JATIMTIMES
⚡ AMP
Versi Web

Wajah Kota Malang Dipenuhi Kabel Semrawut, Penataan Mulai Dipertanyakan

Reporter: Riski Wijaya • Editor: A Yahya
📅 26 September 2026, 14:20 WIB • ⏱️ 4 menit baca

JATIMTIMES - Pemandangan kabel semrawut masih mudah ditemukan di sejumlah ruas jalan Kota Malang. Kabel jaringan listrik dan internet terlihat bertumpuk pada tiang hingga melintang di ruang udara kawasan perkotaan.

Kondisi tersebut bukan sekadar mengganggu estetika. Kabel yang kendur atau menjuntai terlalu rendah juga dapat menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat yang melintas di bawahnya.

Baca Juga : 9 Benda yang Sebaiknya Tidak Diletakkan di Bawah Kasur Menurut Feng Shui, Nomor 5 Sering Dilakukan

Keberadaan jaringan kabel memang menjadi bagian penting dari aktivitas perkotaan. Jaringan listrik menopang kebutuhan energi, sedangkan kabel internet mendukung kebutuhan komunikasi dan konektivitas warga.

Namun, pertumbuhan jaringan membuat ruang udara di sejumlah ruas jalan semakin padat. Kabel dari berbagai jaringan terlihat berkumpul pada tiang yang sama tanpa penataan yang terlihat rapi.

Situasi itu membuat wajah sejumlah kawasan perkotaan tampak kurang tertata. Apalagi, kabel yang melintang menjadi bagian yang langsung terlihat oleh warga maupun pengendara.

Seorang pengemudi ojek online (ojol) Heru Muhtadi menilai kondisi tersebut cukup mengganggu. Ia juga menyoroti kabel yang berada terlalu rendah dari permukaan jalan.

“Kalau dilihat dari jalan, kabelnya sudah terlalu banyak dan tidak beraturan. Selain mengganggu pemandangan, kami juga khawatir kalau ada kabel yang turun sampai ke jalan,” ujarnya belum lama ini. 

Kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan. Kabel yang menjuntai hingga mendekati jalur pejalan kaki dapat berada dalam jangkauan warga.

Kondisi kendurnya kabel sebenarnya menjadi hal yang biasa terjadi saat cuaca panas. Namun sayangnya, penataan yang kurang tepat membuat kabel yang kendur, nyaris menyentuh tanah bahkan hingga dalam jangkauan pejalan kaki. 

Hal tersebut dinilai juga dapat mengganggu aktivitas masyarakat. Terlebih, pejalan kaki tidak selalu bisa mengetahui apakah kabel tersebut masih berfungsi atau mengalami kerusakan.

Seorang warga Kedungkandang, Budi Cahyono menilai kebutuhan jaringan internet seharusnya tetap berjalan bersama penataan. Menurutnya, perkembangan teknologi tidak semestinya membuat ruang publik terlihat semakin semrawut.

“Kabel internet memang dibutuhkan, tetapi seharusnya tetap ditata. Jangan sampai kabel yang menjuntai justru membahayakan orang yang berjalan kaki,” katanya.

Kondisi semrawutnya jaringan kabel ini ditemui nyaris merata di seluruh wilayah Kota Malang. Persoalan kabel tersebut pada akhirnya tidak hanya menyangkut estetika kota. Kondisi fisik jaringan juga berkaitan dengan keamanan masyarakat yang menggunakan ruang publik.

Baca Juga : Kepala BKPSDM Lamongan Ingatkan ASN dan PPPK Tak Boleh Jadi Istri Kedua Ataupun Nikah Siri

Masalahnya menjadi semakin kompleks karena jaringan listrik dan telekomunikasi menggunakan ruang yang sama. Sementara itu, kebutuhan terhadap koneksi internet terus berkembang di kawasan perkotaan.

Penambahan jaringan tanpa penataan yang baik dapat membuat kepadatan kabel semakin tinggi. Kondisi tersebut juga dapat menyulitkan penanganan ketika terjadi gangguan pada jaringan.

Karena itu, penataan kabel perlu mendapat perhatian dari pihak terkait. Pemerintah daerah dan pemilik jaringan dapat berkoordinasi untuk memastikan utilitas tetap aman dan tidak mengganggu ruang publik.

Kabel yang kendur, terlepas, atau menjuntai hingga mendekati pejalan kaki juga perlu mendapat penanganan. Langkah tersebut penting untuk mengurangi potensi gangguan terhadap keselamatan warga.

Pada saat yang sama, penataan jaringan dapat membantu memperbaiki wajah Kota Malang. Kota yang berkembang tidak hanya membutuhkan konektivitas, tetapi juga ruang publik yang aman dan tertata.

Kebutuhan jaringan listrik dan internet memang akan terus meningkat. Namun, pertumbuhan tersebut tetap membutuhkan pengelolaan agar kabel tidak berubah menjadi persoalan baru bagi estetika dan keselamatan warga.

Di sisi lain, sebenarnya permasalahan tersebut juga disoroti oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang. Bahkan, anggota dewan juga telah mengusulkan adanya rancangan infrastruktur kabel bawah tanah atau ducting. 

"Itu sudah kami usulkan sejak tahun lalu sebenarnya. Namun sampai sekarang juga masih belum ada progress signifikan. Nah ini, kami mengusulkan agar rencana infrastruktur kabel bawah tanah itu, keseriusannya bisa dimulai dengan mulai merancanga Ranperda Ducting, harapannya bisa mulai dibahas pada tahun 2027 mendatang," tutur Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Dito Arief Nurakhmadi.

Topik Terkait
# kabel semrawut# kabel kota malang# dito arief nurakhmadi

Ingin Pengalaman Baca Interaktif?

Nikmati fitur komentar, video liputan, indeks kurs & cuaca terkini di portal web utama.

Buka Versi Lengkap