Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Hilang Dua Pekan, Warga Banyuputih Ditemukan Tinggal Kerangka di Hutan Baluran Situbondo

Penulis : Wisnu Bangun Saputro - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

17 - Apr - 2026, 09:06

Placeholder
Jenazah Suwardi (68), warga Dusun Sidomulyo, Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih saat dibawa ke RSUD Asembagus Situbondo, Kamis (16/4/2026). (Foto: Wisnu Bangun Saputro/ JATIMTIMES

JATIMTIMES - Warga Kabupaten Situbondo digegerkan dengan penemuan tulang belulang yang diduga merupakan kerangka manusia di kawasan Taman Nasional Baluran, tepatnya di Blok Curah Bedi, Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih. Penemuan tersebut terjadi pada Kamis (16/4/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Situbondo, lokasi penemuan berada sekitar ±6 kilometer dari titik terakhir korban diketahui atau Last Known Position (LKP). Kawasan ini merupakan area hutan yang cukup terpencil dan dikenal memiliki populasi satwa liar.

Baca Juga : YKTK dan KKJ Tolak Derby Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Desak Pertandingan Dipindah

Korban diketahui bernama Suwardi (68), warga Dusun Sidomulyo, Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih. Ia sebelumnya dilaporkan hilang sejak Sabtu (4/4/2026) saat berpamitan kepada keluarga untuk menggembala sapi dan mencari madu di dalam kawasan hutan Baluran.

Kehilangan korban kemudian dilaporkan ke Polsek Banyuputih pada Minggu (5/4/2026) sekitar pukul 07.00 WIB. Laporan tersebut tercatat dalam Surat Keterangan Tanda Lapor Kehilangan Orang yang diterbitkan oleh pihak kepolisian setempat.

Penemuan kerangka manusia ini bermula saat dua pencari madu, Harianto (45) dan Yuli (40), mencium bau tidak sedap di sekitar lokasi. Setelah dilakukan penelusuran, keduanya menemukan sebuah tas berwarna hitam serta tulang yang masih terbungkus sepatu.

Kedua saksi kemudian mendokumentasikan temuan tersebut dan mengirimkannya kepada pihak keluarga korban. Informasi itu langsung ditindaklanjuti oleh tim gabungan yang terdiri dari berbagai unsur terkait.

Sekitar pukul 16.00 WIB, petugas dari Polsek Banyuputih, Taman Nasional Baluran, BPBD Situbondo, Babinsa, Tagana, dan warga setempat menuju lokasi untuk melakukan evakuasi. Jenazah korban selanjutnya dibawa menggunakan ambulans Puskesmas Banyuputih ke RS Asembagus.

Pada pukul 19.00 WIB, setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter dan tim Inafis Polres Situbondo, pihak keluarga memastikan bahwa kerangka tersebut adalah Suwardi. Identifikasi dilakukan berdasarkan barang-barang yang ditemukan di lokasi seperti pakaian, sepatu, tas, dan telepon genggam.

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan bahwa kondisi jasad sudah berupa tulang belulang yang terurai akibat proses pembusukan. Selain itu, ditemukan indikasi bagian tubuh yang tidak beraturan yang diduga akibat aktivitas binatang liar.

Baca Juga : Bocah 5 Tahun di Panarukan Hilang Hebohkan Warga Situbondo, Warga dan Polisi Lakukan Pencarian

Tim medis juga menyebutkan bahwa usia korban diperkirakan di atas 60 tahun berdasarkan kondisi gigi. Sementara itu, organ dalam korban sudah tidak utuh akibat proses pembusukan yang berlangsung selama beberapa waktu.

Berdasarkan analisis awal, korban diduga meninggal dunia akibat serangan atau aktivitas binatang liar di kawasan tersebut. Namun demikian, pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Situbondo, Timbul Surjanto, melalui Koordinator Pusdalops PB BPBD Kabupaten Situbondo, Puriyono, menyampaikan bahwa seluruh proses penanganan telah dilakukan sesuai prosedur dan melibatkan berbagai unsur terkait.

"Tim gabungan bergerak cepat menuju lokasi setelah menerima laporan dari warga. Proses evakuasi hingga identifikasi korban berjalan lancar dengan dukungan semua pihak," ujar Puriyono.

Ia juga menambahkan bahwa kawasan hutan Baluran memiliki risiko tinggi, terutama bagi warga yang beraktivitas di dalamnya tanpa pengamanan memadai. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap potensi bahaya, termasuk ancaman satwa liar.


Topik

Peristiwa Orang Hilang penemuan mayat penemuan jenazah Hutan Baluran Situbondo



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Wisnu Bangun Saputro

Editor

Sri Kurnia Mahiruni