JATIMTIMES - Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) BG Karma Ngantru, Tulungagung yang mengusung slogan “Transformasi Digital Koperasi Menuju Bisnis Modern yang kuat dan Bermartabat”, sukses menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) 2026 sekaligus tutup buku tahun 2025. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat tata kelola koperasi yang transparan, akuntabel, serta adaptif terhadap perkembangan zaman.
RAT yang digelar tersebut dihadiri jajaran pengurus, pengawas, manajer, serta seluruh anggota KPRI BG Karma Ngantru. Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tulungagung, Dr. Slamet Sunarto M.Si, menyampaikan bahwa KPRI BG Karma telah menunjukkan arah penguatan koperasi melalui pengembangan jejaring atau networking yang solid. Menurutnya, strategi tersebut menjadi kunci dalam menghadapi tantangan ekonomi modern.
Selain memperluas jejaring, KPRI BG Karma juga dinilai berhasil melakukan inovasi teknologi untuk mendukung transformasi koperasi berbasis digital. Langkah tersebut dinilai mampu mendorong koperasi menjadi lebih modern dan kompetitif dengan memanfaatkan berbagai platform media yang berkembang saat ini. Konsistensi pelaksanaan RAT secara tepat waktu pun mendapat apresiasi dari Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, karena menjadi indikator penting kesehatan organisasi.
“Kami mengucapkan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya atas RAT tutup buku KPRI BG Karma tahun 2025 dan RAT tahun 2026 ini," katanya, Sabtu (24/1/2026). Dr. Slamet juga menilai KPRI BG Karma sebagai koperasi yang sehat dan sustainable (berkelanjutan), karena mampu menjaga kinerja organisasi sekaligus memperkuat akuntabilitas kepada anggotanya.
Pelaksanaan RAT ini sekaligus memastikan bahwa prinsip demokrasi koperasi sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, khususnya Pasal 22 sampai 26, berjalan dengan baik. RAT menjadi forum tertinggi koperasi yang mencerminkan tanggung jawab pengurus dan pengawas di hadapan anggota, sekaligus ruang evaluasi dan perencanaan strategis untuk tahun berikutnya.
Dr. Slamet berharap KPRI BG Karma Ngantru dapat terus mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan masyarakat modern yang semakin dinamis. Ia menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia (SDM) dan inovasi sebagai fondasi utama pengembangan koperasi ke depan. “Ajak para kelompok milinial, maka koperasi mendatang akan menjadi profit oriented, bukan sekedar sosial oriented," tuturnya.
Menurutnya, persaingan pasar global menuntut koperasi untuk mampu menguasai berbagai aplikasi dan platform digital agar tidak tertinggal. “Maka, kebutuhan apa yang diharapkan masyarakat sudah saatnya dikuasai, misalnya e-katalog, ini harus menjadi bagian penting untuk inovasi," terangnya. Penguasaan teknologi dan platform digital tersebut diyakini dapat membuka peluang pengembangan model bisnis koperasi yang lebih luas dan kompetitif.
Dengan fondasi tata kelola yang kuat, inovasi berkelanjutan, serta dukungan kepercayaan anggota, KPRI BG Karma Ngantru dinilai memiliki peluang besar untuk terus tumbuh dan bersaing dengan lembaga lain dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. “Maka setelah trust atau kepercayaan didapatkan, ini akan sangat bermanfaat bagi kemajuan koperasi," tuturnya.





