JATIMTIMES - Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Rukun Santosa, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung menegaskan komitmennya dalam menerapkan tata kelola kelembagaan yang sehat dan transparan melalui pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025. 

Kegiatan ini bertempat di Aula SMKN 3 Boyolangu dan dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tulungagung, Dr. Slamet Sunarto M.Si. Tampak dalam RAT ini, segenap pengurus dan pengawas koperasi, manajer, serta seluruh anggota KPRI Rukun Santosa. 

 

Kadinkop dan Usaha Mikro, Slamet Sunarto menyampaikan apresiasi atas konsistensi koperasi dalam melaksanakan RAT secara tepat waktu. Menurutnya, ketepatan pelaksanaan RAT merupakan indikator penting dari koperasi yang sehat dan profesional.

“Kami mengucapkan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya atas RAT tutup buku yang diselenggarakan pada hari ini. Dengan RAT ini menunjukkan bahwa koperasi sehat dan sustaibable (berkelanjutan),” ujarnya, Jumat (9/1/2026). 

Dengan RAT juga menunjukkan penerapan demokrasi dalam berkoperasi. Hal ini sesuai amanat UU nomor 25 tahun 1992 tentang perkoperasian pasal 22 sampai 26. "Ini juga menunjukkan akuntabilitas, pertanggungjawaban dari kinerja pengurus dan pengawas dalam kinerja setahun yang dibebankan oleh anggota," tuturnya.

Slamet memberikan apresiasi dan support kepada KPRI Rukun Santosa yang telah memulai menerapkan berbagai hal untuk menjawab tantangan koperasi kedepan. Menurutnya, ada tiga tantangan koperasi ke depan yang harus disiapkan yaitu, sumberdaya manusia (SDM), edukasi kepada kaum milenial agar tertarik berkoperasi.

"Belum banyak kaum milenial yang tertarik berkoperasi," ujarnya.

Sedangkan yang ketiga menurut Slamet, adalah koperasi masih bersifat sosial oriented belum profit oriented. "Oleh karena itu, kami mohon masukan dari anggota untuk memberi asupan untuk pengurus dalam rangka mengembangkan koperasi ke depan," tuturnya.

Apalagi menurut Slamet, saat ini koperasi sudah dilempar di pasar global, Maka, koperasi harus pandai berinovasi khususnya dengan teknologi. "Ke depan adanya e-katalog dan lainnya itu koperasi harus menguasai," ungkapnya. 

 

Selain itu, lanjut Slamet, koperasi juga harus mampu mendiversifikasi usaha untuk pemasukan modal. "Harus memberdayakan sumber daya manusia yang ada," terangnya. 

Tidak kalah penting adalah bagaimana koperasi menciptakan networking atau jaringan kerja, baik dengan dunia usaha atau perbankan "Ini goalnya untuk kepercayaan atau trust untuk koperasi itu sendiri," imbuhnya. 

Dalam rapat tahunan ini, pengurus menyampaikan laporan pertanggungjawaban kinerja selama satu tahun buku. Selain itu, juga dibuka ruang dialog bagi anggota untuk memberikan saran, kritik, serta gagasan pengembangan usaha dan rencana kerja ke depan.