JATIMTIMES - Fraud/corruption yang menimbulkan kerugian negara, harus diurus dan diluruskan agar tidak terjadi lagi di masa yang akan datang. Meskipun corruption menimbulkan keuntungan dan kemanfaatan bagi orang, keluarga, dan kelompok yang melakukannya, yang mana mereka juga bagian dari rakyat Indonesia.
Kata kunci terkait dengan corruption adalah timbulnya kerugian negara yang merupakan tambahan biaya yang terjadi tetapi tidak menimbulkan tambahan kemanfaatan bagi negara. Oleh karena itu corruption harus terus ditekan seminim mungkin.
Sekarang kita bicara pemborosan. Pemborosan adalah penggunaan anggaran biaya secara berlebih untuk memperoleh suatu kemanfaatan yang diperlukan. Maka bisa diartikan pula bahwa pemborosan dalam pengelolaan APBN merupakan tambahan biaya yang terjadi tetapi tidak menimbulkan tambahan kemanfaatan bagi negara. Oleh karena itu sama dengan corruption, pemborosan menimbulkan kerugian negara, sehingga pemborosan harus ditekan seminim mungkin melalui proses efisiensi.
Walaupun ada orang, keluarga dan kelompok kecil masyarakat yang memperoleh kemanfaatan dari pemborosan APBN. Dalam perjalanan operasional negara yang dilaksanakan tiga pilarnya, eksekutif, legislatif, dan yudikatif, digunakanlah APBN untuk membiayainya. Dari waktu ke waktu terus dilakukan evaluasi terkait dengan efektifitas dan efisiensi penggunaan APBN untuk sebesar-besarnya kemanfaatan kepada masyarakat.
Pemerintahan Prabowo Gibran dipilih rakyat dengan mengusung program unggulan Makan Bergizi Gratis serta Ketahanan Pangan dan Energi. Pada tahun pertama pemerintahannya (tahun 2025) Prabowo Gibran melakukan evaluasi struktur APBN 2025 yang telah ditetapkan sebelumnya. Dari proses evaluasi APBN 2025 tersebut menghasilkan efisiensi (penghematan dari adanya pemborosan anggaran di beberapa sektor belanja) tahap 1 dan tahap 2 dengan total sebesar $ 44 miliar.
Hasil efisiensi APBN 2025 sebesar $ 44 miliar di atas digunakan Prabowo Gibran untuk segera mewujudkan janji kampanyenya yang ditunggu rakyat terkait dengan Makan Bergizi Gratis serta Ketahanan Pangan dan Energi. Lembaga Danantara dibentuk adalah untuk mengelola investasi negara guna mewujudkan ketahanan pangan dan energi.
Di awal ini kita jangan lagi membahas perlu tidaknya Makan Bergizi Gratis serta Ketahan Pangan dan Energi, karena itu adalah janji utama kampanye yang membawa kemenangan Prabowo Gibran, artinya rakyat mayoritas menghendaki itu.
Bagi para pendukung sebelah-sebelah, berbesar hatilah bahwa proses politik telah usai, Prabowo Gibran telah menang dengan mengusung program-programnya untuk dilaksanakan di Indonesia sampai dengan 5 tahun ke depan. Mari kita dukung dan kita kawal bersama, program-program dan janji kampanye Prabowo Gibran ke depan benar-benar dijalankan dan diwujudkan.
Kalau mau membahas, silakan dipelototi apakah APBN yang dipangkas benar pemborosan apa tidak? Buat forum diskusi. Ingat seperti penjelasan di atas, ada kesamaan utama antara korupsi APBN dan pemborosan APBN, sama-sama menimbulkan kerugian negara.
Tahun 2024 terjadi pertumbuhan ekonomi 5 persen lebih, artinya perekonomian Indonesia sedang baik-baik saja saat ini. Tapi kenapa di awal tahun 2025 ini seolah-olah terjadi kelesuan ekonomi? Saya rasa kelesuan ini hanya semu, sangat mungkin terjadi karena adanya panic saving, diakibatkan adanya pemberitaan-pemberitaan buruk yang kurang berdasar seperti Indonesia gelap dan lain-lain.
Secara umum, memangkas biaya administrasi untuk digunakan investasi guna membuka area baru untuk berproduksi adalah hal yang sangat positif dan akan berdampak pada multiplier effect produk produk turunannya, membuka lebih banyak lapangan pekerjaan dan tentunya peningkatan produk domestic bruto (PDB).
Saran saya, masyarakat tetap saja melakukan konsumsi secara normal atas penghasilan Anda, jangan ikut-ikutan panic saving, karena kalau panic saving terjadi terus-menerus, maka kita semua yang dirugikan, karena akan terjadi penurunan skala produksi nasional (penurunan PDB). Dan pemerintah agar terus-menerus melakukan sosialisasi dan membuka ruang-ruang diskusi di kampus agar tidak terjadi kesalahpahaman.





