JATIMTIMES - Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tulungagung Dr. Slamet Sunarto menekankan agar setiap koperasi memperkuat networking atau jaringan kerja. Hal ini, disampaikan dalam Rapat Anggota Tahunan 2026 dan tutup buku 2025 Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Tut Wuri Handayani dalam lingkup Dinas Pendidikan Tulungagung.
Dalam rapat ini Dr. Slamet Sunarto M.Si didepan segenap pengurus dan pengawas koperasi, manajer, serta seluruh anggota KPRI Tut Wuri Handayani menyampaikan apresiasi atas konsistensi koperasi dalam melaksanakan RAT secara tepat waktu. Menurutnya, ketepatan pelaksanaan RAT merupakan indikator penting dari koperasi yang sehat dan profesional.
“Kami mengucapkan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya atas RAT tutup buku yang diselenggarakan pada hari ini. Dengan RAT ini, menunjukkan bahwa koperasi sehat dan sustaibable (berkelanjutan),” ujarnya, Sabtu (10/1/2026).
Penetapan demokrasi berkoperasi sebagaimana amanat UU nomor 25 tahun 1992 tentang perkoperasian pasal 22 sampai 26, salah satunya tercermin dengan adanya RAT KPRI Tut Wuri Handayani.
"Dengan diselenggarakannya RAT maka juga menunjukkan akuntabilitas, pertanggungjawaban dari kinerja pengurus dan pengawas selama setahun, sebagaimana yang diharapkan oleh anggota," ucapnya.
Tak lupa, Dr. Slamet Sunarto M.Si juta menekankan agar KPRI Tut Wuri Handayani juga memulai menerapkan berbagai hal untuk menjawab tantangan koperasi kedepan. "Dimulai dari penyiapan Sumberdaya Manusia atau SDM dan memberikan edukasi pada masyarakat tentang perkoperasian," tuturnya.
Dengan mengajak kaum Milenial untuk terlibat langsung dalam memahami dan menjalankan koperasi, maka akan ada keberlanjutan koperasi kedepan. "Jika yang muda dilibatkan, mereka paham akan inovasi teknologi maka sifat koperasi yang masih berorientasi sosial akan menuju profit oriented," tandanya.
Di era kekinian, koperasi sudah masuk dalam pasar global dan kemampuan adaptasi dituntut. Maka, pilihan untuk menguasai e-katalog dan lainnya dibutuhkan dalam rangka menyiapkan diri melayani kebutuhan masyarakat. "Harus mampir memberdayakan sumber daya manusia yang ada dan mengembangkan diri dalam rangka untuk menambah modal," terangnya.
Berjejaring dengan kalangan dunia usaha dan perbankan, akan mampu membawa roda KPRI Tut Wuri Handayani semakin mandiri dan Mensejahterakan anggota. "Jika sudah mendapat kepercayaan, maka yang akan besar dan diuntungkan adalah koperasi itu sendiri," jelasnya.
Sinergitas antara pengurus, pengawas, dan anggota, RAT ini menghasilkan penting yang akan menjadi pedoman kerja di tahun mendatang. Partisipasi aktif anggota menjadi bukti bahwa KPRI Tut Wuri Handayani bukan sekadar lembaga simpan pinjam, melainkan rumah ekonomi bersama.





