JATIMTIMES - Rapat Tutup Buku Tahun 2025 dan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun 2026 Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) BG Sumbergempol berlangsung lancar dan dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tulungagung, Dr. Slamet Sunarto M.Si. Kehadiran tersebut menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan tata kelola koperasi yang sehat, profesional, dan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Dr. Slamet Sunarto M.Si menyampaikan apresiasi atas konsistensi KPRI BG Sumbergempol yang mampu menyelenggarakan RAT tepat waktu. “Seperti kita ketahui, ketepatan waktu dalam melaksanakan Rapat Anggota Tahunan atau RAT merupakan indikator penting dari koperasi yang sehat dan profesional," ucapnya, Sabtu (17/1/2026). Ia juga menyampaikan pujian sekaligus ucapan selamat atas suksesnya tutup buku 2025 dan RAT 2026. " Kami mengucapkan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya atas RAT tutup buku KPRI BG Sumbergempol tahun 2025 dan RAT tahun 2026 ini. Saya melihat KPRI BG Sumbergempol merupakan koperasi yang sehat dan sustaibable (berkelanjutan)," ujarnya.
Menurutnya, inovasi teknologi yang didukung sumber daya manusia yang mumpuni menjadi kunci utama dalam menjawab tantangan zaman yang terus berkembang pesat. Setelah fondasi internal diperkuat, langkah berikutnya adalah membangun jejaring atau networking guna menghadapi persaingan pasar global. “Dengan menguasai inovasi teknologi, maka membuka peluang yang lebih besar untuk berjejaring dengan dunia usaha dan perbankan," ungkapnya. Penguatan jejaring ini diharapkan mampu mendorong koperasi menjadi profit oriented, bukan sekadar sosial oriented sebagaimana karakteristik koperasi pada umumnya.
Di hadapan jajaran pengurus, pengawas, manajer, serta seluruh anggota KPRI BG Sumbergempol, Dr. Slamet juga menekankan pentingnya demokrasi berkoperasi sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, khususnya Pasal 22 sampai 26. Ia kembali menegaskan bahwa ketepatan waktu pelaksanaan RAT menjadi bukti komitmen tata kelola yang baik. "Ketepatan waktu pelaksanaan RAT ini adalah bukti bahwa KPRI BG Sumbergempol merupakan koperasi yang sehat dan sustaibable (berkelanjutan)," tuturnya. Selain itu, RAT merupakan bentuk akuntabilitas dan pertanggungjawaban pengurus serta pengawas kepada seluruh anggota. "Terus kembangkan diri, berilah kepercayaan bagi masyarakat dan anggota. Dengan demikian, maka koperasi akan bertambah besar dan terjadi peningkatan modal yang akan bermanfaat buat seluruh pihak yang terlibat," terangnya.
Di bawah kepemimpinan Suharno, S.Pd., KPRI BG Sumbergempol saat ini masih memfokuskan unit usaha pada sektor simpan pinjam. Layanan tersebut dinilai mampu membantu pemenuhan kebutuhan finansial dan permodalan anggota secara aman dan terjangkau. Dalam laporan pertanggungjawaban pengurus, Suharno memaparkan perkembangan penyaluran pinjaman serta rasio likuiditas koperasi selama tahun buku 2025. Ia menyampaikan bahwa meskipun dinamika ekonomi cukup menantang, kondisi kesehatan keuangan koperasi tetap berada dalam kategori aman.
“Kami terus berupaya menjaga keseimbangan antara penyaluran dana dan ketersediaan likuiditas. Partisipasi anggota dalam mengawal jalannya organisasi melalui diskusi interaktif hari ini sangat luar biasa. Ini menjadi modal bagi kami untuk terus berbenah,” ujar Suharno. Antusiasme anggota terlihat dari banyaknya masukan dan saran yang disampaikan dalam sesi tanya jawab, yang mencerminkan kepedulian tinggi terhadap perkembangan koperasi ke depan.
Melalui momentum RAT Tahun Buku 2025 ini, KPRI BG Sumbergempol menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan profesionalisme pengelolaan usaha. Target yang dicanangkan adalah membangun ekosistem koperasi yang sehat secara finansial, patuh regulasi, serta berkelanjutan dalam memberikan manfaat bagi seluruh anggotanya.





