JATIMTIMES – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar memperkuat sistem penjaminan mutu sebagai bagian dari langkah menuju Akreditasi Unggul. Upaya itu ditempuh melalui benchmarking strategis bersama Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Islam Malang (Unisma).
Pertemuan dua fakultas tersebut menjadi ruang bertukar pengalaman sekaligus mempelajari praktik baik pengelolaan pendidikan tinggi. Fokusnya mencakup sistem penjaminan mutu internal, tata kelola fakultas dan program studi, pengembangan sumber daya manusia, kinerja tridarma perguruan tinggi, hingga strategi pemenuhan indikator akreditasi.
Baca Juga : Dorong Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Mataraman, BI Kediri Gelar SYIAR 2026
FISIP Unisba Blitar memanfaatkan benchmarking tersebut untuk mempelajari pengalaman FIA Unisma dalam membangun budaya mutu. Praktik yang dinilai relevan selanjutnya dapat diadaptasi sesuai karakter dan kebutuhan fakultas.
Dekan FISIP Unisba Blitar, Dr. Andiwi Meifilina D. I., S.I.Kom., M.I.Kom., mengatakan benchmarking tidak ditempatkan sebatas kunjungan kelembagaan. Agenda itu menjadi bagian dari evaluasi untuk memastikan sistem mutu bekerja dalam aktivitas akademik sehari-hari.
“Benchmarking ini menjadi ruang belajar dan refleksi bagi kami. Yang ingin kami bangun bukan hanya kelengkapan dokumen akreditasi, tetapi sistem mutu yang benar-benar hidup dalam setiap proses akademik dan tata kelola fakultas,” kata Andiwi.
Menurut dia, pencapaian Akreditasi Unggul membutuhkan kerja kolektif. Dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, pengelola program studi, pimpinan fakultas, hingga mitra eksternal memiliki peran dalam membangun ekosistem akademik yang berkualitas.
“Akreditasi Unggul harus dipandang sebagai konsekuensi dari tata kelola dan kinerja yang unggul. Karena itu, kami ingin memastikan setiap indikator tidak hanya terpenuhi secara administratif, tetapi juga memiliki bukti kinerja dan dampak yang jelas,” ujarnya.
Dari Benchmarking Menuju Aksi Penguatan Mutu
Dalam pertemuan tersebut, FIA Unisma berbagi pengalaman mengenai pengelolaan dokumen mutu, evaluasi capaian kinerja, pengembangan kurikulum, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, hingga penguatan jejaring dengan berbagai pemangku kepentingan.
Pengelolaan data turut menjadi perhatian. Data yang akurat, mutakhir, terukur, dan terdokumentasi dibutuhkan untuk menopang evaluasi sekaligus menjadi pijakan pengambilan keputusan. Penjaminan mutu, karena itu, tidak cukup bertumpu pada kelengkapan dokumen, tetapi perlu bergerak menuju tata kelola berbasis data dan kinerja.
Baca Juga : Loker KAI 2026 Dibuka untuk Lulusan SLTA hingga S1: Cek Syarat dan Cara Daftarnya
Andiwi mengatakan, berbagai praktik baik yang diperoleh dari FIA Unisma akan dipelajari untuk melihat bagian yang relevan dan dapat diadaptasi di FISIP Unisba Blitar. Salah satu langkah yang dapat dilakukan ialah gap analysis, yakni memetakan kesenjangan antara kondisi fakultas saat ini dengan standar mutu dan indikator kinerja yang dituju.
“Yang terpenting setelah benchmarking adalah tindak lanjutnya. Praktik baik yang kami peroleh akan kami identifikasi dan sesuaikan dengan kebutuhan FISIP Unisba Blitar, kemudian diterjemahkan menjadi langkah-langkah penguatan mutu yang terukur,” kata Andiwi.
Hasil pemetaan tersebut selanjutnya dapat menjadi dasar penyusunan rencana tindak lanjut, lengkap dengan target, indikator capaian, penanggung jawab, serta bukti kinerja. Penguatan mutu juga diarahkan agar berdampak pada pengalaman belajar mahasiswa melalui kurikulum yang relevan, pembelajaran inovatif, peningkatan kompetensi dosen, produktivitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, publikasi ilmiah, kerja sama kelembagaan, serta prestasi mahasiswa.
Bagi FISIP Unisba Blitar, Akreditasi Unggul bukan semata predikat yang dikejar melalui pemenuhan administrasi. Capaian tersebut ditempatkan sebagai buah dari tata kelola yang baik dan budaya perbaikan berkelanjutan.
“Akreditasi bukan tujuan akhir. Yang kami bangun adalah budaya mutu yang berkelanjutan agar kualitas akademik, tata kelola, dan layanan kepada mahasiswa terus meningkat. Ketika prosesnya kuat dan konsisten, kami optimistis capaian Akreditasi Unggul akan mengikuti,” pungkas Andiwi.
