JATIMTIMES - Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) tahun 2024, berdampak pada sekolah yang telah ditunjuk untuk uji coba penerapan kurikulum merdeka (kurmer). Tak terkecuali di Kota Batu, dua SMA menjadi korban lantaran belum adanya penyesuaian kurikulum pada penerimaan mahasiswa baru.
Berbeda dengan tahun 2025, seluruh seleksi tersebut bakal menerapkan hasil implementasi kurmer.
Hal tersebut diungkapkan Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Negeri Kota Batu Anto Dwi Cahyono. Sebelumnya, dua sekolah di Kota Batu yakni SMAN 2 dan SMA Al-Hikmah Batu terdampak belum adanya penyesuaian penerimaan SNBP dari rapor kurmer.
"Iya, jadi memang yang kemarin (2024) ada dua SMA yang menjadi korban percobaan Kurmer. Di perguruan tinggi belum ada penyesuaian, masih K13. Selain harus standar ganda, siswa yang lolos SNBP dari dua sekolah itu jadi menurun," jelas Anto saat ditemui, Jumat (14/12/2024).
"Karena sudah penerapan keseluruhan, tahun depan sudah kurmer semua," imbuhnya.
Ia menjelaskan, SNPMB 2025 jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) nanti akan menggunakan nilai rapor kurikulum merdeka (kurmer). Secara teknis, SNPMB tahun depan tak banyak perubahan. Hanya saja siswa diminta memilih prodi yang sesuai dengan mata pelajaran (mapel) pilihan.
Sebagaimana diketahui, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) meminta pihak sekolah aktif melakukan pendampingan. Agar siswa-siswa potensial tidak kehilangan kesempatan. Pemilihan prodi harus menjadi perhatian khusus dari sekolah. Mengingat tidak semua siswa bisa mengikuti jalur SNBP.
Anto mengatakan, SNBP tahun ini memberikan perubahan karena konsep rapor kurmer. Nilai siswa tidak lagi dikelompokkan secara umum. Seperti IPA, IPS, dan Bahasa. Namun ada dua jenis nilai mapel dalam rapor kurmer. Yakni nilai mapel wajib dan mapel pilihan. Masing-masing nilai itu akan dirata-rata dengan perbandingan 50 persen banding 50 persen.
Proses pendaftaran, kata dia, bakal dimulai sejak awal tahun 2025. Anto berujar, tantangan rapor kurmer yakni proses input nilai yang semakin rumit. Selain itu, sekolah juga harus memastikan pintu prodi apa saja yang terbuka untuk mapel pilihan tertentu.
"Kalau dulu jurusan IPA bisa mendaftar ke semua prodi yang berhubungan, kalau kurmer tidak bisa lagi. Pemilihan prodi benar-benar harus dipastikan dengan mapel pilihan yang diambil siswa sejak kelas XI," tuturnya.
Kendati begitu, Anto membeberkan bila belum semua sekolah menengah di Kota Batu menerapkan kurmer. Dengan demikian, SNBP bakal menjadi tantangan tersendiri bagi sekolah yang belum menerapkan kurmer.
"Jika kemarin hanya dua sekolah, sekarang 90 persen sudah kurmer. Baik negeri maupun swasta. Sehingga, SNBP akan menjadi tantangan bagi sekolah yang belum menerapkan kurmer. Mereka harus bersaing dengan sekolah yang mendaftar dengan rapor kurmer," terang Anto.



