JATIMTIMES - Bupati Malang HM. Sanusi menegaskan bahwa generasi muda Kabupaten Malang tidak cukup hanya menjadi seseorang yang pintar, tetapi juga harus menjadi generasi muda yang memiliki karakter baik dan unggul.
Menurut orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang itu menuturkan, seluruh masyarakat di Kabupaten Malang utamanya para generasi muda harus memiliki kecerdasan intelektual yang berjalan beriringan dengan kepemilikan karakter yang baik dan unggul.
Pejabat publik yang dulunya pernah berprofesi sebagai guru ini menyebut, keberhasilan pendidikan tidak semata-mata ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh bagaimana seseorang menerapkan nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari.
"Pendidikan karakter sangatlah penting bagi generasi muda. Karena pintar saja tidak cukup, tetapi juga harus dibarengi dengan budi pekerti yang baik," ungkap Sanusi, Jumat (16/10/2026).
Sanusi mengatakan, di tengah perkembangan zaman yang semakin modern dan teknologi yang semakin maju, serta arus informasi yang semakin cepat, masyarakat harus lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi.
Ia menyebut, sikap kritis terhadap berita yang beredar, termasuk kemampuan mengenali hoaks atau berita tidak benar, dinilai penting untuk menjaga kerukunan sosial di tengah-tengah keberagaman masyarakat Kabupaten Malang. Sanusi juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Malang, utamanya para generasi muda untuk tetap menghormati perbedaan agar kehidupan bermasyarakat berlangsung harmonis.
Menurutnya, pembangunan di Kabupaten Malang tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Tetapi, penguatan mental, spiritual, serta karakter masyarakat perlu berjalan beriringan agar kemajuan daerah turut membawa perubahan positif dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.
Oleh karena itu, pihaknya terus mendorong berbagai program yang sejalan dengan visi Malang Makmur. Upaya tersebut mencakup dukungan terhadap kegiatan keagamaan, bantuan operasional masjid, pembangunan jalan, santunan anak yatim, hingga jaminan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan.
"Penguatan pendidikan karakter pun menjadi tanggung jawab bersama. Keluarga, lingkungan pendidikan, dan masyarakat memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berintegritas, berakhlak baik, serta mampu menghargai keberagaman," tandas Sanusi.
Baca Juga: HUT Ke-25 Kota Batu, Pemkot Ajak Masyarakat Ganti Karangan Bunga dengan Bibit Pohon
Baca Juga: Usia 25 Tahun, Wali Kota Batu Ingatkan Pembangunan Tak Boleh Abaikan Lingkungan