Dikritik Gegara Pakai Engine Blower Padamkan Karhutla Bromo, Ini Kata BB TNBTS

Reporter

Binti Nikmatur

12 - Sep - 2026, 05:42

Momen petugas BB TNBTS menggunakan engine blower untuk memadamkan Karhutla Bromo. (Foto: Instagram)

JATIMTIMES - Penggunaan engine blower untuk membantu memadamkan kebakaran di Savana Bromo bikin netizen bertanya-tanya. Bagaimana bisa alat yang mengeluarkan hembusan angin dipakai untuk memadamkan api?

Pertanyaan itu muncul setelah Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) mengunggah video penggunaan engine blower saat petugas menangani kebakaran.
Dalam unggahan tersebut, BB TNBTS menyebut alat itu menghasilkan hembusan udara bertekanan tinggi yang diarahkan ke titik api maupun bara yang masih menyala.

Baca Juga : BMKG Update Gempa Kepulauan Seribu Jadi M 6,5, Getarannya Terasa hingga Malang

"Engine Blower, senjata baru hadapi kebakaran Savana Bromo," tulis BB TNBTS.

Alat itu digunakan bersama metode lain. Petugas tetap memakai cara manual seperti gepyok dan parang. Ada pula alat pemadam dan pompa hingga dukungan water bombing.

BB TNBTS mengatakan engine blower cukup membantu ketika petugas menghadapi titik api yang sulit dijangkau air.

"Selain menggunakan gepyok dan parang, penggunaan engine blower sangat membantu, terutama di lokasi yang sulit dijangkau air," jelasnya.

Namun, alat tersebut tak bisa asal diarahkan ke api. Arah dan kecepatan angin harus diperhitungkan. Sebab, jika penggunaannya keliru, bara justru bisa berpindah dan membuat api menyebar.

"Penggunaannya tidak boleh sembarangan. Operator harus memperhatikan arah dan kecepatan angin, karena hembusan yang salah justru bisa membuat bara api berpindah dan memicu penyebaran api," kata BB TNBTS.

Karena itu, engine blower hanya digunakan petugas yang memahami kondisi medan dan teknik pengoperasiannya.

Alih-alih mendapat respons positif, unggahan tersebut malah ramai dikomentari netizen. Sebagian mempertanyakan logika penggunaan alat pengembus udara untuk menghadapi kebakaran.

Salah satunya membandingkan dengan bara sate yang justru bisa makin menyala ketika dikipasi.

"logika bodohku lek bakul sate dikipasi malah soyo awet murup e, sepisan maneh logika bodohku," tulis akun @deva***.

Ada juga yang menilai angin tidak selalu membuat api semakin besar.

"Logika sederhana Ibarat kita niup lilin.. angin memang bisa membuat api besar tapi angin juga bisa padamin api jika terlalu kencang," tulis akun @mhp***.

Komentar lain meminta netizen tidak asal menilai kerja petugas dari video yang beredar. "emang paling gampang komen sambil rebahan. harus gini harus gituu wkwk," tulis akun @officialdh****.

Sementara akun @es_cekek_inti**** mengaku melihat penggunaan engine blower tersebut dari TikTok. Dia kemudian menilai kondisi api yang terlihat dalam video belum tentu menggambarkan seluruh situasi di lapangan.

"Aku tau ndelok ndek tiktok ,api di pateni karo engine blower, tapi api sing dipateni gak se barak iki anjirr ,iki yo tambah gak padam ,tambah barak nand’?’ wes mbo wes sing penting usaha ,semangat," tulisnya.

Baca Juga : 4 Kali Bakar Kawasan Taman Nasional Baluran, Seorang Pria Ditangkap, Gakkum Kehutanan: Motif Masih Didalami

Ramainya komentar soal fungsi engine blower akhirnya dijawab BB TNBTS. Melalui kolom komentar, BB TNBTS menjelaskan bahwa tidak ada satu cara yang bisa dipakai untuk menangani semua titik api.

"Karena banyak yang bertanya fungsi alatnya, Mimin jawab disini aja ya. Jadi gini,dalam penanganan kebakaran gak ada satu metode yang benar2 bisa digunakan untuk semua kondisi," tulis akun @bbtnbromotenggersemeru.

Menurut BB TNBTS, kondisi di setiap titik kebakaran berbeda. Karena itu, cara yang digunakan petugas juga menyesuaikan medan.

Petugas tidak hanya mengandalkan engine blower. Ada metode gepyok, alat pemadam, pompa, sampai water bombing dari BNPB dan Pemprov Jatim.

"Untuk engine blower sendiri menjadi salah satu alat pendukung, terutama untuk kondisi medan yang sulit dijangkau kendaraan pemadam dan pada lokasi dengan ketersediaan air yang terbatas," jelas BB TNBTS.

Dengan kondisi tersebut, engine blower digunakan sebagai salah satu pilihan ketika petugas harus menghadapi titik api di medan yang sulit.

"Alat ini tuh membantu membuka peluang penanganan api dengan cara yang lebih sesuai dengan kondisi medan di lapangan. Karena kondisi setiap titik api bisa berbeda, metode penanganannya pun harus menyesuaikan," lanjutnya.

BB TNBTS juga meminta netizen tetap memberikan masukan terkait penanganan kebakaran. Namun, petugas di lapangan juga membutuhkan dukungan agar proses pemadaman berjalan lancar.

"Untuk sahabat, silahkan kasih masukan sebaik mungkin disini, tapi jangan lupa ya, mohon doanya semoga seluruh upaya penanganan berjalan lancar dan api segera dapat dikendalikan dan dipadamkan," tulisnya.

Penggunaan alat pengembus udara untuk menangani kebakaran lahan sebenarnya bukan hal yang baru. Di sejumlah negara, leaf blower bertenaga bensin digunakan dalam penanganan kebakaran hutan, lahan dan padang rumput.

Misalnya, dikutip dari laporan BBC 13 November 2024, untuk menghadapi kebakaran di pedesaan Skotlandia, Scottish Fire and Rescue Service menggunakan sejumlah peralatan. Di antaranya leaf blower, jet washer dan kendaraan segala medan. 

Meski diduga berbeda istilah, engine blower dan leaf blower pada dasarnya sama-sama menghasilkan aliran udara. Keduanya dipakai untuk menangani kebakaran vegetasi, bergantung pada kondisi api dan medan.