JATIMTIMES - Pemkot Batu mengajak masyarakat, komunitas, lembaga, hingga pelaku usaha mengubah tradisi pemberian karangan bunga menjadi bibit pohon dalam peringatan Hari Jadi Ke-25 Kota Batu pada Sabtu (17/10/2026).
Ajakan tersebut menjadi salah satu cara Pemkot Batu mendorong kepedulian terhadap lingkungan melalui perayaan hari jadi. Alih-alih karangan bunga yang hanya bersifat sementara, bibit tanaman diharapkan dapat ditanam dan memberikan manfaat jangka panjang bagi penghijauan kota.
Wali Kota Batu Nurochman mengatakan, gerakan tersebut merupakan bentuk penerapan komitmen menjaga kelestarian alam yang ingin terus diperkuat di Kota Batu. Pemberian bibit tanaman diharapkan menjadi alternatif ucapan selamat yang lebih bermanfaat dibandingkan karangan bunga konvensional.
“Ini bagian dari tagline yang kita implementasikan. Menjaga alam raya, khususnya di Kota Batu, harus terus kita kedepankan. Jadi, siapa pun yang memberikan ucapan selamat atas capaian 25 tahun Kota Batu bisa memberikan bibit tanaman di dalam pot,” kata Nurochman, Jumat (16/10/2026).
Ia menjelaskan, bibit yang terkumpul nantinya akan dihimpun untuk kemudian ditanam bersama di sejumlah lokasi yang membutuhkan penghijauan. Kegiatan penanaman tersebut direncanakan melibatkan pihak-pihak yang telah berpartisipasi memberikan bibit.
Dengan demikian, peringatan hari jadi tidak hanya menjadi momentum seremonial, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan. Pemkot Batu berharap gerakan ini dapat membangun kebiasaan baru yang lebih ramah lingkungan dalam setiap perayaan.
Pemkot Batu juga mengimbau agar bibit yang diberikan mengutamakan tanaman buah yang memungkinkan untuk dibudidayakan di dalam pot atau dikenal sebagai tanaman buah dalam pot (tabulampot). Selain menambah ruang hijau, tanaman tersebut diharapkan mempunyai nilai produktif dan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Setelah seluruh rangkaian kegiatan Hari Jadi Kota Batu selesai, bibit-bibit yang terkumpul akan kita tanam bersama di wilayah yang dinilai membutuhkan. Kami ingin ucapan selamat ini tidak berhenti sebagai simbol, tetapi bisa diwujudkan menjadi gerakan nyata untuk lingkungan,” jelas Nurochman.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu Dian Fachroni menyampaikan, bibit dari masyarakat maupun pihak yang memberikan ucapan selamat akan diarahkan untuk penghijauan taman kota dan ruang terbuka hijau (RTH).
Salah satu lokasi yang dipertimbangkan sebagai tempat penanaman adalah RTH Taman Kenanga di kawasan Gemulo. Apabila jumlah bibit yang terkumpul melebihi kebutuhan di lokasi tersebut, penanaman akan diperluas ke ruang terbuka hijau dan taman-taman lain di Kota Batu.
“Kami mengimbau seluruh pihak yang ingin menyampaikan ucapan selamat kepada Pemkot Batu agar tidak lagi menggunakan karangan bunga yang sifatnya sekali pakai, tetapi menggantinya dengan pohon. Kemungkinan besar penanaman dilakukan di RTH Taman Kenanga di Gemulo. Jika bibitnya berlebih, akan kami tanam di ruang terbuka hijau lainnya, termasuk taman-taman kota,” terang Dian.
Sedangkan waktu pelaksanaan, DLH Kota Batu merencanakan penanaman secara bersama-sama pada awal musim hujan. Pemilihan waktu tersebut diharapkan membantu bibit beradaptasi dengan kondisi lingkungan dan meningkatkan peluang tanaman tumbuh dengan baik.
Lewat gerakan ini, Pemkot Batu ingin menjadikan peringatan Hari Jadi Ke-25 sebagai momentum memperluas penghijauan sekaligus mengajak berbagai elemen masyarakat mengambil bagian dalam menjaga kelestarian lingkungan. Bibit yang diberikan sebagai ucapan selamat diharapkan tumbuh menjadi bagian dari ruang hijau kota yang manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Baca Juga: Usia 25 Tahun, Wali Kota Batu Ingatkan Pembangunan Tak Boleh Abaikan Lingkungan
Baca Juga: Anggaran Perawatan Taman Menyusut, DLH Kota Malang Perkuat Kolaborasi Jaga Ruang Hijau