JATIMTIMES - Jumat memiliki keistimewaan tersendiri bagi umat Islam. Selain dianjurkan memperbanyak ibadah, ada waktu yang memiliki keutamaan untuk berdoa, yakni pada penghujung hari Jumat setelah salat Ashar hingga menjelang Maghrib.
Ulama Indonesia Ustaz Adi Hidayat menjelaskan ada salah satu doa yang dapat diamalkan pada waktu tersebut. Doa itu berisi permohonan agar Allah SWT memberikan kecukupan melalui rezeki yang halal dan menjauhkan seorang hamba dari perbuatan maksiat.
Baca Juga : Kalender Jawa Weton Jumat Wage 4 September 2026: Dianjurkan Bersedekah
Waktu setelah Ashar pada hari Jumat memang menjadi salah satu waktu yang banyak dibicarakan para ulama sebagai waktu mustajab untuk berdoa. Salah satu landasannya adalah hadis yang diriwayatkan Abu Daud nomor 1048.
Dalam hadis tersebut, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa pada hari Jumat terdapat satu waktu ketika seorang muslim berdoa kepada Allah SWT dan doanya berpeluang besar dikabulkan.
“(Waktu siang) di hari Jumat ada 12 (jam). Jika seorang muslim memohon pada Allah sesuatu (di suatu waktu di hari Jumat) pasti Allah ‘azza wa jalla akan mengabulkannya. Carilah waktu tersebut yaitu di waktu-waktu akhir setelah ‘Ashar.” (HR Abu Daud no. 1048)
Mengutip tayangan di kanal YouTube Adi Hidayat Official, terdapat doa yang dianjurkan untuk diamalkan. Doa tersebut memohon kecukupan dari sesuatu yang halal sekaligus meminta pertolongan agar terhindar dari perkara yang diharamkan.
Berikut bacaannya:
اللَّهُمَّ اكْفِنَا بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَأَغْنِنَا بِطَاعَتِكَ عَنْ مَعْصِيَتِكَ، وَبِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ
Allahummakfinaa bihalaalika ‘an haraamika, wa aghninaa bithaa‘atika ‘an ma‘shiyatika, wa bifadhlika ‘amman siwaak.
Artinya:
“Ya Allah, mohon cukupkan kepada kami segala yang halal dari-Mu dan jauhkan kami dari segala yang Kau haramkan. Ya Allah, mohon luaskan diri kami untuk selalu mendapatkan kesempatan untuk bertaat kepada-Mu. Ya Allah, mohon luaskan kami untuk mendapatkan segala keistimewaan yang Engkau tetapkan yang berpeluang kami dapatkan dan jauhkan kami dari selain itu.”
Doa tersebut dapat diamalkan sebagai salah satu bentuk ikhtiar untuk memohon pertolongan Allah SWT. Terlebih, waktu setelah Ashar pada hari Jumat termasuk waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak doa.
Selain membaca doa yang diajarkan tersebut, Ustaz Adi Hidayat juga menekankan agar umat Islam tidak hanya terpaku pada satu lafal doa.
Setiap orang mempunyai kebutuhan dan persoalan yang berbeda. Karena itu, seorang muslim juga dapat menyampaikan permintaan kepada Allah SWT sesuai kebutuhannya.
Baca Juga : Angkutan Pelajar Gratis Jalan, 24 Angkot Masih Belum Terakomodasi
Doa pun tidak harus selalu menggunakan bahasa Arab. Umat Islam dapat memohon dengan bahasa yang paling dipahami, sehingga apa yang disampaikan benar-benar berasal dari hati dan dipahami maknanya.
Hal terpenting adalah kesungguhan dan keikhlasan ketika berdoa. Seorang muslim dapat menyampaikan apa yang sedang dihadapi, mulai dari urusan rezeki, keluarga, pekerjaan, maupun persoalan lainnya.
Waktu setelah Ashar pada Jumat dapat dimanfaatkan untuk berhenti sejenak dari kesibukan. Dengan memperbanyak doa dan mengingat Allah SWT, hati diharapkan menjadi lebih tenang dalam menghadapi berbagai persoalan.
Selain Jumat setelah Ashar, ada sejumlah waktu lain yang dikenal memiliki keutamaan untuk berdoa.
Dikutip dari buku Doa Zikir Mohon Perlindungan dan Ketenangan Hati yang diterbitkan Darul Insan, berikut beberapa waktu yang dapat dimanfaatkan untuk memperbanyak doa:
1. Sepertiga malam terakhir.
2. Ketika berbuka puasa.
3. Malam Lailatul Qadar.
4. Ketika azan berkumandang.
5. Di antara azan dan iqamah.
6. Ketika sedang sujud dalam salat.
7. Sesaat sebelum salam dalam salat wajib.
8. Hari Jumat, khususnya setelah Ashar.
9. Ketika turun hujan.
10. Hari Rabu antara Zuhur dan Ashar.
11. Hari Arafah.
Dengan mengetahui waktu-waktu tersebut, umat Islam dapat menyempatkan diri untuk berdoa di sela-sela aktivitas sehari-hari. Semoga informasi ini bermanfaat.
