Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

2,6 Juta Kunjungan, Kota Malang Tak Ingin Cuma Jadi Tempat Transit Wisatawan

Penulis : Riski Wijaya - Editor : Dede Nana

05 - Sep - 2026, 18:55

Placeholder
Sejumlah wisatawan mancanegara saat berkunjung di salah satu kampung tematik di Kota Malang.(Foto: Istimewa)

JATIMTIMES — Jutaan wisatawan sudah datang ke Kota Malang sepanjang 2026. Namun, tingginya angka kunjungan itu belum otomatis membuat Kota Malang menjadi tujuan utama wisatawan.

Data Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mencatat 2,6 juta kunjungan wisata hingga Juli 2026. Angka tersebut tinggal berjarak sekitar 600 ribu kunjungan dari target tahunan sebesar 3,2 juta.

Baca Juga : Target PAD Naik Tipis, Dewan Pertanyakan Perencanaan Pemkot Malang

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang Arif Tri Sastyawan optimistis target tersebut bisa dikejar hingga akhir tahun. “Kekurangan target kunjungan wisata tinggal 600 ribu orang. Kami optimistis bisa mencapai target,” ujarnya.

Namun, persoalannya bukan semata mengejar jumlah kunjungan. Sebab, tidak semua wisatawan yang tercatat berkunjung ke Kota Malang menjadikan kota ini sebagai destinasi utama.

Arif mengakui pergerakan wisatawan di Malang Raya membuat batas tujuan wisata menjadi cair. Sebagian wisatawan menginap di Kota Malang, tetapi destinasi utamanya justru berada di Kota Batu atau kawasan Bromo.

“Kadang ada juga menginap di Kota Malang, tujuannya wisata di Kota Batu,” terangnya.

Kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi Pemkot Malang. Sebab, jika wisatawan hanya menjadikan Kota Malang sebagai titik menginap atau transit, peluang ekonomi yang lebih besar berpotensi mengalir ke daerah tujuan berikutnya.

Karena itu, Pemkot mulai mendorong konsep sport tourism untuk membuat wisatawan memiliki alasan lebih lama berada di Kota Malang. Berbagai perlombaan hingga kegiatan seperti fun run dinilai mampu mendatangkan massa sekaligus menggerakkan sektor ekonomi lokal.

Baca Juga : Taman Wisata Alam Ijen Ditutup Buntut Kebakaran Hutan Gunung

Pengembangan tersebut juga dikaitkan dengan program 1.000 event yang digagas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang. Pemkot memberikan kemudahan bagi penyelenggara, terutama dalam perizinan dan pemanfaatan fasilitas daerah.

“Agar event semakin banyak kami memberikan sejumlah kemudahan bagi penyelenggara. Terutama dalam aspek perizinan dan pemanfaatan fasilitas milik pemerintah daerah,” kata Arif.

Pemkot juga tengah menjajaki dukungan industri perhotelan. Disporapar berencana mengumpulkan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) untuk membahas kemungkinan harga khusus bagi peserta event sport tourism.

Namun, keberhasilan pariwisata tidak cukup diukur dari banyaknya orang yang datang. Sebab tentunya, dampak wisatawan juga harus tak hanya berdampak pada sektor perhotelan di Kota Malang saja.


Topik

Peristiwa wisatawan wisata kota malang disporapar kota malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Riski Wijaya

Editor

Dede Nana