Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Arema

Debut Liga 1 Manis, Arema FC Libas Isenmulang Kalteng FC 4-0

Penulis : Hendra Saputra - Editor : A Yahya

04 - Sep - 2026, 18:40

Placeholder
Arema FC saat melakoni laga perdana Liga 1 2026/2027 di Stadion Kanjuruhan (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Arema FC membuka kompetisi dengan start meyakinkan. Singo Edan langsung menunjukkan ketajamannya dengan menghajar Isenmulang Kalteng FC empat gol tanpa balas.

Menariknya, kemenangan telak tersebut tidak lepas dari efektivitas Arema FC dalam memanfaatkan situasi bola mati. Tiga dari empat gol yang bersarang ke gawang Isenmulang lahir dari skema bola mati yang telah dipersiapkan tim besutan Marcos Santos.

Baca Juga : Debut di Fashion Vaganza 2026, The Torilla’z Mulai Menjajal Panggung Musik

Tampil di hadapan 1.767 suporter, Arema FC langsung mengambil inisiatif serangan sejak menit awal. Gabi bahkan sudah mengancam gawang Isenmulang ketika pertandingan baru berjalan dua menit. Namun, sepakannya masih melebar di sisi kanan gawang Jefri.

Tekanan Arema akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-8. John Alfarizi melepaskan tendangan kaki kanan dari sisi kanan pertahanan Isenmulang setelah berkolaborasi dengan Gabi dan Vinicius. Bola meluncur ke gawang Jefri dan membawa Arema FC unggul 1-0.

Singo Edan tidak membutuhkan waktu lama untuk menggandakan keunggulan. Menit ke-14, sepak pojok yang dilepaskan Gustavo Franca berhasil dimanfaatkan Diego Landis. Sundulan Landis mengubah kedudukan menjadi 2-0.

Isenmulang sebenarnya sempat memperoleh kesempatan memperkecil jarak pada menit ke-24. Vinicius Ferreira terjatuh di kotak penalti setelah mendapat pelanggaran dari Achmad Maulana. Wasit sempat menunjuk titik putih, tetapi keputusan tersebut kemudian dibatalkan setelah dilakukan pengecekan melalui VAR.

Arema FC terus menjaga tekanan hingga penghujung babak pertama. Hasilnya kembali terlihat pada masa tambahan waktu.

Memasuki menit ke-45+5, sepak pojok Franca kembali menjadi petaka bagi pertahanan Isenmulang. Bola hasil tandukan John Alfarizi diteruskan Marco Vinicius untuk membawa Arema FC semakin jauh meninggalkan lawannya dengan skor 3-0.

Keunggulan tiga gol tidak membuat Arema FC mengendur selepas turun minum. Permainan tetap berada dalam kendali Singo Edan.

Pada menit ke-53, Landis kembali mengancam melalui sundulan setelah menerima umpan Franca. Namun, kali ini Jefri masih mampu melakukan penyelamatan.

Gol keempat yang ditunggu akhirnya datang pada menit ke-85. Pemain anyar Arema FC, Mauro Zijlstra, berada di posisi yang tepat untuk memanfaatkan sepak pojok Franca dan bola muntah hasil aksi Hansamu Yama. Tanpa menyia-nyiakan kesempatan, Zijlstra menggetarkan gawang Isenmulang sekaligus menutup pesta gol Arema menjadi 4-0.

Isenmulang masih berusaha mencari gol hiburan. Tendangan Adriel Fernandez pada menit ke-88 memaksa Adi Satryo melakukan penyelamatan.

Dua menit berselang, Vinicius Baiano sebenarnya sempat membobol gawang Arema melalui sundulan. Namun, gol tersebut dianulir karena berada dalam posisi offside.

Baca Juga : Gen Z Makin Suka Matcha : Bukan Sekadar Tren, Ada Budaya Jepang hingga Peluang Bisnis di Baliknya

Hingga wasit meniup peluit panjang, skor 4-0 tidak berubah. Arema FC pun mengawali kompetisi dengan kemenangan besar.

Pelatih Arema FC Marcos Santos menilai keberhasilan timnya memaksimalkan bola mati bukan sebuah kebetulan. Menurutnya, skema tersebut telah dipersiapkan melalui latihan secara matang sejak musim lalu.

“Mengenai gol-gol tersebut, skema bola mati benar-benar dilatih dengan matang. Kami memiliki senjata ini. Pada laga sebelumnya kami menciptakan peluang, tetapi bola belum mau masuk. Namun di pertandingan pertama ini, apa yang dilatih sudah efektif sebagai strategi,” ujar Marcos.

Marcos melihat situasi bola mati semakin penting dalam sepak bola modern. Ketika kualitas antarpemain relatif berimbang, detail kecil seperti eksekusi bola mati bisa menjadi penentu hasil akhir pertandingan.

“Dalam sepak bola modern saat ini, kualitas para atlet relatif setara dan bola mati bisa menjadi pembeda antara menang atau kalah,” tambahnya.

Ia menjelaskan, skema bola mati yang diterapkan Arema FC juga tidak disusun secara asal. Pergerakan pemain, penempatan posisi hingga antisipasi terhadap kemungkinan pantulan bola telah diperhitungkan dalam sesi latihan.

Persiapan tersebut juga disesuaikan dengan karakter lawan serta karakteristik pemain yang dimiliki Arema FC. “Kami sangat senang dan akan terus berkembang di laga berikutnya,” ucapnya.

Meski mengawali kompetisi dengan kemenangan empat gol tanpa balas, Marcos meminta para pemainnya tidak larut dalam euforia. Perjalanan kompetisi masih panjang dan tantangan yang dihadapi Arema FC dipastikan semakin berat. “Kompetisinya berat, tetapi sangat penting untuk memulainya dengan kemenangan,” pungkasnya.


Topik

Arema arema fc singo edan marcos santos



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Hendra Saputra

Editor

A Yahya