JATIMTIMES - Dalam rapat anggota tahunan (RAT) Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Dwijo Mukti, Ngunut, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tulungagung mendorong agar adanya edukasi terhadap generasi milenial. Hal ini disampaikan oleh Kadinkop dan UM Kabupaten Tulungagung, Dr. Slamet Sunarto M.Si dalam sambutanya, Sabtu (10/1/2026). 

"Hingga saat ini, bisa dibilang belum banyak generasi milenial yang tertarik untuk berkoperasi," kata Slamet. 

Ia mengajak agar koperasi juga melalukan regenerasi pada jajaran manajemen agar mampu menjawab berbagai tantangan ke depan. "Belum banyak kaum milenial yang tertarik berkoperasi," ujarnya.

Kaum milenial menurutnya, menjadi kunci dalam penerapan perkembangan teknologi yang berdampak pada inovasi dalam melayani anggota dan membentuk jaringan atau networking. 

"Saat ini, koperasi masih bersifat sosial oriented belum profit oriented," terangnya. 

Maka, pihak Dinkop dan UM Kabupaten Tulungagung dalam setiap kesempatan mengingatkan kepada pengurus koperasi agar selalu meminta masukan dari anggotanya. Selain itu, lanjut Slamet Koperasi juga harus mampu melakukan diversifikasi usaha, untuk pemasukan modal. 

"Dengan terus meningkatkan sumber daya manusia, maka akan dapat memberdayakan koperasi untuk menjawab tantangan dan kebutuhan kedepan," paparnya. 

Dalam tutup buku tahun 2025 dan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun 2026 KPRI Dwijo Mukti Ngunut ini, Dr. Slamet Sunarto M.Si juga menyampaikan apresiasi atas konsistensi koperasi dalam melaksanakan RAT secara tepat waktu. Menurutnya, ketepatan pelaksanaan RAT merupakan indikator penting dari koperasi yang sehat dan profesional.

“Kami mengucapkan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya atas RAT tutup buku yang diselenggarakan pada hari ini. Dengan RAT ini, menunjukkan bahwa koperasi sehat dan sustaibable (berkelanjutan),” ujarnya, Sabtu (10/1/2026). 

Demokrasi berkoperasi tercermin dengan terselenggaranya RAT, dalam hal ini menurutnya sesuai dengan amanat UU nomor 25 tahun 1992 tentang perkoperasian pasal 22 sampai 26. Selain itu, RAT KPRI Dwijo Mukti, Ngunut juga menunjukkan akuntabilitas, pertanggungjawaban dari kinerja pengurus dan pengawas dalam kinerja setahun yang dibebankan oleh anggotanya. 

"Ini dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan koperasi itu sendiri," jelasnya. 

Ke depan koperasi diharapkan mampu memberikan manfaat nyata ke internal, khususnya anggota dan juga dapat membuat jaringan kerja bagi pelaku usaha dan perbankan. Tampak dalam RAT KPRI Dwijo Mukti ini segenap jajaran pengurus dan pengawas koperasi, manajer, serta seluruh anggota. 

Pengurus dan pengawas KPRI Dwijo Mukti, Ngunut juga menyampaikan laporan  pertanggungjawaban kinerja selama satu tahun buku 2025. Seluruh aspirasi atau masukan dari anggota juga dicatat dalam notulensi sebelum diambil keputusan rapat untuk perbaikan kedepan.