Distro Oyi Sam di Jalan Raya Bayeman nomor 35, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, jadi korban tindakan anarkis bonek, Minggu (10/4/2016) malam. Distro yang menjual aksesoris Arema itu, dibondet dan dijarah.
Aksesori Arema senilai Rp 900 ribu yang dijual distro dengan dominasi biru tersebut, dijarah bonek yang melintas. Angka itu belum termasuk kaca dan aksesoris distro lainnya yang juga dirusak.
Saat peristiwa terjadi, pemilik Distro Satriyo (21), sedang keluar rumah. Distronya juga dalam posisi tutup. "Siapa sangka kalau pemicunya hanya tulisan dan stiker yang ada di kaca ini," kata Satriyo, Senin (11/4/2016) pagi.
Sekira 30 bonek yang melintas, memecah kaca dan menjarah barang-barang miliknya. Lima belas menit berselang, muncul konvoi yang lebih banyak, sekitar 60 sepeda motor. Mereka melambat saat sampai di Distro milik Satriyo.
"Saat itulah, salah satu di antaranya melemparkan bondet ke arah distro saya," ujarnya, sambil menunjukkan bekas ledakan bondet di tembok distronya.
Warga sekitar yang mendengar ribut-ribut tersebut, tidak berani keluar karena takut menjadi sasaran tindak anarkis. Setelah rombongan lewat, warga keluar melihat kondisi distro yang dijarah dan dibondet.
Kejadian ini sempat dilaporkan ke panitia penyelenggara oleh Satriyo. Tetapi panitia menyatakan hanya bertanggung jawab saat pertandingan digelar. Sementara urusan suporter, diserahkan ke kepolisian.
Setelah itu, pria yang biasa disapa Rio itu juga melapor ke Polsek Tongas. Namun tidak ada tindakan.
Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Tongas AKP Tavip membenarkan adanya insiden yang dimaksud. Namun, pihaknya masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut terkait kerugian yang ditimbulkan.
Sebelumnya, pihak Polresta Probolinggo, telah melakukan sosialisasi kepada warga. Terutama untuk jalur-jalur yang dilewati oleh bonek. "Warung, toko, kedai makan, agar menutup saat rombongan bonek datang atau pulang. Sebagai antisipasi kejadian seperti ini," terang Tavip.
Langkah antisipatif lainnya, yakni melakukan penjagaan di stasiun Bayeman. Dekonsentrasi massa juga dilakukan di rest area tongas, tempat berkumpul bonek. "Untuk posisi itu, kami cegat truk agar mengangkut mereka, biar tidak berbuat onar," pungkasnya.
Bonek sendiri, sebelumnya menyaksikan laga Persebaya kontra Probolinggo United di Stadion Bayuangga, Kota Probolinggo, Minggu (20/4/2016) sore. Laga tersebut terjadi di event Kapolresta Probolinggo Cup. (*)
