JATIMTIMES - Awal September 2026 mendominasi kejadian gempa bumi yang terjadi dalam sepekan di wilayah Jawa Timur (Jatim) dan sekitarnya. Dari sebagian gempa bumi yang terjadi pada awal September tersebut juga turut dirasakan hingga ke wilayah Malang.
Kepala Stasiun Geofisika Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Malang Ricko Kardoso menuturkan, laporan mingguan kondisi kegempaan di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya tersebut terekam pada periode 28 Agustus hingga 3 September 2026.
Baca Juga : Kemenag Jatim Salurkan 27 Ton Logistik untuk Warga Terdampak Bencana di NTT
"Total gempa bumi yang terjadi pada periode tersebut sebanyak 134 kejadian," ujar Ricko kepada JatimTIMES pada Jumat, 4 September 2026.
Sebagaimana yang disampaikan sebelumnya, diutarakan Ricko, dari ratusan gempa bumi yang terjadi di Jatim dan sekitarnya tersebut didominasi pada awal September 2026. "Kejadian gempa bumi terbanyak terekam pada 3 September (2026) dengan jumlah 29 kejadian gempa bumi," ujarnya.
Ricko menyebut, sebagian dari puluhan kejadian gempa bumi pada 3 September 2026 tersebut turut dirasakan di sejumlah wilayah Jawa Timur. Termasuk di wilayah Malang dan sekitarnya.
"Gempa bumi yang terjadi pada pusat laut Pacitan di kedalaman 36 kilometer dengan magnitudo M 4.5 pada 3 September pukul 03:52 WIB tersebut, juga turut dirasakan di Pacitan, Lumajang, Malang, Blitar, hingga Tulungagung," bebernya.
Baca Juga : Gempa M5,3 Guncang Selatan Cilacap, BMKG Ungkap Penyebabnya
Dijelaskan Ricko, gempa bumi yang dirasakan di Pacitan dengan skala intensitas III Modified Mercalli Intensity (MMI) tersebut dirasakan berupa getaran seperti terdapat truk bermuatan yang melintas. Sementara itu, untuk dampak gempa bumi di Lumajang, Malang, Blitar, dan Tulungagung dengan skala intensitas II MMI tersebut berupa getaran yang dirasakan oleh sedikit orang, hingga benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan juga menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut tidak berpotensi tsunami," pungkasnya.
