Roh Orang Meninggal Masih di Rumah Selama 40 Hari? Begini Penjelasannya

Reporter

Binti Nikmatur

Editor

Dede Nana

13 - Sep - 2026, 07:37

Ilustrasi roh orang meninggal. (Foto: Shutterstock)

JATIMTIMES - Kepergian seseorang untuk selama-lamanya seringkali meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga. Dalam suasana duka itu, muncul juga berbagai keyakinan yang berkembang di tengah masyarakat, salah satunya anggapan bahwa roh orang yang baru meninggal masih berada di rumah selama 40 hari.

Ada yang meyakini roh tersebut masih berada di sekitar rumah karena belum rela berpisah dengan keluarga. Kepercayaan semacam ini kemudian diwariskan dan terus dikenal di sebagian masyarakat Muslim.

Baca Juga : Kemarau Bikin Kekeringan, Ini Doa agar Air Sumur Melimpah dan Tak Kering

Namun, apakah benar roh orang meninggal masih berada di rumahnya sampai 40 hari?

Dikutip dari buku Misteri Kehidupan Alam Barzakh, Ipnu Rinto Nugroho, dijelaskan bahwa keyakinan tersebut antara lain dikaitkan dengan sebuah hadis yang beredar di kalangan umat Islam. Hadis itu menyebut roh orang yang meninggal masih berkeliling di sekitar rumah selama satu bulan.

Dalam hadis tersebut disebutkan:

"Seseorang apabila meninggal, maka rohnya dibawa berputar-putar di sekeliling rumahnya selama satu bulan, dan di sekeliling makamnya selama satu tahun, kemudian roh itu dinaikkan ke suatu tempat di mana roh orang hidup bertemu dengan arwah orang mati."

Matan hadis tersebut antara lain dicatat oleh As-Sayuthi dan Ad-Dhailami. Akan tetapi, hadis tersebut dinilai palsu karena tidak memiliki sanad serta tidak ditemukan dalam sumber-sumber hadis yang terpercaya.

Dengan demikian, anggapan bahwa roh orang yang meninggal masih tinggal atau berkeliling di rumah selama 40 hari tidak dapat dijadikan sebagai keyakinan yang bersumber dari hadis tersebut.

Ke Mana Roh Setelah Dicabut dari Jasad?

Dalam ajaran Islam, kematian ditandai dengan berpisahnya roh dari jasad. Salah satu hadis yang menjelaskan keadaan tersebut berkaitan dengan pandangan mata orang yang meninggal.

Imam Syamsuddin Al-Qurthubi dalam At-Tadzkirah Jilid 1 menyebut hadis Nabi Muhammad SAW:

إِنَّ الرُّوحَ إِذَا قُبِضَ تَبِعَهُ الْبَصَرُ.

Artinya: "Sesungguhnya apabila roh dicabut, maka diikuti oleh pandangan mata." (HR Muslim).

Hadis tersebut menjadi salah satu dasar anjuran untuk memejamkan mata orang yang telah meninggal. Ketika roh telah dicabut, pandangan mata mengikuti keluarnya roh dari tubuh.

Dalam Ar-Ruh, Ibnu Qayyim Al-Jauziyah menjelaskan perjalanan roh setelah kematian berdasarkan hadis Nabi. Sebagaimana diterjemahkan Kathur Suhardi, roh akan dibawa oleh para malaikat melewati lapisan-lapisan langit.

Perjalanan tersebut berbeda antara roh orang beriman dan roh orang yang buruk. Untuk orang mukmin yang saleh, malaikat menyambutnya sebagai jiwa yang baik. Roh tersebut kemudian dibawa naik hingga ke langit dan dimintakan izin untuk melewati pintunya.

Dalam hadis tersebut digambarkan:

"Sesungguhnya seorang mukmin (yang akan mati) akan didatangi para malaikat. Jika dia adalah seorang yang saleh maka para malaikat berkata, 'Keluarlah wahai jiwa yang baik, yang pernah tinggal di jasad yang baik, keluarlah dengan terpuji, dan bergembiralah dengan kabar ketenangan dan kenikmatan, dan Rabb yang tidak murka.' Perkataan itu terus diucapkan kepada roh hingga keluar."

Roh tersebut kemudian dibawa naik. Ketika sampai di langit, para malaikat meminta agar pintu langit dibukakan.

