Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Olahraga

Bukan Cuma Porprov 2027, Kota Malang Sudah Menyusun Skenario Jadi Nomor Satu Jatim

Penulis : Hendra Saputra - Editor : Nurlayla Ratri

10 - Sep - 2026, 16:09

Placeholder
Bimbingan Teknis (Bimtek) Pencarian Bibit Atlet Berprestasi Usia Dini bagi guru olahraga SD dan SMP se-Kota Malang di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Kamis (10/9/2026) yang digelar KONI Kota Malang (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

 

JATIMTIMES - Target besar Kota Malang di arena olahraga Jawa Timur tidak berhenti pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim 2027. Di balik ambisi memburu 222 medali emas, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mulai menyiapkan proyek regenerasi atlet dari bangku sekolah untuk menjaga kekuatan olahraga daerah dalam jangka panjang.

 

Baca Juga : Tak Terima Difatwakan Haram, Pengusaha Sound Horeg Sebut MUI Jatim Goblok Saat Live TV

Jenjang SD dan SMP kini menjadi salah satu titik perhatian. Para pelajar berpotensi tidak hanya dipersiapkan untuk memperkuat kontingen Kota Malang pada Porprov 2027, tetapi juga diarahkan menjadi tulang punggung pada Porprov 2029 hingga 2031.

 

Langkah itu mulai dikuatkan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Pencarian Bibit Atlet Berprestasi Usia Dini bagi guru olahraga SD dan SMP se-Kota Malang di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Kamis (10/9/2026).

 

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menilai guru olahraga memiliki posisi strategis dalam proses pencarian atlet. Mereka berada paling dekat dengan siswa sehingga lebih mudah mengenali kemampuan, karakter fisik, hingga potensi olahraga yang dimiliki masing-masing anak.

 

"Siswa-siswi ini akan menjadi bibit atlet yang nantinya mewakili Kota Malang dalam Porprov. Terutama dari jenjang SD dan SMP, mereka bisa mewakili Kota Malang di cabang olahraga tertentu. Guru-guru olahraga yang paling mengetahui kemampuan siswanya," kata Wahyu.

 

Menurut Wahyu, persoalan pembinaan atlet tidak bisa hanya diletakkan pada kemampuan individu. Potensi yang sudah ditemukan juga membutuhkan ekosistem pendukung, termasuk fasilitas olahraga yang memadai di sekolah.

 

Karena itu, Pemkot Malang membuka peluang untuk melakukan intervensi terhadap sekolah yang masih memiliki keterbatasan sarana dan prasarana olahraga.

 

"Selain kemampuan atlet dan sumber daya manusianya, kami juga memperhatikan sarana dan prasarana. Dalam bimtek ini nanti akan disampaikan sekolah mana yang masih kurang fasilitasnya. Itu akan ditindaklanjuti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, kemudian dikoordinasikan dengan Disporapar dan KONI," ujarnya.

 

Kebutuhan fasilitas tersebut, lanjut Wahyu, dapat masuk dalam perencanaan anggaran pemerintah daerah apabila memang berkaitan langsung dengan penguatan pembinaan atlet.

 

"Kalau memang dibutuhkan untuk mendukung sarana dan prasarana, nanti bisa kami alokasikan dalam APBD," imbuhnya.

 

Potensi atlet pelajar Kota Malang sendiri dinilai cukup besar. Wahyu menyebut sejumlah atlet yang memperkuat Kota Malang pada Porprov 2023 juga berasal dari jenjang pendidikan SD, SMP hingga SMA.

 

Artinya, jalur sekolah bukan sekadar tempat mencari calon atlet, tetapi telah menjadi salah satu mata rantai penting dalam regenerasi olahraga Kota Malang.

 

Pendampingan terhadap guru olahraga juga mulai diperkuat. Pembinaan melibatkan sejumlah unsur, mulai Kementerian Pemuda dan Olahraga, Dinas Pendidikan hingga Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Malang.

 

"Ada pembinaan dari Kemenpora, Dinas Pendidikan, maupun KONI. Guru-gurunya juga dibimbing supaya nantinya bisa melatih siswa-siswanya," tuturnya.

