horeg mui



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Sri Kurnia Mahiruni