Inna lillahi wa inna ilsihi rajiun...
Hari itu, Rabu pagi 2/10/2024 kita dikejutkan oleh berita media bahwa Mbak Marissa meninggal dunia. Karuan saja banyak orang yang bertanya-tanya dan saling konfirmasi, apa benar berita itu, bukan hoax?
Saya sendiri juga terkejut mendapat informasi jika beliau meninggal. Karena malam sehari sebelum itu beliau ngeshare youtube-nya dalam acara keluarga dengan beberapa sahabatnya dengan suka cita seperti biasa. Unggahan itu berisi canda dan bernyanyi dekat kolam di rumahnya. Mas Ikang Fauzi suaminya membawakan lagu nostalgianya berjudul "Salam Terakhir". Rupanya ini menjadi kenyataan. Begitulah firman Allah: "Jika ajal sudah (diputuskan) tiba, maka tidak bisa dimaju dan mundurkan".

Kebersamaan Rektor UIN Malang dengan Marissa Haque. (Foto: istimewa)
Hari itu kebetulan saya tiga hari di Jakarta untuk memenuhi undangan "Executive Course on Geopopitics, Economics and Statecraft" yang diselenggarakan oleh Universitas Pertahanan Nasional (UNHAN) yang bertempat di Kantor Menhan, Prabowo Subianto yang juga Presiden terpilih RI 2024-2029.
Saya mengenal Marissa sudah beberapa tahun saat bersama-sama mendapat undangan Presiden Jokowi di istana negara. Hanya saat itu belum terlalu akrab. Baru sekitar 3 bulan (Agustus) lalu saat bersama sama menjadi dosen penguji eksternal program doktor di UIN KH. Ahmad Shiddik Jember.
Saat itu kita sama-sama tamu. Dan ketepatan ada Jember Festival Carnival (JFC). Bersama-sama mantan Rektor UIN (Prof. Babun Suharto) kami diajak bertemu jamuan makan malam bersama bupati di pendopo dan menyaksikan show festival tersebut.

Momen Rektor UIN Malang bersama Marissa Haque. (Foto: istimewa)
Marissa artis senior yang smart, terpelajar, berdedikasi, dan tangguh. Curriosiry-nya sangat tinggi, terus belajar dan belajar dan banyak gelar akademik yang disandangnya. Lebih dari dua gelar magister selain doktor. Hal itu terbukti dalam effort terakhirnya ketika datang ke UIN Maulana Malik Ibrahim Malang untuk mendaftar kuliah di Program Doktor Studi Islam Interdidipliner.
Rencana bulam Desember ini memulai kuliah bersama Mas Ikang dan puterinya, Chika. Dalam beberapa unggahan konten instagram maupun yotube-nya beliau sampaikan akan kuliah S3 di UIN Malang bersama suami dan putrinya. Bahkan beliau siap menjadi Duta UIN Malang dan akan mengajak teman artis lain untuk kuliah di UIN Malang yang menurutnya kampus indah dan menyejukkan. Selain itu juga siap menjadi konsultan pembukaan prodi perfilm-an di Fakultas Humaniora.
Beliau juga sempat memberi kuliah tamu pada mahasiswa baru pada momen Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2024 bulan Agustus lalu. Beliau senang sekali dengan mahasiswa UIN Malang yang ketika sesi dialog pertanyaannya bagus-bagus, mantap paparnya.
Beliau juga mempersiapkan menulis artikel untuk jurnal terindeks Scopus di UIN Malang untuk usulan Guru Besarnya. Kecerdasan tampak di saat menguji mahasiswa program doktor. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan sangat bagus, demikian juga dalam orasinya di depan para mahasiswa saat PBAK.
Sebagaimana pengakuannya, beliau ingin mendalami Islam dengan baik. Dan merasa cocok belajar di UIN Malang. "Saya itu Pak Rektor, artis pertama yang "hijrah". Dan saya masih muallaf. Tidak bisa Arab-Araban. Saya ingin belajar Arab". "Tidak apa Mbak Icha, insya Allah tidak terlalu lama bisa berbahasa Arab dengan baik di kampus ini, karena Mbak Icha orang yang cerdas dan cinta ilmi". Demikian kata saya.
Hingga menjelang wafatnya selang satu hari beliau masih komunikasi dengan saya. Bahkan sudah dijadwalkan untuk mengajar Program Doktor di Pascasarjana pada mata kuliah "Kebijkan Pendidikan" bersama saya.
Saat disampaikan jadwal mengajar, beliau dengan rendah hati mengatakan: "Saya grogi ini, mengajar di Pascasarjana, apalagi tim bersama Pak Rektor". Itulah Ass. Prof. Dr. Hj. Marissa Haque, MA, MBA. yang rendah hati, seorang artis senior yang cinta ilmu. Beliau selalu bilang, belajar dan mengajar untuk sangu akhirat.
Di saat wafatnya, saya ketepatan bertugas di Jakarta, sehingga dapat takziyah dan sempat ikut shalat janazahnya di Masjid Jami' 1 Perumahan Bintaro Jakarta dan dimakamkan di Tanah Kusir, sesuai pesannya kepada puterinya. Itulah seorang Marissa, artis senior yang baik, hampir tidak pernah diterpa gosip dan mengarungi rumah tangganya yang sehidup semati bersama suami Ikang Fauzi. Kalimat yang selalu terucap dari bibirnya adalah kalimat thayyibah: subhanallah, tabarakallah, masya Allah. Kita semua kehilangan beliau. Selamat jalan Mbak Icha, sorga menantimu.