 

Di level terdekat, Pemkot Malang tetap memasang target agresif untuk Porprov Jatim 2027. Sebanyak 222 medali emas menjadi angka yang harus dikejar kontingen Kota Malang.

 

Baca Juga : El Nino Berpotensi Tunda Musim Hujan, Pemkot Surabaya dan BMKG Perkuat Mitigasi

Target tersebut bukan sekadar angka yang dilempar tanpa perhitungan. Wahyu menyebut KONI telah melakukan kalkulasi berdasarkan potensi atlet dan kekuatan yang dimiliki Kota Malang.

 

"Target 222 emas memang harus ada. Tentu kita berupaya, karena KONI sudah melakukan perhitungan yang matang dengan kemampuan yang ada di Kota Malang. Mudah-mudahan 222 ini bisa kita dapatkan," tandas Wahyu.

 

Namun, ambisi Kota Malang ternyata jauh lebih panjang. Ketua KONI Kota Malang R Djoni Sudjatmoko mengatakan pembibitan atlet usia dini sengaja diarahkan untuk menyiapkan kekuatan baru setelah Porprov 2027.

 

Menurutnya, atlet dari jenjang SD dan SMP saat ini justru memiliki nilai strategis karena masih memiliki waktu panjang untuk berkembang sebelum memasuki arena Porprov 2029 dan 2031.

 

"Acara ini rutin kami lakukan melalui kolaborasi dengan guru-guru olahraga SD dan SMP. Intinya, atlet-atlet Kota Malang semuanya berasal dari sekolah, selain ada juga yang dari kampus," ujar Djoni.

 

KONI Kota Malang kini membutuhkan pendataan yang lebih kuat untuk mengetahui siapa saja pelajar yang memiliki potensi menjadi atlet andalan. Dari proses tersebut, pembinaan dapat dilakukan lebih awal dan tidak lagi bersifat instan menjelang penyelenggaraan Porprov.

 

Djoni bahkan memasang target yang jauh lebih berani. Kota Malang tidak hanya ingin mempertahankan posisi sebagai salah satu kekuatan olahraga Jawa Timur, tetapi mulai membidik Surabaya yang selama ini menjadi salah satu kekuatan terbesar olahraga provinsi.

 

"Yang 2029 dan 2031 harus kita persiapkan dari sekarang. Target maksimum 2031 kita sudah harus mampu mengalahkan Surabaya. Harapannya, 2029 kita sudah mampu. Kemudian pada 2031 sudah menjadi batas akhir kita harus mampu menjadi nomor satu di Jawa Timur," jelasnya.

 

Sementara itu, persiapan menghadapi Porprov 2027 sudah memasuki tahap yang lebih konkret. Djoni menyebut sebanyak 1.128 atlet telah masuk dalam Pra-Pusat Pelatihan (Pra-Puslat).

 

Dengan jumlah tersebut, pekerjaan KONI kini bergeser dari sekadar mencari atlet menjadi memastikan atlet yang sudah terkumpul mampu dikembangkan secara maksimal untuk mengejar target 222 emas.

 

"Untuk yang 2027, alhamdulillah sudah 1.128 atlet Pra-Puslat. Atlet sudah terkumpul, kita tinggal fokus untuk yang 222 itu," pungkasnya.

 

Jika pembinaan dari sekolah berjalan konsisten, Porprov 2027 bisa menjadi pijakan awal. Sementara generasi yang saat ini masih duduk di bangku SD dan SMP diproyeksikan menjadi investasi olahraga Kota Malang untuk pertarungan yang lebih besar pada 2029 hingga 2031.

 

Ambisi menjadi nomor satu Jawa Timur dengan menggeser Surabaya pun akhirnya tidak lagi sekadar berbicara soal medali. Pertarungan tersebut mulai dibangun dari sekolah, dari guru olahraga, dan dari bagaimana Kota Malang menemukan serta merawat bibit atlet sebelum mereka menjadi juara.


Topik

Olahraga kota malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Hendra Saputra

Editor

Nurlayla Ratri

Olahraga

Artikel terkait di Olahraga