"Siapakah ini?" tanya malaikat.

"Fulan bin Fulan," jawab mereka.

Roh itu kembali disambut dengan kabar gembira hingga perjalanan tersebut berakhir di langit tempat Allah Azza wa Jalla.

Berbeda dengan roh orang yang buruk. Para malaikat akan menyerunya dengan panggilan yang berbeda dan memperlakukannya sebagai jiwa yang buruk. Roh tersebut kemudian dibawa naik, tetapi pintu-pintu langit tidak dibukakan untuknya.

Baca Juga : Anak Laki-Laki Harus Paham Salat Jenazah, Ini Alasan dan Dasar Hukumnya

"Jika dia orang yang buruk, maka para malaikat berkata, 'Keluarlah wahai jiwa yang buruk, yang pernah tinggal di jasad yang buruk, keluarlah dengan terhina, dan bergembiralah dengan kabar (siksa) air yang mendidih dan (minuman) nanah, dan (azab) lain yang bentuknya bermacam-macam.'"

Setelah ditolak dari pintu-pintu langit, roh tersebut dikembalikan ke bumi dan menuju kuburnya.

Illiyyin dan Sijjin

Pembahasan mengenai tempat roh setelah kematian juga berkaitan dengan istilah Illiyyin dan Sijjin. Al-Qur'an menyebut Sijjin ketika menjelaskan tempat catatan orang-orang yang durhaka.

كَلَّآ اِنَّ كِتٰبَ الْفُجَّارِ لَفِيْ سِجِّيْنٍۗ

Artinya: "Jangan sekali-kali begitu! Sesungguhnya catatan orang yang durhaka benar-benar (tersimpan) dalam Sijjīn." (QS Al-Muthaffifin: 7).

Sementara itu, orang-orang yang berbakti disebut berkaitan dengan Illiyyin.

كَلَّآ اِنَّ كِتٰبَ الْاَبْرَارِ لَفِيْ عِلِّيِّيْنَۗ

Artinya: "Sekali-kali tidak! Sesungguhnya catatan orang-orang yang berbakti benar-benar tersimpan dalam 'Illiyyīn." (QS Al-Muthaffifin: 18).

Tentang kedua tempat tersebut, Abdullah bin Abbas RA pernah bertanya kepada Ka'b RA. Ka'b menjelaskan bahwa Illiyyin merupakan tempat di langit ketujuh yang menjadi tempat berkumpulnya roh orang-orang saleh.

Adapun Sijjin disebut sebagai tempat di bumi ketujuh, yakni bumi paling bawah, tempat berkumpulnya roh orang-orang kafir.

Ibnu Qayyim juga menjelaskan bahwa pendapat mengenai roh orang mukmin berada di Illiyyin dan roh orang kafir di Sijjin tidak serta-merta berarti roh tersebut menetap di tempat itu selamanya. Roh dibawa naik hingga sampai ke tempat tersebut untuk dihadapkan kepada Rabb-nya dan ditetapkan perkaranya.

Setelah itu, roh kembali ke kubur. Di sana roh akan menghadapi pertanyaan dari para malaikat sebelum kemudian berada di tempat yang telah disediakan baginya.

Pembahasan tentang perjalanan roh setelah kematian memang memiliki sejumlah keterangan dari hadis dan penjelasan para ulama. Namun, tidak semua perkara mengenai roh dapat diketahui manusia secara terperinci.

Al-Qur'an sendiri mengingatkan bahwa pengetahuan manusia tentang roh sangat terbatas. Allah SWT berfirman:

وَيَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الرُّوْحِۗ قُلِ الرُّوْحُ مِنْ اَمْرِ رَبِّيْ وَمَآ اُوْتِيْتُمْ مِّنَ الْعِلْمِ اِلَّا قَلِيْلًا

Artinya: Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang roh. Katakanlah, "Roh itu termasuk urusan Tuhanku, sedangkan kamu tidak diberi pengetahuan kecuali hanya sedikit." (QS Al-Isra: 85).

Karena itu, anggapan bahwa roh orang yang meninggal pasti masih berada di rumah selama 40 hari perlu dilihat kembali. Terlebih, hadis yang kerap dijadikan dasar keyakinan tersebut dinilai palsu dan tidak memiliki sanad yang dapat dijadikan pegangan. Semoga informasi ini bermanfaat ya Sobat JatimTIMES.